MY GREAT PAINTER SYSTEM

MY GREAT PAINTER SYSTEM
Mesin Pencetak Uang


__ADS_3

Suasana di dalam studio begitu hening. Hanya ada Sean dan Pak Klano yang dari tadi hanya berdiam diri. Sean yang sudah tidak tahan dengan itu kembali memulai pembicaraan.


“Apakah anda tidak kembali? Anda boleh membawa ‘Tender Air’ dengan syarat yang saya ajukan. Mau bagaimanapun keadaannya anda harus merahasiakan identitas saya,” tegas Sean yang tidak melunturkan sikap hormatnya pada Pak Klano.


“Kau … tangan kananmu tidak bermasalah, bukan?” tuduhan tiba-tiba dari Pak Klano membuat Sean terperanjat. Entah dari mana dia mendapatkan asumsi seperti itu, tetapi semua tebakannya tidaklah salah. Pak Klano melihat warna dari ‘Tender Air’ yang tidaklah kusam sama sekali, itu adalah warna dari cat berkualitas yang baru digunakan beberapa hari yang lalu. Itulah mengapa dia sedikit ragu saat Sean mengatakan bahwa ‘Tender Air’ adalah lukisan lamanya. “Dan aku rasa … lukisan dari Elizabeth Chang ataupun Najwa Wong bukanlah lukisan palsu. Apakah semua yang aku katakan itu benar?”


“E-ee … sa-saya hanya ….” Belum sempat berkelit, Pak Klano menepuk bahu Sean dan tersenyum kecil.


“Tidak, Sean. Aku tidak akan bertanya tentang alasanmu menutupi kenyataan tentang tangan kananmu. Aku juga akan berusaha tidak penasaran bahwa lukisan dari dua nama pelukis besar itu ada padamu. Aku hanya perlu menunggu sampai kau benar-benar siap mengatakannya sendiri padaku dan seperti yang kau lihat aku tidak memiliki alasan untuk tidak mendukungmu,” tutur Pak Klano dengan bijak, bahkan Sean dapat melihat kedewasaan Pak Klano lebih besar ketimbang Kenzo Karrin yang usianya tidaklah berbeda.


Dari sisi ini juga sebutan dosen killer yang melebel pada diri Pak Klano tidaklah benar. Sebagai seorang pengajar yang berdedikasi tinggi, dia adalah orang yang disiplin, tetapi dapat berperilaku lembut tergantung pada lawan yang sesuai.


“Terimakasih, saya benar-benar berterimakasih," ucap Sean penuh syukur.


Wajah Pak Klano sedikit tidak nyaman, tetapi mendadak terkekeh tanpa sebab. “Tidak! Tidak! Hilangkan bahasa formalmu padaku. Aku melihatmu berbicara dengan nyaman dengan si Kenzo dan itu membuatku iri. Bagaimana, Sean, apa kau bisa melakukannya?”


Sean mengangguk dan menyanggupinya dengan catatan bahwa bahasa informal akan digunakan tidak pada lingkungan kampus. Itu adalah bentuk hormat Sean pada dosen pengajarnya. Di luar itu, Sean ingin menjalin hubungan dekat padanya.


Pak Klano memutuskan untuk menyudahi percakapannya karena dia harus membawa ‘Tender Air’ dan mengurus keperluan pameran. Jadwal yang cukup sibuk untuk seorang pria single seperti Pak Klano.


***


Matahari baru saja terbenam, itu adalah alarm alam bagi Sean untuk segera menyelesaikan misi. Dia mempersiapkan media kaca dan cat acrylic untuk segera menyelesaikan misi.


Sudah tidak ada waktu! Sean harus segera mempercepat goresan kuasnya sebelum hukuman datang.


“Aktifkan Spider Hand.” Langkah curang itu dilakukan Sean dengan keterpaksaan yang disengaja.

__ADS_1


[Spider Hand]


[Kemampuan digunakan untuk mempercepat pengerjaan karya seni sampai batas 5x lipat]


[Apakah anda yakin menggunakan spider hand?]


Tanpa keraguan Sean mengkonfirmasi jawaban pada jendela sistem.


[Spider hand diaktifkan]


Kecepatan luar biasa membuat lukisan kaca Sean selesai cukup cepat. Pada ukuran kaca seluas 40x60 centimeter, Sean berhasil melukiskan seekor kasuari dengan ekor kuning yang menjuntai. Lukisan tidak berlatar itu memfokuskan burung sebagai subjek tunggal dengan teknik yang cukup bagus.


Penyelesaian luar biasa membuat jendela sistem kembali muncul dan mengkonfirmasi tentang penyelesaian misinya.


[Selamat! Anda telah menyelesaikan misi]


Sempat terpikir di kepala Sean tentang banyaknya tipe pada Mikro Spaces. Sudah diketahui bahwa Mikro Spaces tipe satu adalah cat sejenis watercolor atau cat air, tetapi dia tidak akan menduga bahwa Mikro Spaces memiliki tipe lain.


[Mikro Spaces tipe 2 adalah set cat minyak dengan kualitas tinggi]


[Anda dapat menggunakan Mikro Spaces tipe 2 tanpa adanya batasan]


[Set akan segera dikirim di tempat anda]


Sean menyandarkan punggung lelahnya pada kursi, hela napasnya terdengar begitu keras dengan mata terpejam.


“Misi hari ini selesai!” keluhnya dapat bernapas lega.

__ADS_1


***


Di luar studio, lampu mobil menyorot masuk ke dalam kaca pintu. Sean melihat kedatangan Kenzo Karrin di baliknya. Dia masuk dengan ekspresi senang. Sean dapat menerka bahwa ada hal baik yang terjadi.


“Sudah larut sekali, apa kau tidak kembali ke asrama?” Kenzo Karrin melihat arlojinya dan jarum pendek berhenti di angka delapan. "Ah, tetapi ada berita baik yang harus kau dengarkan dulu.”


Kenzo Karrin mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan lukisan ‘Silent Hapiness’ sedang di pajang di salah satu sisi dinding restoran elit yang dikenal dengan nama Imperial Resto.


“Silent Happiness?” Sean kembali teringat akan lukisan dari misi sistem yang pernah dibuatnya. Bila ingatan Sean tidak salah, ‘Silent Hapiness’ hanyalah lukisan gambar geometri dari wajah seorang perempuan dengan warna-warna yang saling bertabrakan dan mengedepankan ekspresi dari tema. “Aku baru saja ingat bahwa kau membawa lukisan itu untuk dijadikan uang. Apakah kau berhasil melakukannya?”


Kenzo Karrin mengangguk dengan ekspresi bunga musim semi, tangan kanannya menelisik isi saku dari dalam jas dan mengeluarkan sebuah amplop cokelat. “10 juta rupiah untuk penjualan ‘Silent Happiness’.”


10 juta bukanlah uang yang bernilai bagi Sean bila di dalam rekeningnya sudah penuh dengan jumlah nol yang berjejeran seperti rangkaian gerbong kereta.


Melihat Sean memasang wajah sedikit kecewa, Kenzo Karrin berusaha menghibur. “Hei, Sean, 10 juta adalah lukisan dengan nilai mahal untuk seorang pemula. Tidak banyak pelukis mendapatkan honor dengan nilai seperti itu. Kau tidak boleh berkecil hati karena itu.”


“Ah, ada pemilik dari resto Imperial Resto mengundangmu besok! Pemiliknya ingin kau melukis sesuatu secara pribadi.” Kenzo Karrin berbisik lagi. “Katanya kau akan mendapatkan honour lebih dari 10 juta,” ucap Kenzo Karrin begitu antusias.


“Jadwalkan saja pertemuanku dengan pemilik dari Imperial Resto,” Setelah mengucapkan kata-kata itu, Sean kembali terpikir akan sesuatu yang muncul tiba-tiba di kepalanya. ”Ah, bisakah aku meminta bantuanmu sekali lagi?”


Kenzo Karrin mengangguk penasaran. “Apa yang kau inginkan?”


”Bantu aku memberikan uang ini untuk seseorang tanpa sepengetahuan siapa-siapa. Aku ingin kau memberikan semua uang di dalam amplop untuk ayahku.” Sean kembali mendorong amplop cokelat di atas mejanya.


“Itu tidak masalah bagiku, tetapi untuk sekarang ini sebaiknya aku mengantarmu segera ke asrama dan lukisan media kaca milikmu itu cukup bagus, apakah kau berniat menjadikan kaca itu menjadi sejumlah uang?” Pandangan mata Kenzo Karrin dipenuhi dengan tumpukan dollar setiap dia melihat karya Sean.


Itu juga adalah kabar baik bagi Sean, Tidak ada ruginya mendapatkan sejumlah uang untuk sebuah misi.

__ADS_1


“Sepakat!” balas Sean.


__ADS_2