MY GREAT PAINTER SYSTEM

MY GREAT PAINTER SYSTEM
Hidden Mission 'Perburuan Lukisan'


__ADS_3

[Misi Tersembunyi!]


[Perburuan lukisan]


[Mendapatkan 9 karya seni yang akan dijadikan koleksi Vase Art Gallery]


[Batas waktu: 30 hari setelah misi diberikan]


Sean yang sengaja menunggu pemberian misi hanya bisa diam dan berpikir saat jendela sistem muncul di hadapannya.


“Apakah ini sejenis misi harian atau misi spesial?”


Jenis misi seperti ini tidak pernah Sean dapatkan sebelumnya. Hanya dua misi yaitu misi spesial dan misi harian yang mendominasi setiap jendela sistem muncul. Namun kali ini adalah misi tersembunyi.


“Jadi misi seperti apa?”


Layar kembali muncul dan Sean kembali membaca setiap baris pada tulisan sistem.


[Dapatkan lukisan Marionette]


[Dapatkan lukisan Speak with Vagia]


[Dapatkan lukisan Anathema]


[Dapatkan lukisan Hidden Paradise]


[Dapatkan lukisan Klandestin]


[Dapatkan lukisan Skeptis]


[Dapatkan lukisan Zero Balance]


[Dapatkan lukisan Chain of Eros]


[Dapatkan lukisan Mind Hole]


Sean hanya bisa menatap jendela sistem dengan frustasi. Tidak segan-segan sistem memberikan sembilan tugas dengan batas waktu 30 hari. Itu artinya Sean harus bisa menyelesaikan 3 hari setiap misinya.


Tidak ada waktu bagi Sean untuk duduk santai, dia harus segera menyelesaikan misi di luar kesibukannya untuk belajar dan bekerja.


“Baiklah, aku akan memilih satu nama untuk memulai.”

__ADS_1


Sean kembali membacanya lagi, tetapi perhatiannya terhenti tepat pada lukisan dengan nama ‘Hidden Paradise’. Hanya nama itu yang begitu mudah untuk didengar.


“Aku akan memulai dengan Hidden Paradise!” seru Sean penuh semangat. 


Tidak seperti misi-misi lain yang menuntut tugas ataupun memberi ketegangan untuk berhadapan dengan Dev Morgan, misi kali ini hanya mencari lukisan. Terlihat mudah bagi Sean.


Sistem kembali memunculkan layar transparan di hadapan Sean.


[Misi perburuan lukisan dimulai]


[Hidden Paradise sedang diproses … ]


Tidak lama sistem kembali muncul dengan membawa keterangan yang dibutuhkan Sean.


[Hidden Paradise]


[Pergi ke panti asuhan Eleanor dan temui William Smith]


[Dapatkan Hidden Paradise]


“Baiklah, akan aku mencobanya.” Sean bangkit dan bersiap untuk pergi ke panti asuhan yang ditentukan sistem, tetapi sebuah telepon berdering dan menunda tujuannya.


Tidak hanya satu atau dua kali, pria berkacamata bundar itu selalu memberi perintah pada Sean dan tidak terkecuali di dalam telepon.


Sean tidak memiliki pilihan selain menuju di Ellinden Galleri sebelum menyelesaikan misi berburu lukisan.


***


Sean tidak pernah menyangka saat dia tiba di Ellinden Gallery, semua orang berkumpul untuk menunggunya. Ini tidak terlihat sebagai sebuah sambutan karena petugas keamanan dan Rift Ellinden juga hadir di tempat itu. Namun, perhatian Sean tertuju pada seseorang yang lain.


Dua bola mata biru selain milik Rift Ellinden terlihat di antara kumpulan orang-orang. Ya, tidak ada yang memiliki mata biru selain putra dari Rift Ellinden-Frans. Pemuda itu terlihat berdiri di samping ayahnya dengan senyum licik.


“Hendri menyuruhku untuk datang ke tempat ini, tetapi aku tidak tahu mengapa semuanya berkumpul. Apakah ada masalah?” Kehadiran Sean menjadi pusat perhatian, tetapi Sean mencoba  untuk mengabaikan setiap mata yang memandangnya.


Rift Ellinden hanya menoleh pada Frans sehingga pemuda itulah yang mulai angkat bicara. “Salah satu lukisan dari Najwa Wong, ‘Stuck’ …”


Deg!


Mendengar kata ‘Stuck dalam situasi ini membuat kaki Sean bergetar. Mengapa diantara banyaknya lukisan justru nama ‘Stuck’ lah yang disebut-sebut? Tidak mungkin mereka menyadari bahwa lukisan itu palsu. Sean dan yang lainnya sudah membuatnya sesempurna mungkin.


“Ya, aku adalah orang yang bertanggung jawab untuk kelima lukisan dari Najwa Wong, apakah ada masalah dengan itu?” Sean tampak tenang dari luar, meskipun otak di dalam kepalanya sedang bermanuver tidak karuan. Tidak ada yang boleh tahu bahwa saat ini Sean menyembunyikan kegelisahannya.

__ADS_1


“Saat aku kembali datang lagi, aku merasa … lukisan ‘Stuck’ dari Najwa Wong tampak berbeda dari sebelumnya. Aku berpikir apakah bisa lukisan bisa berbeda dalam satu malam?” Mata tajam Frans menatap Sean seakan dengan mata itu dia bisa menusuk jantung Sean tepat sasaran. “Itu tidak akan mungkin terjadi, kecuali … seseorang menukarnya dengan yang palsu.”


Meskipun Sean tampak tenang, tetapi tubuhnya tidak bisa berbohong saat keringat dingin keluar dari setiap pori kulitnya. Bahkan bila dia tidak bisa mengontrol diri, sudah pasti saat itu juga semua orang di tempat itu dapat melihat Sean mengompol di dalam celana.


Di tengah ketegangan, Rift Ellinden mengajak Sean, Hendri, Frans dan petugas keamanan untuk masuk ke dalam ruang penyimpanan. Mereka masuk tidak menggunakan kunci Sean, melainkan kunci cadangan dari sekuriti. 


Terlalu mencurigakan kedatangan Frans hari ini dan berhasil masuk dengan membujuk petugas keamanan untuk mendapatkan kunci cadangan. Nama Frans tentu saja tidak bisa lepas dari daftar pelaku dari pengrusakan lukisan Najwa Wong.


Meskipun begitu, tetapi Sean tidak bisa gegabah dalam menuduh putra direktur galeri. Apalagi tidak ada satu pun bukti yang mengarah padanya, sungguh mustahil bagi Sean untuk menjadikan Frans sebagai pelaku.


Sean memutuskan untuk diam dan melihat situasi. Tidak perlu mencari pelaku bila lukisan itu tidak terbukti palsu, itu adalah harapan bagi Sean karena berhadapan dengan Ellinden tidak akan semudah itu.


Semua berkumpul di depan lukisan ‘Stuck’ dan dari dekat dengan tampang sok tahunya Frans melihat setiap detail dari warna lukisan itu. Saat jarinya akan menyentuh permukaan lukisan Sean mencegahnya.


“Jangan asal menyentuh, tanpa sengaja kau bisa merusaknya.” Peringatan Sean sukses menghentikan Frans. Jari-jari miliknya gagal mendarat di atas lukisan, tetapi dia hanya tersenyum penuh kemenangan.


“Aku pikir cat lukisan ini masih basah, apakah Najwa Wong mengirimkan lukisan basah untuk Ellinden Gallery?” Frans mendekat pada Sean, dia berjalan memutari tubuh pemuda itu yang hanya bisa berdiri kaku. “Bukannya itu tidak mungkin?”


Mendengar penjelasan dari anaknya membuat tatapan Rift Ellinden tertuju pada Hendri. Dari tatapan itu, Hendri mendapatkan sebuah isyarat untuk mengecek kebenaran dari ucapan putranya. Namun, saat Hendri memeriksanya … dia hanya menggeleng yakin.


“Lukisan ini tidak basah seperti yang diucapkan Tuan Frans.” Pengakuan Hendri membuat rasa percaya diri Frans jatuh di bawah kaki. Kedua mata pemuda itu melesat cepat pada Hendri seolah tidak percaya dengan pengakuannya.


“Kau dengar sendiri, lukisan ini tidak basah seperti yang sudah kau katakan.” Rift Ellinden mengambil alih pembicaraan.


Sean berdiri dengan menyembumbunyikan senyum kemenangan. Bagaimana bisa basah? Berteman dengan Kenzo Karrin begitu menguntungkan, pria itu memiliki fasilitas untuk mengeringkan cat dengan sekejap mata dan sudah pasti dugaan Frans akan terlihat bodoh di depan semua orang.


Rift Ellinden beralih pada kedua sekuriti yang belum diberi kesempatan untuk berbicara. “Apakah dari rekaman kamera pengawas kalian melihat sesuatu yang mencurigakan dari ruangan ini?”


Kedua sekuriti itu saling bertatap pandang satu sama lain dan pada akhirnya mereka menggeleng bersamaan.


“Semua kamera pengawas tidak berfungsi, tidak ada satu pun rekaman dan kami tidak melihat hal mencurigakan di tempat ini.” salah satu petugas keamanan membuat pengakuan secara subjektif.


Benar-benar kemenangan di depan mata! Semalaman Sean dapat bergerak bebas karena sudah mengetahui semua kamera pengawas yang tidak berfungsi.


"Semua yang kau katakan itu tidak bisa menjamin kebenaran dari tuduhanmu. Namun, sebagai pembuktian, aku akan memanggil Najwa Wong untuk mengkonfirmasi keasliannya," kata Rift Ellinden sebelum pergi.


Deg!


Jantung Sean seakan melompat dari mulutnya. Pemuda itu dapat lolos dari tuduhan, tetapi dia dapat mengetahui dengan pasti bahwa Najwa Wong tidak mungkin tidak mengenali lukisannya sendiri.


Ini benar-benar kiamat!

__ADS_1


__ADS_2