MY GREAT PAINTER SYSTEM

MY GREAT PAINTER SYSTEM
Lukisan Terkutuk 'Cursed Chain'


__ADS_3

‘Golden Parallel’ yang bertambah pengunjungnya, membuat Sean menghindar. Di sudut ruangan, pemuda itu menyepi dengan memperhatikan setiap orang yang dijangkaunya.


Tidak mungkin bisa menemukan 1 orang di tengah kerumunan yang wajahnya saja tidak pernah Sean lihat. Sean menyadari usahanya yang sia-sia, tetapi pandangannya beralih pada Kenzo Karrin yang mendampinginya.


“Apa kau mengenal seorang bernama Levin Milline?” Ide untuk bertanya pada Kenzo datang di saat dia sudah menyerah mencarinya sendiri.


Kenzo Karrin tampak terkejut mendengar nama itu, tetapi ujung jarinya menunjuk pada seorang pria tua yang menyendiri di sisi lain ruangan.


“Kau lihat pria di sana?” ujung jari Kenzo Karrin beralih pada pria berjas silver. “Satu-satunya pria yang memiliki nama Levin Milline adalah dirinya. Aku hanya akan menyarankan suatu hal padamu, tapi kau ….”


Sejenak, Kenzo Karrin tampak enggan melanjutkan penjelasannya. Namun, Sean memandanginya dengan tatapan memohon.


“Oke, baiklah!” Kenzo Karrin menyerah dan mengangkat kedua tangannya. “Aku hanya ingin menyarankanmu untuk tidak memiliki urusan dengannya. Dia adalah salah satu kolektor yang suka membawa lukisan-lukisan kuno, tetapi sikapnya yang serakah tidak membuat orang lain menyukainya.”


“Apakah dia seburuk itu?” tanya Sean yang tidak sepenuhnya percaya pada keterangan Kenzo Karrin.


Pria di samping Sean berbisik dengan ekspresi serius. “Ya, bahkan lebih buruk dari apa yang kau bayangkan. Pria tua itu memiliki kepribadian yang buruk.


Sean memasang ekspresi tegang. Sejujurnya, dia ingin mengurungkan niatnya untuk menemui Levin Milline, tetapi dia adalah satu-satunya orang yang memiliki ‘Cursed Chain’.


“Akan aku coba sendiri.” Itu adalah jawaban Sean untuk membuktikan keterangan Kenzo Karrin.


Sean mengambil segelas minuman dingin dari nampan seorang pelayan yang lewat. Tanpa niat yang ditutupi, dia berdiri di samping Levin Milline dan memberikan satu gelas untuknya.


“Untukku?” tanggapan Levin Milline yang menaruh curiga pada Sean.


"Benar."


“Tidak aku terima!” Pria tua itu tersenyum kecut dan berpaling dari Sean. Dia membiarkan pemuda itu mengangkat satu gelas untuknya. Tidak tahan dengan itu, Sean menarik lagi atas apa yang dia berikan.


“Aku menginginkan satu lukisan yang ada padamu,“ jelas Sean tanpa bertele-tele.


“Tidak ada satu lukisan milikku yang akan aku berikan pada orang lain.” Tanpa menatap lawan bicaranya, Levin Milline menolak dengan tegas. 


Seperti apa yang telah Kenzo Karrin katakan, pria tua ini memang memiliki kepribadian yang buruk. Sean tidak tahan, tetapi dia kembali menguji kesabarannya.


“Bahkan, kau tidak mau mendengar lukisan apa yang aku inginkan?” protes pemuda itu sambil menenggak minuman yang gagal diberikannya pada levin Milline.


“Kau tuli? Kau tidak akan mendapatkan apapun dariku!” Pria seperti ini adalah pria yang paling dihindari oleh investor seni, seorang seniman, atau sesama kolektor sendiri, begitu juga oleh Sean.

__ADS_1


Jawaban Levin Milline selalu ketus tanpa mau mendengarkan perkataan orang lain. Dari sini, kesabaran Sean sudah lenyap.


“Aku menginginkan ‘Cursed Chain’ darimu.” tegas Sean yang menunjukkan sisi keras kepalanya.


Mendengar kata-kata itu, ekspresi Levin Millene menjadi kaku. Wajahnya menoleh seperti robot dan matanya terbelalak seperti koin seratus perak.


“Cursed Chain?” ucapnya kembali.


"Benar, aku menginginkan lukisan itu." 


Sontak Levin Milline mencengkram kedua bahu Sean dan mengguncangkannya. "Apa yang kau bicarakan tentang 'Cursed Chain? Itu adalah lukisan terkutuk! Semua orang yang memilikinya dikutuk dan jatuh dalam kemalangan. Mereka semua berakhir miskin dan mati sia-sia!"


Tidak ada satu poin pun dari ucapan Levin Milline yang Sean ketahui. Sistem hanya memberikannya misi untuk mendapatkan 'Cursed Chain' tanpa mengetahui asal-usul lukisan itu.


"Apakah kau percaya akan mitos mengenai kutukan?" Sean mencoba tidak mempercayai cerita Levin.


Levin Milline mengawasi keadaan sekitar. Saat dia yakin bahwa tidak ada orang yang memperhatikannya, pria itu berbisik lirih. "Cursed Chain telah membunuh keluargaku, lukisan terkutuk itu juga membuatku gila!"


Dari kedua pernyataan itu, Sean lebih mempercayai atas pernyataan terakhirnya. Dilihat dari segi apapun, Levin Milline memang tampak gila.


"Berapa yang kau inginkan untuk lukisan itu?" Sean cukup muak mendengar lukisan terkutuk itu. Dia ingin agar Levin Millian menentukan nominal harga dan Sean dapat menyudahi misinya.


Meski sedikit menakutkan, Sean menyukai barang gratisan. Mereka sepakat untuk pergi ke rumah Levin dan mengambilnya sendiri.


Sean meninggalkan Kenzo Karrin di 'Golden Parallel' dan hanya memberikan sebuah pesan bahwa dia sudah pulang sendiri tanpa meninggalkan penjelasan yang lain.


***


Di dalam rumah Levin Milline, pria itu membuka sebuah peti kayu dan langsung menunjukkan isinya pada Sean.


"Ambillah! Aku tidak mau menyentuh barang terkutuk itu lagi!"


Kepercayaan akan kutukan dari lukisan itu membuat Levin menguburnya di dalam kotak kayu, meletakkan benda itu pada bagian terdalam gudang dan enggan menyentuhnya apapun yang terjadi.


Dengan terpaksa, Sean mengambil lukisan itu. Tidak seperti namanya, lukisan yang berukuran 50x80 centimeter melukiskan sebuah kecantikan seorang perempuan berambut panjang. Perempuan dalam lukisan itu hidup di era revolusi, terlihat dari mode gaunnya yang tren di abad 18.


"Dengan ini jual beli tidak bisa dibatalkan. Aku sudah membelinya tanpa biaya dan sekarang aku akan membawanya."


Saat Sean pergi, Levin Milline sempat menahannya. "Berhati-hatilah, lukisan itu benar-benar dikutuk!"

__ADS_1


Sean enggan menanggapi peringatan itu. Dia segera memanggil taxi dan membawa 'Cursed Chain' untuk di letakkan di atas meja.


[Selamat! Anda telah menyelesaikan misi!]


[Hadiah: Anda mendapatkan 1 miliar]


[1 miliar anda akan segera dikirim ke dalam rekening]


Ketakutan Sean atas cerita dari kutukan itu lenyap setelah melihat nominal uang yang didapatkan dari misi. Uang memang bisa melakukan apapun, termasuk menjadikan lukisan terkutuk menjadi lukisan penuh berkah.


***


'Broom! Broom!'


Sedan hitam terparkir di depan galeri. Dengan secepat kilat, Kenzo Karrin yang ada di dalam kursi pengemudi melompat keluar. Dia masuk ke dalam galeri dengan terburu dan setelah melihat Sean ada di dalam, ekspresi tegang Kenzo Karrin lenyap saat itu juga.


"Kau baik-baik saja?" Cukup sulit bagi Kenzo Karrin untuk berbicara dengan napas yang terengah-engah. Dia kembali dapat berkata dengan baik setelah mengatur napasnya. "Kau menghilang dan tidak menjawab teleponku. Sebenarnya apa yang telah terjadi?"


"Aku sudah meninggalkan pesan untukmu," jawab Sean santai dan kembali melihat ponselnya. Ada 90x panggilan tidak terjawab dari Kenzo Karrin.


"Tidak ada penjelasan apapun dalam pesanmu," sahut Kenzo segera.


"Kau tidak perlu khawatir karena aku hanya sedang berburu lukisan dari salah satu kolektor yang aku temui." Sean kembali memberikan Kenzo Karrin sebuah penjelasan.


Saat mendengar kata lukisan terucap di mulut Sean, pandangan Kenzo Karrin beralih pada 'Cursed Chain'. Tidak cukup puas untuk melihat dengan jarak itu, Kenzo mendekatkan lukisan itu dan dengan mata menyipit dia menatapnya dengan lekat.


"Lukisan ini …." Ucapan Kenzo Karrin terhenti dan ekspresinya tampak sedang berpikir keras. "Ini … huwaah! Lukisan ini adalah 'Cursed Chain'. Benar! Ini adalah lukisan terkutuk itu!"


Setelah sadar akan sesuatu, Kenzo Karrin melemparkan lukisan itu pada tempatnya dan hampir membuat lukisan itu terjatuh. 


"Kembalikan! Kembalikan benda ini pada Levin Milline. Lukisan ini pembawa sial!" Kenzo Karrin berbicara dengan suara tinggi.


Sepertinya lukisan ini cukup terkenal sehingga Kenzo dapat mengetahui pemilik lukisan ini sebelumnya. Sean tidak mengindahkan hal itu, dia mengambil lukisan yang tergeletak dan meggantungnya di tempat penyimpanan.


"Apakah kau tidak tahu cerita sebenarnya?" Kenzo Karrin menyusul Sean dan berusaha keras menjelaskan sejarah lukisan itu. "Lukisan ini dibeli murah oleh ayah dari Levin Milline. Memang, lukisan itu bernilai tinggi tetapi orang yang memilikinya menjualnya dengan harga tidak masuk akal. Penjual itu mengatakan bahwa dia mendapatkan kesialan dari lukisan itu. Lukisan itu sudah dikutuk! Tidak lama ayah Levin meninggal dan lukisan itu ada di tangan Levin Milline, tetapi setelah memiliki lukisan itu istri dan anaknya jatuh sakit hingga meninggal. Semua itu karena kutukan dari lukisan itu!"


"Aku tidak mempercayai hal-hal seperti itu," komentar Sean tidak peduli.


Kedua orang itu melanjutkan perdebatannya dengan pemikiran yang berbeda dan pada akhirnya Kenzo Karrin adalah yang harus mengalah pada sikap keras kepala Sean.

__ADS_1


__ADS_2