MY GREAT PAINTER SYSTEM

MY GREAT PAINTER SYSTEM
Kerja Sama Awal


__ADS_3

'Tik-tok-tik-tok!'


Sean termenung.


Matahari sudah tenggelam dan terbit kembali, tetapi sistem belum menunjukkan hilalnya. Tidak ada pengumuman misi berhasil, padahal kemarin pihak Dev Morgan sudah bersepakat untuk memberikan investasi padanya.


"Apa kualifikasi keberhasilan misi mengharuskan untuk tanda tangan kontrak terlebih dahulu?" Pikiran Sean kembali mengawang di awang-awang.


Tidak berselang lama, Sean mendapatkan kesadarannya kembali dan dengan kesal dia menggosok kepalanya penuh frustasi. "Benar-benar PHP!"


Ponsel Sean bergetar, sebuah nomor asing masuk melalaui panggilan telepon. Saat Sean menerima panggilan itu, asisten dari Dev Morgan lah yang menghubungi Sean. Mereka ingin bertemu untuk menandatangani kontrak, tetapi sebelumnya mereka ingin memastikan bahwa lukisan yang Sean janjikan benar-benar ada.


Tentu saja keinginan mereka bukan hal sulit. Sean menyanggupi permintaan itu dan memberikan alamat studio agar mereka bisa melihat sendiri lukisan koleksi darinya. 


Setelah pembicaraan telepon usai, Sean menutup panggilan dan dia hanya perlu duduk manis di dalam studio sambil menunggu kedatangan Morgan Investment.


***


Sebuah mobil mewah terparkir di depan studio. Salah seorang pria keluar dan berlari membuka pintu belakang. Tampak sebuah pantofel hitam keluar dan menginjak tanah.


"Datang juga," gumam Sean setelah melihat kedatangan orang yang telah ditunggu-tunggunya melalui kaca studio. Pemuda itu segera melesat ke pintu dan menyambut kedatangan mereka. Namun, Sean dibuat tercengang saat seorang yang lain keluar dari pintu belakang.


"Lu-Luis?" Mata Sean terbelalak saat Dev Morgan keluar bersamanya.


"Aku dengar kau dan anakku saling mengenal." Dev Morgan berkata setelah menyapa Sean.


"Maaf, saya tidak sempat mengatakannya semalam." Sean berkelit dan mempersilahkan tamunya untuk masuk. "Saya dengar, anda ingin sekali melihat koleksi lukisan saya."


"Tentu saja sebagai seorang pebisnis kita harus berbicara tentang bukti relevan, bukan hanya perkataan belaka." Dev Morgan terkekeh.

__ADS_1


Sean segera mengantar kedua orang itu masuk di ruang penyimpanan dan memperlihatkan lukisan 'Pompom' dari Elizabeth Chang, beralih dengan itu Sean juga memperlihatkan 'Pseudo' dari Najwa Wong. 


"Di mana lukisan K.Karrin yang kau katakan?" Setelah tercengang melihat kedua lukisan dari dua nama pelukis besar tidak cukup membuat Dev Morgan puas akan hal itu. Lukisan yang melegenda dari K.Karrin lah yang saat ini dicarinya.


"Ah, Red Ballerina?" desah Sean yang langsung menunjuk ujung jarinya pada lukisan dari Kenzo Karrin.


Dev Morgan langsung menamatinya secara mendalam. "Tidak salah lagi! Aku pernah satu kali melihat seorang kolektor menggantung lukisan ini di rumahnya, tetapi tidak lama dia menjualnya dengan harga tinggi pada seorang yang misterius. Lukisan ini asli!"


Sean tidak menanggapi ucapan Dev Karrin, kepalanya sedang terdistorsi tentang kata kunci dari seorang yang asing. Pasti tidak akan ada yang menyangka bahwa pelukis itu sendiri yang membeli lukisannya dan membuat miliknya hilang dari peredaran.


Saat pandangan Dev Karrin Beralih, dia menemukan lagi satu lukisan yang tidak asing dan langsung menyebut namanya. "Lihat ini, 'Calico' dari karya Elmi Carens!"


"Sepertinya anda mengetahuinya," Sean berdampingan dengan Dev Morgan dan mengucapkan apa yang telah membuatnya penasaran.


"Tentu saja, saat awal aku merintis perusahaanku, aku menanam modal untuk galerinya dan berhasil mendapatkan keuntungan besar dalam pamerannya. Sayangnya, aku dengar Elmi Carens sudah pensiun dari dunia seni karena mengalami gangguan penglihatan. Secara tidak langsung, semua lukisan karyanya melesat dengan harga tinggi." Dev Morgan kembali terpikir tentang nilai dari 'Calico'.


Rangkaian ucapan itu membuat Sean tersenyum puas dengan semua lukisan koleksinya. Coba bayangkan, berapa total miliar yang Sean gantungkan pada setiap nilai dari lukisan-lukisan itu. Benar-benar membuat Sean menjadi seorang miliader tanpa harus memiliki aset properti atau satu pun mobil mewah, bukan?


Dev Morgan tampak puas dengan semua ucapan mengesankan yang tidak jauh mudah dari anaknya sendiri. Sementara Luis hanya mengekor dengan patuh di belakang ayahnya.


"Saya sudah menjamin keaslian lukisan ini, apakah kita bisa segera menandatangani kontraknya?" Ucapan Sean disetujui dengan mudah oleh Dev Morgan.


Mereka segera menuju sofa untuk duduk dan membicarakan tentang kontrak. Saat Sean ikut beralih pada Dev Morgan, dengan cekatan Luis menahannya.


"Apa?" tanya Sean.


"Bagaimana bisa kau mendapatkan semua lukisan ini?" Luis bertanya penuh rasa penasaran. 


Sean hanya tersenyum menanggapinya, "Sepertinya aku lupa memintamu untuk merahasiakannya."

__ADS_1


Luis terperangah sesaat. Belum sempat berkata lagi, Sean mengajaknya duduk bersama Dev Morgan dan segera menandatangani kontrak. Namun, ada hal mengejutkan dalam peristiwa itu. Dev Morgan memberikan sepenuhnya bagian saham Morgam Investnen pada galeri untuk anaknya-Luis.


"Apa yang kau bicarakan, Dad?" Seperti kejatuhan duren tanpa duri, Luis mendapatkan rezeki besar yang tidak pernah diduga. "Apa aku sudah salah dengar?"


Tanpa mengubah ekspresi, Dev Morgan memukul pelan dokumen yang dia bawa pada kepala Luis. "Apa aku harus mengatakan dua kalinya bahwa aku akan memberika semua saham galeri yang dimiliki Morgan Investment  padamu."


"Ya? Memberikan pada siapa? A-aku?" tunjuk Luis pada dirinya sendiri. Wajah Luis seketika menjadi cerah saat kata-kata Dev Morgan sudah menembus gendang telinga Luis. Pemuda itu beralih pada Sean. "Kau dengar itu, Sean? Aku mendapatkan saham pada galeri. Dengan ini aku resmi menjadi investormu?"


Tidak ada yang menduga bahwa Luis menitih karirnya semudah Dev Morgan memberikan sekian saham yang dimiliki Morgan Investment. Tidak akan bisa dipungkiri bahwa Sean iri dengan hal itu, tetapi sistem yang tertanam pada dirinya akan membawa Sean pada keberhasilan yang lebih mudah dari apapun.


Sean ikut senang dengan kabar itu. Namun, wajah dengan ekspresi buruklah yang diperlihatkannya pada Luis.


"Kita dapat merayakannya lain hari dan lebih penting segera tandatangan kontrak secepatnya," tekan Sean yang membuat Luis tersadar dengan tujuan awalnya.


Baik Luis, Dev Morgan dan Sean segera membubuhkan tanda tangan di atas kontrak dan saat itu juga semua kerja sama di antara mereka terjalin.


Saat ini juga … Morgan Investment akan mendanai sekian persen galeri yang akan dipimpin oleh Sean Herdian.


Setelah Dev Morgan kembali pulang bersama anaknya, jendela sistem muncul di hadapan Sean.


[Selamat! Anda telah berhasil menyelesaikan misi spesial]


[Hadiah: Anda akan mendapatkan saham terbesar dari Vase Art Gallery]


[Nama Sean Herdiana akan menjadi direktur utama Vase Art Gallery]


[Lokasi: Midle Road 21-25 Street]


[Dokumen kepemilikan akan segera dikirim di tempat anda]

__ADS_1


[Kunci galeri akan segera dikirim di tempat anda]


"Hadiah yang mengagumkan," gumam Sean sendirinya. Pemuda itu tampak tidak bisa lagi menyembunyikan senyun puas di wajahnya.


__ADS_2