MY GREAT PAINTER SYSTEM

MY GREAT PAINTER SYSTEM
Surealisme Pertama 'Plate'


__ADS_3

[Misi Harian]


[Melukis dengan gaya surealisme]


Tulisan yang ada pada jendela sistem membuat kepala Sean berdenyut nyut-nyutan. Bagaimana bisa sistem memberukan misi yang tidak pernah dibuatnya sama sekali?


Surealisme bukanlah gaya yang tidak mudah ditiru pelukis awam, butuh imajinasi tinggi untuk dapat mengekspresikannya di atas kanvas. Tidak banyak pelukis yang memiliki gaya lukis seperti itu meskipun Sean tahu bahwa salah satu nama pelukis terkenal surealisme adalah Kenzo Karrin.


“Apa aku minta bantuan padanya saja, ya?” pikir Sean sendirinya.


Sistem hanya membuat misi  tanpa memiliki standar nilai, bukannya itu adalah celah yang dapat dimanfaatkan Sean untuk sekedar melakukannya.


Di tengah pikiran Sean yang berputar-putar bagaikan bianglala, ponsel miliknya berdering dan nama Kenzo Karrin adalah nama dalam panggilan itu.


“Dia muncul setelah namanya dibicarakan, benar-benar mirip hantu saja,” komentar Sean sebelum menjawab panggilan itu.


Kenzo Karrin membicarakan tentang pemilik restoran yang membeli 'Silent Hapiness’ darinya. Saat ini dia ingin bertemu dengan Sean secara pribadi. Pertemuan itu sedikit mendadak, tetapi hari ini jadwal dari Kenzo Karrin sedang padat sehingga dia tidak bisa mengantarnya ke tempat pemilik restoran.


Tanpa menunggu lebih lama lagi, Sean segera pergi dan menunda untuk mengerjakan misi harian dari sistem.


***


Setelah tiba di tempat janjian, Sean bertemu langsung dengan seorang pria seusia Kenzo Karrin. Pria itu memakai setelan jas licin dan bahkan sean bisa mencium samar aroma parfumnya yang tidak menyengat. Dapat dilihat juga pantofel hitamnya benar-benar mengkilap seperti refleksi dari cermin. Rambut klimis yang disisir ke belakang dan tempat kantor yang tertata rapi bahkan tidak adapun setitik debu bersarang benar-benar menampakkan jiwa perfeksionisnya.


“Aku Yohan Hillion, senang bertemu denganmu.” Sikap tegas dari pria yang mengenalkan diri dengan nama Yohan bertimpang terbalik dengan dirinya.


Saat Yohan Hillion mengulurkan tangan, Sean menjabat  tangannya dan memperkenalkan diri. Namun, setelah itu Sean dibuatnya terkejut. Tanpa sungkan Yohan Hillion membersihkan tangannya.


Seann tidak bisa protes, dia hanya tersenyum kecut dan melebelkan sebuah sebutan baru untuknya, Pria gila bersih!


Si pria gila bersih langsung membicarakan apa yang dia inginkan.“Lukisan surealisme! Bisakah kau membuatkannya untukku?”


Bianglala yang ada di kepala Sean seakan berputar kembali. Keinginan sederhana itu sukses membuat pusing dirinya.

__ADS_1


“Mengapa anda menginginkan itu? Saya pikir ada beberapa pelukis surealisme di tempat ini, seharusnya anda bisa mendapatkan pelukis surealisme dengan nama besar.” tanya Sean tampak menutupi rasa frustasinya.


“Itu benar, aku sudah melakukan kontrak dengan salah satu pelukis, tetapi dia membatalkan kontraknya secara tiba-tiba. Aku juga tidak bisa menyewa pelukis lain yang memiliki keahlian sama dengan waktu yang benar-benar singkat. Mereka memiliki daftar antrian panjang dan aku tidak bisa menunggunya lebih lama.” Yohan Hillion menjelaskannya dengan sikap profesional. 


“Berapa waktu yang anda butuhkan untuk lukisan itu?” Sean sedikit tertarik dengan tantangan dari si pria gila bersih.


Pria itu hanya tersenyum penuh arti dan mengucapkan sepatah kata penuh tekanan. “Besok malam.”


Duar! Seakan ada bom molotov meledak di kepala Sean. Selain pria gila bersih, Yohan Hillion juga adalah si gila yang benar-benar gila. Bagaimana dia bisa menyuruh seorang pelukis menyelesaikan karyanya dalam semalam?


“Besok adalah acara pembukaan cabang dari Imperial Resto yang kedua. Berita tentang dipasangnya lukisan surealisme sudah menyebar pada tamu undangan dan mustahil bagiku untuk membatalkannya,” sambung Yohan Hillion. “Saat Kenzo Karrin menawarkan ‘Silent Hapiness’ padaku, aku pikir kau adalah orang yang tepat untuk melakukan itu.”


“Tetapi saya tidak pernah melakukan surealisme sebelumnya, mengapa anda memberikan pekerjaan itu untuk saya?” sanggah Sean.


Yohan Hillion kembali tersenyum. “Itu karena Kenzo Karrin yang membawamu.”


Nepotisme! Itu adalah nepotisme!


Sean tidak menyangka bahwa hubungan dengan Kenzo Karrin dapat membuat dampak besar. Hubungan menguntungkan itu tentu tidak bisa ditolak Sean, tetapi dirinya tidak akan bisa berbuat hal lain tanpa nama Kenzo Karrin.


Karya yang akan dikerjakan Sean memiliki nilai yang cukup tinggi. Meskipun dia tidak mengetahui karya surealisme Sean, pria itu memberikan angka taruhan yang cukup besar untuknya.


“Deal!” jawab Sean sepakat.


***


Sean tidak bisa membuang waktu, dia harus pergi ke studio untuk segera menyelesaikan pekerjaannya.


Saat turun dari taxi, Sean melihat Kenzo Karrin sudah menunggu di depan. Tubuhnya bersandar di luar body mobil dan sesekali melihat arloji. Saat melihat kedatangan Sean, pria itu langsung datang menyambutnya.


“Dari pada menunggu di sini, bukankah lebih baik kau menghubungiku saja?” protes Sean.


“Aku hanya tidak ingin mengganggumu saat melakukan pertemuan dengan Yohan Hillion. Itu saja.”

__ADS_1


Setelah mendengarkan jawaban darinya, Sean memberikan sebuah kunci pada Kenzo Karrin, tetapi pria itu hanya terperangah tidak mengerti apa maksud pemberian Sean. “Apa ini?”


“Kunci cadangan,” jawabnya singkat. Sean membuka pintu studionya dengan kunci lain yang disimpan di dalam saku. “Itu adalah kunci studio dan gunakan kapanpun saat kau ingin masuk di tempat ini.”


Kepercayaan besar Sean terhadapnya membuat Kenzo Karrin terenyuh. Tidak hanya berbagi tempat privasi, Sean juga mempercayakan lukisan bernilai miliaran rupiah yang disimpan di dalam studionya pada Kenzo Karrin. 


Keluar dari masalah itu, Sean menceritakan keinginan Yohan Hillion tentang lukisan bergaya surealisme dan Kenzo Karrin menawarkan bantuannya.


Dengan bimbingan ketat dari Kenzo Karrin, Sean memulai pekerjaannya dan dengan diam-diam dia mengaktifkan kemampuan spider Hand.


[Kemampuan spider Hand diaktifkan]


Setelah 8 jam perjuangan, mereka menyelesaikan sebuah lukisan yang diberi judul … ‘Plate’.


‘Lukisan yang dilukis Sean tidaklah serumit seperti semua lukisan dari Kenzo Karrin. Dia tidak memiliki waktu untuk membuat setiap detail halus yang akan menghabiskan banyak waktu. Semua itu tidak akan bisa dilakukan Sean meski dengan bantuan spider hand.


“Bagaimana menurutmu?” Sean bertanya pada Kenzo Karrin tiba-tiba. “Aku tahu lukisanku tidaklah sebagus lukisanmu. Jangan terlalu kecewa telah mengajariku.”


“Kau salah Sean. Semua gaya lukisan setiap orang berbeda. Semua itu dipengaruhi oleh pengalaman, emosional bahkan karakter dari pelukis itu sendiri. Sejauh ini, lukisanmu memiliki keunikan sendiri dan ‘Plate’ adalah salah satu buktinya.” Kenzo Karrin tidak tampak berusaha menghibur, tetapi di kedua matanya jelas sedang membicarakan hal rasional.


‘Plate’ bukanlah lukisan biasa. Lukisan potrait seorang pria bertopi dengan menggambar sebuah piring putih untuk menggantikan gambar wajah. Sebagai point of interest, Sean menggambarkan satu kumis di antaranya.


Dari karya itu, Sean dapat menginterpretasikan kerumitan imajinasi dalam dirinya menjadi sesuatu yang sederhana dan Kenzo Karrin adalah orang dapat mengetahui nilai dari diri Sean.


Setelah pembicaraan itu Kenzo Karrin menawarkan untuk menggunakan mesin pengering yang ada pada galerinya. Mereka berlanjut menuju di tempat itu dan menyerahkan 'Plate' kepada Yohan Hillion.


[Selamat! Anda telah menyelesaikan misi]


[Hadiah: Mikro Spaces tipe 3]


[Mikro Spaces tipe 3 adalah set cat acrylic dengan kualitas tinggi]


[Anda dapat menggunakan Mikro Spaces tipe 3 tanpa adanya batasan]

__ADS_1


[Barang akan segera dikirim di tempat anda]


__ADS_2