MY GREAT PAINTER SYSTEM

MY GREAT PAINTER SYSTEM
Memori dari 'Cotton Candy'


__ADS_3

Hari ini, Sean benar-benar tertunduk lemas di kelas. Bagaimana tidak, dia harus menyelesaikan tugas-tugas yang jumlahnya seperti semut berbaris. Dosen memberikan  banyak tugas, itu pun belum termasuk tugas Sean di luar pendidikan. Dia harus menjadi guru untuk Ellian dan menjadi murid untuk Kenzo Karrin. Parahnya, dia harus menjadi budak tugas dari sistem. Sean benar-benar trauma hukuman sistem.


[Misi harian]


[ … loading]


Jendela sistem muncul dan menambah ekspresi buruk pada Sean.


Baru saja dibicarakan, sistem seakan telah mendengar keluh-kesah Sean dan datang membawa misi baru.


[Datang ke pameran Wonder of Culture dan temui Elizabeth Chang]


[Pameran akan digelar di Gedung Rich Palm malam ini]


[Berikan lukisan karya dengan tema ‘Cotton Candy’]


Jendela sistem kembali datang dengan misi harian.


Sean terdiam sejenak dengan nama tidak asing yang disebutkan sistem. “Elizabeth Chang?”


Mata pemuda itu terbelalak lebar saat dia menyadari sosok dari pemilik nama itu. Elizabeth Chang adalah pelukis berdarah Inggris-cina yang terkenal dengan memadukan kedua budaya yang berbeda. Lukisannya sering digantung di berbagai pameran besar dan dibeli dengan harga yang fantastik.


Bagaimana sistem bisa membuat misi seperti itu? Tidak mungkin pelukis terkenal seperti Elizabeth Chang mau menerima lukisan dari pemuda amatiran seperti Sean?


Sean kembali mencari celah pada sistem dan tersenyum sendiri. Benar, sistem hanya menuliskan untuk menyerahkan lukisannya dan tidak ada keterangan khusus bahwa Elizabeth Chang harus menerimanya. Urat malu Sean dipertaruhkan dalam misi ini.


Setelah menghadiri kelas, Sean kembali di asrama. Tidak terlihat Luis di sana, dia sedang sibuk menyiapkan acara akhir tahun.


Melihat keadaan sedang sepi, Sean tidak membuang kesempatannya untuk sendiri, dia menggunakan kemampuan ‘Spider Hand’ untuk menyelesaikan tugasnya dengan cepat.


“Aktifkan Spider Hand”


[Spider Hand]


[Kemampuan digunakan untuk mempercepat pengerjaan karya seni sampai batas 5x lipat]


[Apakah anda ingin menggunakan kemampuan ‘Spider Hand’?]


“Ya.” Sean mengkonfirmasi saat jendela sistem kembali muncul.


[Kemampuan ‘Spider Hand diaktifkan]

__ADS_1


[Kemampuan hanya berlaku dalam satu kali 24 jam]


Dengan ajaib, Sean dapat menyelesaikan tugas-tugas kuliahnya dengan cepat. Tentu saja karena kemampuan ‘Spider Hand’ dan pengerjaan yang asal-asalan. Tidak mungkin baginya untuk melukis seperti biasanya, itu karena Sean sedang menjalankan perannya menjadi pemuda cacat.


“Selesai!” Seperti sedang kesetanan, Sean menyelesaikan tugas-tugas dengan cepat dan dia beralih pada misi dari sistem sebelum pameran itu dibuka.


Meskipun menyelesaikan tugasnya dengan cepat, hal itu tetap berpengaruh pada lelahnya tangan Sean. Sebenarnya, dia tidak ingin melakukannya lagi, tetapi demi menghindari misi Sean pun mencari stok kanvas miliknya. 


Tidak banyak Kanvas kosong di kamar Sean, hanya dua buah kanvas dengan ukuran kecil. Namun, Sean tidak mengurungkan niatnya. Dia justru mengambil kanvas dengan ukuran 20x10 centimeter dan memoles cat ke atas benda itu.


Semakin kecil ukuran kanvas, semakin cepat Sean mengerjakannya tanpa perlu bersusah payah dalam melukis bidang yang besar. Dengan ini misi akan cepat terselesaikan.


“Baiklah, ‘Cotton Candy’!” seru Sean membakar semangatnya


***


Setelah menyelesaikan lukisan, Sean terpaksa mengeringkan cat dengan hair dryer. Dia tidak sempat membungkusnya dan langsung pergi ke pameran menggunakan taxi.


Tepat pukul tujuh malam, gedung Rich Palm ramai akan datangnya pengunjung. Mereka adalah para seniman, kurator, kolektor ataupun orang-orang kaya gabut yang ingin menghamburkan uangnya untuk sebuah lukisan dari Elizabeth Chang.


Melihat hal itu tidak membuat Sean mundur. Bagi Sean, dia tidak termasuk dalam kategori orang-orang yang sedang mencari lukisan dari Elizabeth Chang. Misinya hanya satu, memberikan Elizabeth Chang lukisan buatannya.


Di tempat itu, dinding-dinding polos dipenuhi oleh lukisan yang tidak biasa. Sesuai dengan ciri khasnya, semua lukisan adalah bentuk perpaduan antara budaya Inggris dan Cina. Namun, Sean tidak tertarik untuk berkeliling, dia sedang mencari Elizabeth Chang.


Sean menunggu saat-saat lengang, tetapi mereka tidak memberikan kesempatan satu detik pun untuk Elizabeth Chang sendiri. Tidak lama pelukis terkenal itu pergi meninggalkan kerumunan dan menuju ke toilet.


Itu adalah kesempatan bagi Sean untuk menyelesaikan misinya, pemuda itu mengikuti Elizabeth Chang dan menunggunya di depan toilet. Saat Wanita itu keluar, Sean sudah berdiri dan menghalangi jalannya.


“Maaf mengganggu anda, tetapi saya memiliki sesuatu yang akan saya berikan,” ucap Sean.


Wanita 40 tahun itu tidak tampak terkejut, dia tersenyum ramah dan mengira bahwa Sean adalah salah satu fansnya. “Terimakasih, aku akan menerimanya dengan senang hati.”


Sungguh dia adalah wanita yang ramah. Sean tidak bisa menahan malu saat Elizabeth Chang melihat lukisannya. Namun, sean kembali pada tujuannya, misi kali ini hanya memberikan ‘Cotton Candy’ pada Elizabeth Chang.


Sean segera memberikan lukisan kecil pada wanita di hadapannya, dan sungguh reaksi dari Elizabeth Chang tidak terduga.


Elizabeth Chang menatap lukisan itu dengan dalam, matanya yang cerah tampak berlinang air mata. Dia mendekatkan lukisan Sean dan menangis tersedu.


Sean tidak tahu apa yang terjadi, wanita itu menangisi lukisan Sean tanpa sebab.


“Kau yang melukis ini?” tanya Elizabeth setelah tangisnya sedikit mereda. “Ah, siapa namamu?”

__ADS_1


“Sean Herdian,” jawab Sean yang tidak bisa mengetahui situasi saat ini.


Wanita itu tersenyum pahit, kedua matanya terlukiskan sebuah kesedihan yang mendalam dan dia mengusap kepala Sean dengan lembut. “Terimakasih, ini benar-benar lukisan yang berharga untukku.”


Bagaimana bisa pelukis ternama menyebut lukisan seorang amatiran sebagai karya berharga? Kali ini Sean meragukan kewarasan Elizabeth Chang, tetapi sebelum semua berlarut, seorang pria berkacamata menghampirinya.


“Sean? Apa yang kau lakukan di tempat ini?” Suara dari Kenzo Karrin membuyarkan suasana hati Elizabeth yang berkabut. Menyadari bahwa ada orang lain yang dikenal, Kenzo Karrin kembali menyapa Elizabeth Chang. “Hallo, Madam. Apakah yang terjadi di tempat ini?”


“Lihat ini, Ken!” wanita itu memperlihatkan lukisan Sean pada Kenzo. “Aku benar-benar merasa senang karena pemuda ini memberikannya padaku.”


Kenzo Karrin tidak berkomentar, pria itu hanya memandang Sean dengan dalam.


Dari sini, tampak jelas hubungan Kenzo dan Elizabeth Chang yang saling mengenal. Namun, keberadaan pria itu tampaknya tidak mempengaruhi suasana hati dari Elizabeth Chang.


“Sean ada satu permintaan dariku, apakah kau bisa melakukannya?” tanya Elizabeth yang hanya dijawab Sean dengan anggukan.


“Bisakah aku memelukmu?” Permintaan Elizabeth membuat Sean tercengang. Namun demikian, dia mengiyakan dan wanita itu segera memeluknya erat.


Tidak tahu apa yang terjadi, Sean hanya bisa memandangi Kenzo yang terus memperhatikan adegan itu. Dia memberikan sebuah kode agar Sean membiarkan Elizabeth Chang memeluknya lebih lama.


***


Setelah kejadian tak terduga antara Sean dan Elizabeth Chang, Kenzo mengantarnya kembali dengan mengendarai sedan hitam. Namun, di samping kemudi, Sean hanya diam dan tidak menemukan penjelasan Elizabeth melakukan hal diluar dugaannya.


“Bagaimana kau bisa memberikan lukisan ‘Cotton Candy’ itu padanya?” Kenzo Karrin memulai percakapan.


Sean menoleh dan tidak ingin memberikan penjelasan, dia justru berbalik bertanya. “Mengapa Elizabeth Chang menangis seperti itu?”


Kenzo diam dan tampak mempertimbangkan apa yang akan dia katakan untuk Sean, tetapi pada akhirnya pria itu hanya mendesah.


“13 tahun lalu Elizabeth Chang memiliki seorang putra kecil berusia 5 tahun. Saat dia sakit, Elizabeth harus menghadiri sebuah pameran besar dan sebelum ibunya berangkat, putranya memiliki permintaan untuk dibelikan cotton candy pada ibunya.” Mendadak atmosfer di sekitar Sean menekan perasaannya, tetapi pria itu kembali pada penjelasan Kenzo. “Tetapi sebelum Elizabeth Chang kembali dan dia mendapatkan sebuah kabar bahwa putranya meninggal. Saat itulah dia benar-benar menyesal dan lukisan Cotton Candy itu mungkin membangkitkan kenangan dengan putranya.


Mendengar semua cerita dibalik lukisan Sean, pemuda itu kembali terdiam dan tidak bisa berkomentar apa-apa. Sean ikut menyesal karena tidak memberikan lukisan yang dia kerjakan sepenuh hati untuk Elizabeth Chang. 


Saat itu, Sean berjanji pada dirinya sendiri untuk benar-benar melukis dengan kesungguhan hati!


[Selamat! Anda telah menyelesaikan misi!]


[Hadiah: Hidden Gift]


[Hadiah akan dikirim beberapa hari setelah anda mendapatkan konfirmasi sistem]

__ADS_1


Dalam suasana hati seperti ini, hadiah sistem tidak membuat Sean tertarik sedikit pun. Dia mengabaikan kemunculan jendela sistem dan menetap pada penyesalannya.


__ADS_2