MY GREAT PAINTER SYSTEM

MY GREAT PAINTER SYSTEM
Misi Tanpa Informasi


__ADS_3

Pusat perdagangan tepi laut,


Sean datang kembali di toko untuk menemui Chang Shin dan orang yang sedang dicarinya kebetulan ada di dalam toko. Dia sedang sibuk menata barang dagangannya.


Saat Sean datang, Chang Shin menghentikan pekerjaannya. “Kau sudah memiliki tinta itu?”


Cuaca panas di luar ruangan membuat Sean berkeringat dan dia tidak ingin menunda lebih lama untuk masuk ke dalam toko.


Sean mengeluarkan sebuah kotak panjang dan membuka isinya, kemudian dia memperlihatkan pada Chang Shin yang mendekat.


“Tinta yang sudah 10 tahun lamanya tidak mengering sedikit pun, bagaimana kau mendapatkannya?” tanya Chang Shing kembali menatap wajah Sean.


Seperti yang dikatakan Chang Shing, seharusnya tinta dalam kurun waktu penyimpanan 10 tahun seharusnya sudah mengering. Namun, ketika Sean melihat kotak batu sebagai tempat penyimpanan tinta, dia dapat menyimpulkan sedikit jawaban bahwa tempat penyimpanan tinta itulah sebagai penyebabnya.


Tidak seperti kotak kayu yang terpengaruh suhu dan dapat kering dengan terpaan panas. Batu menetralisis suhu dan tidak membuat penguapan pada cairan di dalamnya. Sungguh cara cerdas untuk menyimpan sebuah tinta lukis.


Sean hanya tersenyum bangga akan kemampuan Levin Milline sebagai kolektor. Meskipun pria itu dikenal sebagai kolektor gila, tetapi otaknya cukup pintar untuk sekedar dilabeli dengan kata gila.


“Bisakah kau memperbaiki ‘Zero Balance' secepatnya?” pinta Sean yang langsung disanggupi Chang Shin.


Pria sipit itu segera membawa Sean masuk ke tempat dimana Zero Balance disimpan. Di tempat itu pula, dia memperbaiki beberapa warna dari lukisan yang luntur.


Setelah menyelesaikannya dan memastikan bahwa lukisan itu sudah kering sempurna, Sean segera membawanya. Dengan ini, dia berhasil menyelesaikan dua misi spesial dari sistem.


[Selamat anda telah berhasil mendapatkan ‘Zero Balance’]


[Selesaikan 7 misi lain untuk segera menyelesaikan misi tersembunyi]


Tersisa tujuh misi untuk menyelesaikan misi tersembunyi. Meskipun Sean kesulitan untuk mendapatkan lukisan dari setiap misinya, tidak sedikit pun Sean ingin mengabaikan misi dari sistem. Entah hukuman kejam apa yang akan diberikan sistem untuk itu.


***


Di studionya Sean terpaku diantara lukisan milik Steven Smith dan Chang Shin. Dua lukisan itu benar-benar memiliki makna dalam dan dilakukan dengan teknik yang sulit. Tidak menyangka bahwa pelukis dari dua lukisan itu adalah bocah SMA dan pedagang ilegal.


Puas melihat pencapaiannya, Sean kembai duduk di depan sofa.


“Identifikasi misi tersembunyi,” perintah Sean pada sistem.


Tidak lama sistem muncul dan menunjukkan penyelesaian yang diperoleh oleh Sean.

__ADS_1


[Lukisan Marionette: Belum diselesaikan]


[Lukisan Speak with Vagia: Belum diselesaikan]


[Lukisan Anathema: Belum diselesaikan]


[Lukisan Hidden Paradise: Berhasil diselesaikan]


[Lukisan Klandestin: Belum diselesaikan]


[Lukisan Skeptis: Belum diselesaikan]


[Lukisan Zero Balance: Berhasil diselesaikan]


[Lukisan Chain of Eros: Belum diselesaikan]


[Lukisan Mind Hole: Belum diselesaikan]


Setelah membaca tulisan dari sistem, Sean memutuskan untuk memilih satu misi di antaranya.


“Baiklah, ‘Chain of eros’. Identifikasi data.”


[Chain of Eros sedang diproses ….]


[Chain of Eros adalah karya dari Shiren Bellian]


[Informasi lain tidak temukan]


Sean mengerjap tidak menyangka bahwa misi kali ini hanya memiliki satu informasi saja, yakni nama pelukis itu.


"Shiren Bellian?" Sean kembali teringat akan nama wanita kenalan Kenzo. Wanita itu memiliki nama belakang Bellian yang sama, bisa jadi nama itu memiliki hubungan.


Menerka itu, membuat Sean tidak kunjung juga menemukan jawaban, lebih baik bertanya pada orang yang bersangkutan, paling tidak bertanya pada Kenzo Karrin yang serba tahu.


Belum lama dibicarakan, mobil Kenzo terlihat parkir di depan studio. Pria itu turun, tetapi berputar untuk membuka pintu sebelah kemudi. Sean dapat melihat sepatu hak tinggi milik seorang wanita keluar dari pintu dan menginjak tanah.


"Lihat, siapa yang dibawanya," gumam Sean semangat sendirinya.


Sejauh ini Sean tidak pernah melihat Kenzo Karrin dekat dengan seorang wanita. Namun, sepertinya apa yang dipikirkan oleh Kenzo Karrin tidaklah sama. Pria itu tidak tertarik dengan wanita cantik yang ada di sampingnya dan justru tatapannya terfokus ke atas layar ponsel, berbeda halnya pada Soraya Bellian  yang mencuri pandang saat bersama Kenzo.

__ADS_1


"Kebetulan sekali kau ada disini. Aku sedang mencarimu," ucap Kenzo Karrin setelah melihat Sean di dalam studio.


Pria itu hampir terlihat seperti biasa dan seolah pembicaraan tentang Broom Sweeper  beberapa saat lalu seolah tidak pernah terjadi.


"Hallo, Sean. Kemarin aku sudah menghubungi Kenzo karrin untuk bertemu denganmu." Di belakang Kenzo, Soraya Bellian mengeluarkan sebuah map dan segera memperlihatkan isi map itu. "Ini semua adalah hasil dari rancangan interior dariku."


Wajah Sean menjadi cerah setelah melihatnya. "Waow ini semua diluar ekspetasiku. Semua rancangan ini sangat keren dan memiliki konsep yang kuat."


"Tentu saja begitu, tidak mudah untuk mendapatlan rancangan dari Soraya Bellian." Kenzo Karrin menyahut dan ikut memvanggakan Soraya.


Mendapatkan pujian itu membuat Soraya Bellian menjadi malu. Pandangan kedua matanya turun di tengah ekspresinya yang bersemu merah.


"Tidak seperti yang kalian ucapkan, aku hanya mencoba yang terbaik," ucapnya.


Kembali pada pembicaraan soal rancangan Soraya Bellian, Sean memintanya untuk menaksir biaya renovasi. Saat wanita itu menyebutkan angka 1 miliar, Sean hanya bisa pasrah untuk mempersiapkan 1 miliarnya lepas.


Mau dipikir bagaimanapun, di dalam rekening Sean tersisa 1.100.000.000,00. Bila 1 miliar digunakan untuk renovasi, tentu hanya tersisa 100 juta di dalam tabungan.


Sean pun menyanggupi anggaran untuk renovasi dan menyuruh Soraya Bellian segera memberikan kontrak kerja dan mengeksekusi Vase Art Gallery.


Saat Soraya Bellian menjelaskan kembali tentang rencana pembangunan interior, tiba-tiba Sean kembali teringat akan nama Bellian yang sama.


"Apa kau mengetahui tentang Shiren Bellian?" tanya Sean yang langsung membuat Soraya Bellian dan Kenzo Karin saling bertatap pandang. Kedua ekspresi orang itu tampak rumit dan tidak dapat diartikan Sean dengan mudah.


"Tidak kenal? Aku pikir karena kalian memiliki nama Bellian yang sama, sehingga kalian juga memiliki hubungan darah. Maaf, mungkin mungkin aku salah mengira karena nama kalian," sambung Sean.


Soraya Bellian yang tampak bereaksi terlebih dulu. Dia mengakui bahwa dia mengenal nama yang disebutkan Sean.


Shireen Bellian adalah satu-satunya adik dari Soraya. Usianya tidak berbeda dari Sean, hanya saja dia baru saja drop out dari universitas seni.


Sean sedikit terkejut akan hal itu, tetapi setidaknya dengan mengenal Soraya Bellian akan mempermudah Sean untuk mencari lukisan 'Chain of Eros'.


"Dimana adikmu sekarang? Apakah aku tidak bisa menemuinya?" Pertanyaan Sean hanya ditanggapi Bellian Soraya dengan kediaman, tetapi jelas ekspresi wanita itu sedang dipenuhi keresahan.


Melihat hal itu, Kenzo Karrin mengambil alih pembicaraan Sean. "Apa yang kau cari dari Shiren?"


"Sebuah lukisan," jawab Sean tanpa ragu. "Aku dengar dia memiliki lukisan 'Chain of Eros'. Apa dia tidak menjualnya?"


Ekspresi kedua orang yang ada di depan Sean bertambah keruh. Mereka kembali saling memandang seolah Sean telah mengucapkan kesalahan.

__ADS_1


“Apa?” Sean mulai mencurigai kedua gerak-gerik Soraya Bellian dan Kenzo Karrin. “Apa kalian mengetahui sesuatu?”


“Lebih baik kau melihatnya secara langsung,” ungkap Kenzo Karrin yang membuat Sean bertambah curiga.


__ADS_2