
Abimanyu membiarkan wajah Annisa yang tertidur didadanya. Sejenak setelah mereka berdua tadi berpadu saling membahagiakan , Annisa yang dalam dekapan Abimanyu langsung tertidur pulas.
Telapak tangannya dapat merasakan kedua bayi mereka ikut tertidur bersama ibunya, tidak ada pergerakan yang membuat perut besar istrinya bergelombang. Abimanyu merasakan hatinya begitu damai dan tentram.
Beberapa saat setelahnya, pintu kamar Abi diketuk perlahan dan suara bibi terdengar
"Den Abi ... teman-temannya sudah sampai den" ucap Bibi dari balik pintu kamar Abi, karena ia takut Annisa terbangun karenanya, perlahan Abi meletakan kepala Annisa dibantal dan ia segera menggunakan kimononya, Abimanyu membuka pintu kamar.
"Ok, Bi persilahkan mereka ketaman yaa..anak-anaknya mau berenang, Abi sebentar keluar!" ucap Abimanyu yang ditanggapi anggukan Bibi.
"Baik Den, akan bibi sampaikan"
Abimanyu langsung menutup kembali pintu kamarnya, melihat keadaan Annisa yang masih tertidur pulas, ia membenarkan selimut yang menutupi tubuh telanjang istrinya, lalu Abi langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Abimanyu memperhatikan sekilas Annisa yang masih tertidur. Ia tersenyum lalu berpakaian. T-shirt dan celana pendek selutut menjadi pilihannya sore ini untuk bersantai bersama sahabat-sahabatnya.
Kemudian Abimanyu membiarkan rambut basahnya yang berantakan dan keluar menemui sahabat-sahabatnya.
"Anak gue main nyemplung langsung aja nih Bi!" teriak Daffa yang sudah berada dikolam renang menemani anaknya yang masih kecil berenang.
"Angetkan airnya?" tanya Abimanyu yang sewaktu mau pulang tadi sudah memerintahkan salah satu pekerja dirumah ayahnya untuk mengisi air kolam renang dengan air hangat dan meminta mereka menyiapkan bahan makanan untuk acara barbeque sore ini.
"Anget kok, nyaman buat anak-anak! tuuh bayinya si Axsal aja lagi siap-siap mau dicemplungin! jawab Melly sambil menunjuk kearah bungalow.
"Si Aryo sama Bima kemana?" tanya Abimanyu keheranan karena melihat kedua temannya itu tidak ada.
"Sebentar, lagi antar Tita, kalau nggak gitu Tita bakalan ikut juga kesini!" jawab Daffa.
"OOO" balas Abimanyu.
Kemudian beberapa pekerja dirumah orangtuanya sudah bergegas mempersiapkan keperluan untuk barbeque.
"Anak loe seneng renang banget yaa kayaknya!" ucap Abi yang tersenyum penuh makna melihat anak salah satu sahabatnya yang tertawa dan bermain dengan ayahnya.
"Iya.. dari semenjak usianya sudah boleh berenang sering gue bawa ke spa baby biar berenang dan jadi lincah banget dia kalau diair!" jawab Melly sambil memperhatikan putra dan suaminya dikolam.
__ADS_1
"Loe kudu nge gym lagi Bi! besok tuh dikolam dua anak yang loe pegang!" ucap Axsal yang juga menyusul membawa putranya perlahan duduk dipinggir kolam lalu perlahan membiarkan hanya kaki putranya yang bermain diair. Kedua bayi itu mengeluarkan suara tawa lucu mereka. Membuat Abi tersenyum dan membayangkan ketika twins bisa seperti mereka saat ini.
"Suka yaa dia xal? enggak takut?" tanya Abimanyu melihat putra sahabatnya itu dengan senang memain-mainkan kakinya diatas air.
"Iyaa nih..padahal pengalaman pertama! airnya nih enggak bikin kaget soalnya anget!" jawab Axsal yang ikut bahagia karena putranya menikmati acara berenang pertamanya.
Abimanyu sangat senang melihat pemandangan dikolam, membuatnya semakin tidak sabar akan kehadiran twins.
Abimanyu ikut sedikit menyiram-nyiramkan air kolam kearah putra Daffa yang disambut tawa anak balita itu dengan bahagia, membuat Abimanyu tertawa senang.
Suara tawa sayup-sayup terdengar ditelinga Annisa, membawa dirinya tadi yang tertidur kemudian tersadar, dan ketika tidak menemui Abimanyu disisinya, Annisa membuka tirai jendela kamarnya, dan melihat sahabat-sahabat suaminya ditaman samping rumah.
Annisa perlahan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, ia akan menemui sahabat-sahabat suaminya.
Beberapa saat kemudian
"Naaaah ... twins sudah bangun tuuuh!" seru Abimanyu yang langsung melangkah mendekati Annisa. mencium kening istrinya penuh sayang lalu menggenggam jemari Annisa, melangkah menuju gazebo tempat barbeque sedang dipersiapkan.
"Aku mau ke kolam dulu aaah mas, itu lucu lihat anaknya Daffa dan Axsal!" ucap Annisa tersenyum bahagia mendengar suara tawa bayi dan balita yang sedang berenang itu.
"Nanti kalau twins sudah bisa berenang... kita berenang lagi disini yaaa....!" ucap Annisa yang disambut oleh Mely.
Abimanyu mengusap-ngusap perut Annisa sambil mengajak bicara twins.
"Nanti twins juga berenang sama ayah yaa... seperti mereka!" lalu tiba-tiba perut Annisa bergelombang, sepertinya twins mengerti itu suara ayahnya. Abimanyu menjadi bahagia dan spontan mencium perut istrinya.
"Bunda jadi nggak sabar pingin twins segera lahir deeeh Bi!" ucap Bunda yang ikut datang bergabung dipinggir kolam dan tersenyum-senyum melihat anak dari sahabat-sahabat Abimanyu.
"Iyaa.. sama Bun, Abi juga .. seneng lihatnya!" balas Abi yang sambil menggenggam jemari Annisa dan melangkah mendekat kearah bunda. Mengajak istri dan bundanya untuk menikmati barbeque digazebo.
"Jagung bakar saja ya.. kamu makannya sayang.. kalau mau yang daging dan seafood biar aku suruh bibi masak dengan matang!" ucap Abimanyu demi melihat Annisa begitu tertarik dengan segala macam bakar-bakaran yang disiapkan, mulai dari jagung, sate, udang, cumi dan ikan Kue bakar.
"Iyaa... tolong mas ... aku mau.." jawab Annisa memanja sambil merangkul pinggang suaminya.
Kemudian Abimanyu meminta salah satu pekerjanya untuk kedalam rumah dan meminta bibi membuatkan yang diinginkan oleh Annisa. Pekerja itu langsung mematuhi perintah majikannya.
__ADS_1
Aryo dan Bima kemudian sampai juga ditaman rumah orang tua Abimanyu, mereka langsung menyambar bakaran yang terlihat lezat dan menggiurkan, sambil bercerita.
"Tadi kayaknya Tita curiga banget sama kita semua! dia sampai ngawur ngomong kalau Abi sampai terganggu banget sama kehadiran dia berarti Abi masih ada rasa!" ucap Aryo
"Lama-lama gue juga rasa Tita itu makin aneh! kenapa malah jadi dia yang gagal faham terus ya? kasian gue sama dia, kalau enggak dapet cowok kriterianya yang lebih dari Abi, tuh anak bisa gila deh gue rasa!" timpal Bima sambil menyantap 1 tusuk sate udang.
"Iyaa..itu anak bukan penampilannya aja yang berubah, prilakunya juga ikut berubah dan nggak Tita yang gue kenal banget!" timpal Tyas.
"Maaf yaa Nisa ... Bunda, kita jadi bahas Tita..jangan tersinggung yaa, kita juga soalnya sudah nggak nyaman kalau ada Tita ikut kumpul, karena dia udah aneh dan berubah gitu ..." tiba-tiba Mely berkata sambil menggenggam jemari Annisa.
"Iyaa... nggak apa-apa kok Mel, kita harus memaklumi kalau perihal Tita, bagaimanapun melihat selalu kebahagiaan mantan itu kan .. enggak menyenangkan!" jawab Annisa coba memahami. Dan di Iyakan oleh semua yang mendengar.
"Trus dianya juga penasaran terus, tetep aja datang kalau ada Abi! kalau nggak aneh sih nggak apa-apa artinya sudah move on! laaah inikan aneh mulu! seperti yang cari perhatian Abi! kesel juga kita lihatnya!" timpal Mely lagi.
"Makanya, gue juga kan sebenarnya mau biasa aja, normal ajalah orang sudah nggak ada perasaan apa-apa! tapi karena Titanya kayak gitu terus, sudah diomongin baik-baik sampai kasar aja sudah! sekarang yang mesti gue jaga perasaannya kan istri! kasian juga gue sama Nisa kalau lihat Tita kayak gitu terus!" balas Abimanyu sambil meniup jagung bakar untuk Annisa.
"Ya sudah .. sekarang orangnya kan nggak ada, kalian nikmati niih sore yang harum bakar-bakaran! bunda mau kedalam dulu lagi, lihat bibi enak nggak buatin soup seafoodnya buat Annisa dan twins! sela bunda sambil berdiri dan mengusap kepala Annisa. Annisa tersenyum
"Mely mau juga dooong buun!" sela Mely.
"Ok! tunggu yaa.." jawab bunda meninggalkan mereka.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Dikamar Abimanyu, sudah berpuluh-puluh deringan juga pesan singkat Tita yang tak berbalas.