MY GREAT PAINTER SYSTEM

MY GREAT PAINTER SYSTEM
Harmoni Warna 'Tender Air'


__ADS_3

Setelah kelas berakhir, Sean kembali ke asrama. Di sana, Zavier datang membawa sebuah paket untuknya.


Rupanya hadiah dari misi beberapa waktu lalu baru sampai hari ini.  Sean membuka isinya dan menemukan cat air 'Mikro Spaces' tipe satu yang berjenis water colour.


"Aku tidak pernah melihat cat air seperti ini sebelumnya, pasti benda itu memiliki kualitas tinggi, sama halnya seperti 'Broom Sweeper'," gumam Sean sendirinya.


Barang baru itu membuat Sean tergugah untuk mencoba, tetapi tempat ini tidak dirasa aman. Dia tidak mau Frans dan Felix menemukan jejak-jejak lukisannya lagi. Itu akan mempersulit diri Sean sendiri.


Sean memutuskan untuk mencobanya di studio, tempat yang aman dan nyaman dimana dia bisa sendiri tanpa perlu berpura-pura menjadi seorang pecundang. Sean membawa kedua barang itu dan segera pergi ke studio. Pemuda Itu sudah tidak sabar akan mencobanya.


'Harmony Spaces' adalah tema yang diberikan Pak Klano untuk ikut berpartisipasi dalam pameran Emerald Art mendatang. Sean mendapatkan waktu cukup lama untuk menyelesaikannya, tetapi tidak ada alasan bagi Sean untuk terus menunda.


Terakhir kalinya, Sean telah menyelesaikan cat dasar dan untuk selanjutnya dia harus menyempurnakan keseluruhan dari lukisan itu. Mencoba menggunakan hadiah dari sistem adalah bantuan sempurna untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.


"Aktifkan kemampuan ‘Dragon’s Hand’.”


[Dragon’s Hand berhasil di aktifkan]


Dragon's Hand digunakan untuk meningkatkan kemampuan dasar pelukis. Sean pernah mencoba kemampuan itu beberapa kali, tetapi saat ini berbeda. Dia ingin menambahkan kemampuan lain dari hadiah pemberian sistem.


“Aktifkan Broom Sweeper’.”


[Broom Sweeper berhasil diaktifkan]


“Aktifkan Mikro Spaces’ tipe 1.”


[‘Mikro Spaces’ telah berhasil diaktifkan]


Sekarang, kemampuan dari set kuas dan cat airnya sudah aktif. Semua kemampuan itu diaktifkan secara bersamaan dan segera diuji di atas kanvas. Akan tetapi ….


“Waow! Indah!” Rahang Sean terbuka tanpa bisa berkomentar.


Hasil dari ketiga kemampuan itu tidak bisa diragukan lagi. Benar-benar bukan seperti lukisan Sean.


Sebuah subjek angsa yang hendak terbang dari atas danau berwarna nila memiliki kelebihan dari beberapa aspek. Warna yang didominasi ungu-pink-putih membentuk sebuah gradasi lembut dengan tone warna yang tidak membentang jauh.


“Aku akan menamainya dengan …” Sean meletakkan kuas dan tampak sedikit berpikir. Dia sedang mencari nama yang sesuai untuk lukisannya. “Tender Air!”

__ADS_1


Tender Air yang berarti udara lembut menggambarkan suasana dalam lukisan itu yang dipenuhi atmosfer halus seperti sedang berada di dimensi lain.


Perhatian Sean beralih pada suara mobil yang berhenti di depan studio. dari pintu kaca, Sean dapat melihat Kenzo Karrin turun dan masuk ke dalam.


“Kebetulan sekali!” batin Sean pergi menyambutnya.


Kenzo Karrin tidak membutuhkan alasan yang bagus untuk datang ke studio Sean. Tempat ini sudah seperti tempatnya sendiri. Sesuka hati Kenzo Karrin keluar-masuk pintu studio tanpa harus mendapatkan izin dari si pemilik. Namun, Sean tidak keberatan dengan hal itu. Baginya, Kenzo adalah gurunya yang membuat Sean minus hormat.


“Kebetulan kau datang, ada yang ingin aku perlihatkan.” Sean menunjukkan lukisannya yang masih lembab. “Namanya ‘Tender Air'.”


“Lukisan untuk pameran di Emerald itukah? Kau pernah bilang temanya adalah ‘Harmony Spaces’ dan lukisan ini benar-benar mewakilinya.” Kenzo Karrin tampak tidak puas hanya dengan melihat, dia mendekatkan wajahnya pada lukisan itu dan memperhatikan setiap detail di dalamnya. “Coba berikan aksen yang lebih kuat pada bulu angsa, perhatikan juga penyinaran dan aku mengakui kau bisa membuat spot light yang begitu lembut dan membaur dengan warna-warna latar. Coba berikan pencahayaan di bagian atas tubuh angsa, pada bagian iris mata binatang itu dan juga riak-riak kecil pada permukaan danau.”


Sean mendengarkan saran dari Kenzo Karrin dan melanjutkan lukisannya lagi, tetapi Kenzo tidak henti-hentinya memberikan saran.


“Akan terkesan lebih dramatis bila kau meletakkan beberapa bulu yang terbang dan beberapa lagi yang mengambang di air,” lanjut Kenzo Karrin yang tidak bisa ditolak.


Sean tahu, saran dari Kenzo Karrin akan meningkatkan kemampuannya sendiri, jadi dia tidak memiliki pilihan selain mengikuti keinginannya.


Tidak lama, mereka telah menyelesaikan lukisan itu. Hasil yang cukup baik untuk seorang seniman pemula dan masih menyandang label seorang mahasiswa.


Dari sini, Sean mengakui apa yang diketahui Kenzo Karrin tentang lukisan memanglah bukan pengetahuan yang biasa. Bila tidak, pria berkacamata itu tidak akan pernah bisa menyelesaikan ‘Blood of a Patriot’ dengan kemampuan level tinggi.


“SH?” cetus Kenzo Karrin yang mengamati inisial namanya. “Mengapa tidak kau tuliskan saja namamu?”


Sean tersenyum pahit seakan pandangannya menyimpan sesuatu yang menyakitkan, “Aku pernah mengatakan padamu bahwa terkadang aku harus berada dalam kondisi tertentu dan saat ini adalah salah satunya.”


Kenzo Karrin memandangnya tidak mengerti, tetapi Sean tidak memberikan jawaban yang pasti. Dari pada terbelenggu dalam suasana yang membuatnya tidak nyaman, pemuda itu beralih melihat ponselnya.


Sebuah pesan masuk dan Ellian adalah pengirimnya. Mereka berjanji untuk bertemu di rumah Ellian untuk berlatih melukis dan Sean pun menyetujuinya.


Sean bangkit dan membereskan barang-barang di atas meja. Melihat hal itu, Kenzo Karrim memandangnya penasaran.


“Kemana? Akan aku antar.” Seperti biasa, Kenzo Karrin mengajukan diri untuk mengantar Sean. Pemuda itu menyetujuinya dan mereka masuk ke dalam mobil.


“Kemana tujuanmu?” Kenzo Karrin tidak memperhatikan Sean, dia sedang mengencangkan sabuk pengaman.


“Ke rumahmu,” jawab Sean tanpa dosa.

__ADS_1


Sontak pandangan Kenzo terangkat dan menatap Sean dengan tajam. “Apa maksudmu?”


“Ah, aku harus menemui Ellian sekarang. Kau tidak ingin membuatnya menungguku, bukan?” goda Sean yang tidak terbukti hanyalah sebuah candaan.


Kenzo Karrin terdiam dengan ekspresi kaku seperti batu, “Kau … apa kau sering berduaan bersama Ellian di rumahku?”


“Tentu saja iya. Tidak perlu merasa khawatir karena calon adik iparmu adalah seorang miliarder,” komentar ringan Sean yang sukses membuat kepala Kenzo Karrin terbakar.


***


Meskipun Kenzo tidak menyukai kedekatan Sean dengan adiknya, dia tetap melajukan kendaraannya kembali ke rumah. Di luar, sudah ada Ellian yang menunggu Sean.


Sean keluar dan langsung menyapa Ellian, mereka pun segera masuk dan menganggap kehadiran Kenzo Karrin hanyalah sebagai asap dari obat nyamuk. 


Di dalam rumah Ellian, Sean segera membuka buku gambarnya, begitu pun dengan Ellian. Gadis itu memamerkan hasil dari latihannya selama ini.


“Itu bagus, kau harus berlatih lebih giat lagi untuk mencapai standar. Ujian penerimaan mahasiswa akan dibuka sebentar lagi, kau tidak ingin gagal menjadi mahasiswa seni, bukan?”


Ucapan Sean membuat semangat Ellian membara, dia begitu termotivasi mengikuti jejak dari orang yang diidolakannya.


Setelah latihan selesai, Sean bergegas untuk pulang, tetapi Kenzo menahan pemuda itu. Dia mengajak Sean dan Ellian untuk makan malam bersama.


***


Di sebuah restoran mewah, ketiga orang itu duduk berhadapan. Sambil menunggu makanan disajikan, mereka berbincang ringan.


“Kau ingat dengan temanku Alice, Sean?” tanya Ellian pada Sean. Pemuda itu hanya mengangguk mengiyakan atas ingatan dari pemilik kucing yang bernama Boboy. “Dia ingin meminta bantuanmu atas permintaan kakeknya.


"Neneknya?" Kenzo menyahut. "Itu berarti Elmi Carens. Dia pelukis di eranya. Di umurnya yang sudah menua, Elmi Carens kehilangan penglihatan karena katarak."


"Seperti yang kakak ketahui, Elmi Carens adalah nenek Alice. Setelah mendengar cerita cucunya tentang Sean, dia tertarik ingin meminta bantuan padanya."


Setelah mendengar penjelasan kakak-beradik di hadapannya, Sean jadi sedikit mengerti. Tidak ada salahnya untuk menolong Alice dengan kemampuannya.


Sean tampak sedikit berpikir. "Lukisan apa yang dia inginkan?"


"Kenangannya," jawab Ellian. "Elmi Carens ingin kau melukiskan kenangan di masa mudanya bersama suami Elmi Carens."

__ADS_1


Itu adalah suatu hal yang mustahil bagi Sean, bagaimana dia bisa melukiskan kenangan seseorang yang bahkan tidak pernah diketahuinya? Apalagi Sean lukisan itu diperuntukan untuk seorang yang penglihatannya tidak berfungsi. Mustahil!


__ADS_2