MY GREAT PAINTER SYSTEM

MY GREAT PAINTER SYSTEM
SH Studio


__ADS_3

[Misi Harian]


[Melukis di atas dinding]


Melihat kemunculan jendela sistem, Sean menurunkan kedua alisnya. Dia cukup senang bila sistem memberikan tugas lain, tetapi tidak seperti yang diharapkan. Sistem memberikan tugas melukis dan melukis. Sistem lebih mirip dosen killer yang selalu menjejalkan tugas tanpa henti.


Sean tidak punya waktu untuk mengeluh, dia lebih berpikir untuk mencari tempat yang sesuai untuk menyelesaikan misinya.


Tidak mungkin Sean menjadi seniman ilegal yang melukis pada dinding-dinding kota, tidak mungkin juga dia menjadikan dinding kamar asramanya menjadi media. Sean benar-sean benar membutuhkan tempat pribadi untuk dirinya sendiri sebelum dia nekat melakukan vandalisme.


Tidak berselang lama, pemuda itu terpikirkan suatu tempat. Sean baru mengingat bahwa dia memiliki tempat yang cocok.


"Apakah boleh aku memakai studio yang diberikan sistem?" Sean berbicara pada dirinya sendiri.


Seakan sistem mendengarkan keluhannya, jendela sistem muncul di depan matanya.


[SH Studio]


[Komplek Green Hill A-22 Street]


[Kepemilikan SH Studio adalah Sean Herdian]


[Pemilik memiliki hak untuk mengubah segala bentuk fisik maupun isinya]


[Pemilik tidak bisa menjual atau memindahtangankan kepemilikan]


[Hak-hak kepemilikan berlaku hanya saat terikat dengan sistem]


Menurut penjelasan sistem, Sean dapat menggunakan studio seperti yang diharapkan. Meskipun begitu dia tidak tahu-menahu kondisi tempat itu.


"Hah! Mari kita coba datangi tempat itu dan kerjakan misi." Tidak sadar suara ******* Sean terdengar sampai telinga Luis.


"Apakah dosen memberikan banyak tugas?" Luis yang ada di atas tempat tidurnya sedikit meringis dengan apa yang diterka di kepalanya.


Seakan telah membaca pikirannya, Sean sedikit terkejut. Namun, itu adalah pertanyaan wajar untuk sekedar basa-basi. Dia pun menanggapi ucapan Luis dengan santai.

__ADS_1


"Tugas dosen membuat kami tidak tidur seperti zombie. Bagaimana di kelas bisnis?" jawab Sean yang melebih-lebihkan.


Mendengar jawaban lucu dari Sean membuat Luis ikut terkikik. "Tugas di kelas bisnis tidak sampai membuat kami menjadi Zombie, tetapi tidak lebih menyenangkan ketimbang kelas seni."


Apa yang dikatakan Luis memang benar, Sean yang tidak menyukai angka dan akan sakit kepala bila berhadapan dengan kurs investasi juga akan berpikir sama.


Sean bangkit dari ranjang. "Baiklah, aku harus pergi, ada tempat yang harus aku datangi."


Segera Sean bersiap, tetapi Luis hanya menatapnya heran. Jam menunjukkan angka 6, terlalu pagi untuk datang di suatu tempat. Namun, demikian Luis tidak berkomentar.


Setelah pamit, Sean pergi dengan perlengkapan melukisnya, tidak lupa dia membawa kunci studio.


***


Tidak sulit mencari alamat yang Sean cari. Studionya berada di komplek elit dengan layout yang tertata.


Pada alamat yang sudah dituliskan oleh sistem, Sean dapat menemukan bangunan satu lantai yang tampak modern. Bangunan bercat putih dikelilingi jendela tinggi dan atap pelana begitu cocok dengan taman kecil yang mengelilingi bangunan itu.


Sean membuka pintu kaca dengan kunci yang dia dapatkan dan ….


‘Ctak!’


Tidak banyak furnitur di ruangan, hanya ada satu meja panjang di sisi jendela dan set sofa yang bisa digunakan untuk beristirahat. Di dekat meja, berdiri rak penyimpanan yang sudah penuh akan keperluan melukis dengan kualitas premium. Ada juga easel kayu dan beberapa kanvas berbagai ukuran berdiri di atas lantai. Rupanya, bangunan ini memang dipersiapkan untuk dijadikan studio seni.


Dengan senang, Sean berkeliling pada setiap sudut tempat-tempat yang akan digunakan untuk menyalurkan imajinasi. “Menakjubkan!”


Setiap seniman pasti memiliki studio impian. Namun, bagi Sean yang miskin, dia tidak akan pernah memiliki mimpi itu. Rupanya, pertemuan dengan sistem mengubah takdirnya. Sistem telah memberikan apa yang dia butuhkan, bahkan melebihi apa yang dia harapkan.


Kekaguman Sean atas studio barunya memudar setelah dihadapkan pada sebuah dinding yang cukup luas. Tidak banyak dinding di tempat itu, Jendela-jendela besar mendominasi sehingga semua yang ada di dalam ruangan dapat menikmati pemandangan taman luar.


Dinding dengan lebar 2 meter dan tinggi yang menjulang sampai atap adalah satu-satunya dinding yang bisa Sean gunakan untuk melukis. Namun, Sean kembali mempertimbangkan antara luas dari media dan batas waktu yang singkat. Akan mustahil untuk menyelesaikan lukisan secepat itu.


"Tidak akan mungkin memenuhi satu bidang dinding dengan waktu yang tidak lebih dari satu malam." Prediksinya begitu tepat dan dia menyadari akan kemustahilannya.


Tidak bisa dengan melukis biasa, Sean memiliki metode lain yang kemungkinan akan selesai dengan cepat. Dia berencana menggunakan mural tanpa detail yang rumit.

__ADS_1


Pada akhirnya, Sean membuat pola awal. Dia menarik beberapa garis lurus dan menyatukan lingkaran dengan pola random. Setelah semua selesai, tinggal membubuhkan cat latex dengan mengikuti pola itu.


Sean menemukan berbagai macam cat di rak penyimpanan. Bahkan cat latex dengan banyak koleksi warna sudah tersedia. Untuk kali ini Sean ingin berterima kasih pada sistem. Dia benar-benar menyukai hadiah dari penyelesaian misi.


Kuas yang dipakai untuk media dinding pun berbeda dari biasanya. Kuas harus lebih besar dan memiliki bulu tebal. Agar cepat selesai, Sean juga memadukan kuas dengan airbrush. Hasilnya benar-benar dapat menyingkat waktu.


“Selesai!” Sean terduduk dengan lemas sambil memandangi karyanya yang baru saja jadi.


Sekarang, satu sisi dinding sudah tergambar mural. Garis-garis geometri dan pola lingkaran diwarnai dengan warna-warna sekunder yang kuat. Meskipun bukan lukisan dengan detail yang sulit, tetapi hasil dari muralnya begitu memuaskan. 


[Selamat! Anda berhasil menyelesaikan misi]


[Hadiah: … loading]


Misi muncul dengan berita yang telah ditunggu-tunggu Sean. Pemuda itu tidak sabar akan hadiah yang diberikan sistem.


Uang 1 miliar? Studio seni? Apakah ada hal mengejutkan lain yang dimiliki sistem sungguh tidak bisa diterka Sean.


[Konfirmasi hadiah]


[Anda mendapatkan kemampuan ‘Spider Hand’]


[Kemampuan dapat digunakan untuk mempercepat pengerjaan karya seni sampai batas 5x lipat]


[Keterangan: Hanya bisa digunakan satu kali dalam 24 jam]


Sean tetap termenung dalam pikirannya, meskipun jendela sistem sudah menghilang.


“Kemampuan lagi?” Pemuda itu meragukan hadiah sistem kali ini.


Meskipun dia telah berharap tinggi untuk mendapatkan sesuatu dalam bentuk materil, tetapi sistem tetap memberikan hadiah random. Namun, sebuah kemampuan tidak tampak buruk, justru kemampuan mempermudahkannya untuk mengerjakan suatu karya.


Tidak lama ponsel Sean berdering dan nama Ellian ada pada layar. Sebuah notifikasi pesan memberitahukan untuk jadwal pertemuan dengannya.


Sean sudah berjanji untuk menjadi tutor Ellian setidaknya satu minggu dua kali. Hari ini adalah pertemuan kedua dan Ellian meminta untuk bertemu di rumahnya.

__ADS_1


“Apakah baik-baik saja bila aku datang ke rumah seorang gadis?” Pikiran Sean sedikit runyam. Namun, saat notifikasi pesan kedua diterimanya, Sean berubah pikiran.


Ellian memberikan sebuah alamat yang tidak jauh dari studionya, hanya berbeda blok dan itu cukup dekat. Kesempatan menghemat uang transport memang tidak bisa ditolak Sean. Dan pada akhirnya dia memutuskan untuk datang ke rumah Ellian.


__ADS_2