MY GREAT PAINTER SYSTEM

MY GREAT PAINTER SYSTEM
'Zero Balance'


__ADS_3

[Warning!]


[Karya tidak orisinil]


[Karya asli hanya dijual oleh Chang Shin]


"Palsu? Apa sistem memperingatkan bahwa 'Zero Balance' yang aku lihat palsu?" gumam Sean sendirinya, suara dari Sean begitu lirih, bahkan hampir tidak didengar pedagang di depannya.


Sean terdiam dengan wajah serius dan mendadak dia mengucapkan kata-katanya. "Penipu!"


Serangan kata dari Sean membuat mata pedagang mendelik seolah sudah ketahuan telak, tetapi dia tidakmudah menyerah dan tetap berkelit sampai akhir.


“Mana berani na saya pakai tipu-tipu, ini lukisan asli dari sana na,” Pria 50 tahun itu kembali mengarang sejuta alasan.


Penyangkalan demi penyangkalan pedagang ucapkan demi mempertahankan pengakuannya. Namun, di sela itu seorang dari dalam toko menggeser tirai pembatas dan keluar dari tempat itu.


Dia adalah pria berkulit putih dan bermata sipit, usianya 26 tahun, tidak jauh berbeda dari Kenzo Karrin, hanya saja pria di depan Sean bertubuh jangkung sehingga dia harus sedikit merunduk untuk melewati pintu.


"Aku Chang Shin."  ucap pria yang menyebut dirinya Chang Shin. "Aku dengar kau ingin membeli ‘Zero Balance” yang asli?”


Mendengar ucapan itu, mustahil Sean melewatkan kesempatan mencari lukisan yang asli. Tampak jelas Sean lebih tertarik dengan pria yang bernama Chang Shin ketimbang pedagang abal-abal yang pandai bersilat lidah di depannya.


"Benar, apa kau memilikinya?" Sean bertanya, tetapi Chang Shin hanya memberikan kode mata pada Sean agar pergi mengikutinya.


Tanpa ragu Sean berjalan di belakang Chang Shin yang masuk di dalam koridor-koridor kecil dan penuh dengan tumpukan barang tidak rapi dan berantakan, bahkan kayu lantai di tempat itu tampak usang dengan hiasan sarang laba-laba di antara langit-langitnya.


Pria di depannya berhenti di depan pintu geser yang dipenuhi dengan ornamen kayu. Saat pintu dibuka, cukup Sopan bagi Chang Shin untuk mempersilahkan Sean masuk.


“Kau mencari ‘Zero Balance’ kan?” tanyanya mengabaikan Sean. Tatapan dari mata sipit Chang Shin sibuk  mencari sesuatu di antara lukisan-lukisan yang tidak ditempatkan dengan baik. “Aku tidak perlu bertanya bagaimana kau tahu bahwa lukisan yang dijual karyawanku tidak asli, tetapi aku mengakui kehebatanmu. dapat mengibtamidasi dengan itu Semua orang hanya membeli lukisan tanpa menyadarinya.”


Dalam situasi ini, tidak mungkin Sean mengakui bahwa sistem telah memperingatkannya, bahkan untuk sekedar mencari alasan pun Sean enggan melakukanna,, jadi dia diam tidak menanggapi ucapan Chang Shin.


Di tengah kesibukan Chang Shing, pria itu tiba-tiba menghentikan pergerakannya saat menemukanl sebuah lukisan yang dicari. Dia menatapnya dengan dalam dan memberikan benda itu pada Sean.


“Aku menemukannya. Ah, tapi sayang sekali ini sudah rusak,” ucap Chang Shin santai, seolah barang yang bernilai di depannya tidak memiliki arti. 

__ADS_1


“Apa? Rusak? Maksudmu ‘Zero Balance’ rusak?” Sedikit terkejut, Sean segera mengambil lukisan itu.


Bagian pada tubuh subjek terlihat luntur terkena genangan air. Beberapa bagian juga tampak menguning akibat penyimpanan lukisan yang tidak tepat. ‘Zero Balance’ adalah lukisan klasik yang hanya memakai cat air dan tidak mendapatkan varnish untuk lapisan pelindung sehingga rentan sekali mengalami kerusakan.


Sean tampak terdiam memikirkan cara untuk memperbaikinya, tetapi nihil. Tidak mungkin ada cara selain pelukis itu sendiri yang memperbaikinya. Mata Sean beralih pada Chang Shin.


“Tidak bisakah kau memperbaikinya?” Sean bertanya penuh harap, tetapi rupanya dia tidak akan mendapat jawaban yang diinginkan.


Chang Shin menggeleng yakin. “Masalahnya bukan pada perbaikan dari lukisan itu, tetapi cat yang dipakainya sangat langkah dan tidak di import lagi.”


Sekarang Sean baru mengerti alasan Chang Shin menduplikat ‘Zero Balance’. Dia hanya bisa membuat lukisan itu dari cat air biasa, padahal ‘Zero Balance’ menggunakan tinta dari bahan-bahan alami, seperti warna merah di yang didapat dari getah daun jati, warna hitam dari batu jelaga dan sebagaimnya.


“Apa kau tahu dimana aku bisa mendapatkannya?” Dengan penuh antusias Sean menatapnya, tetapi lagi-lagi Chang Shin di depannya hanya bisa menggeleng dan mengangkat bahu.


Tidak ingin menyerah, Sean kembali menitipkan lukisan itu pada Chang Shing dan berjanji akan kembali membawa tinta yang dimaksudkannya.


Sean keluar dari toko dan menghubungi Kenzo Karrin untuk mencari tempat dimana tinta itu dijual. Tidak ada hawaban pasti, tetapi Kenzo hanya meminta waktu untuk mencari informasi dan sambungan itu berakhir.


***


Dari belakang, Sean mengikuti Pak Klano yang akan kembali di ruangannya. Pria itu sudah tahu keberadaan Sean di belakang, tetapi berpura-pura tidak tahu. Itu adalah jarak yang mereka berikan agar tidak tampak memiliki hubungan akrab di lingkungan kampus.


Setiba di ruangan, Pak Klano masuk dan meninggalkan pintu terbuka. Sean yang paham akan pergerakan itu segera masuk sebelum mengetuk ruangan Pak Klano.


“Ada yang ingin aku tanyakan," ucap Sean.


“Duduklah, Sean.” Atas ucapan dari Pak Klano Sean duduk dengan santai, tetapi ekspresi wajahnya tidak tampak demikian.


“Apakah kau mengetahui tinta lukis? sejenis cat untuk melukis secara tradisional?” jelas Sean yang langsung melontarkan pertanyaannya.


Pak Klano berpikir sejenak, “Apa yang kau maksud tinta untuk melukis lukisan khas cina?”


Bersamaan dengan itu, wajah Sean langsung cerah mendengarnya, tetapi dia harus kembali menelan kekecewaan dari Pak Klano. Pria itu hanya mengetahui sebagian kecil dari tinta yang dimaksudkan Sean.


“Tinta itu berhenti beredar 10 tahun lalu, tidak banyak yang memilikinya saat itu. Kalaupun ada yang masih menyimpannya, mustahil tinta tidak mengering bila tidak mengetahui bagaimana cara menyimpannya dengan benar,” jelas Pak Klano sekali lagi. “Menurutku kau akan kesulitan mendapatkannya saat ini."

__ADS_1


Sean setengah berputus asa setelah mendengarkan Pak Klano, tetapi di tengah itu ponselnya berdering dan telepon dari Kenzo Karrin masuk. Saat Sean menjawab panggilan itu, Kenzo mengatakan bahwa dia sudah ada di dekat kampus untuk menjemputnya.


Sean pun pamit untuk segera pergi, tetapi Pak Klano menahannya. “Tunggu sebentar, Sean.”


Pria itu beralih mencari sesuatu di laci mejanya dan mengeluarkan tiga lembar kertas yang lebih mirip sebuah undangan.


“Ambillah, ini adalah undangan untuk pameran ‘Harmony Spaces’, jelas Pak Klano.


Sean kembali teringat akan pameran Harmony Spaces dimana satu lukisannya yang bernama ‘Tender Air’ berpartisipasi di dalam pameran itu. Sean pun menerima undangan dan berterimakasih sebelum pergi meninggalkan ruangan Pak Klano.


***


Di tempat yang tidak jauh dari pintu masuk kampus Sean, sebuah sedan terparkir di antara ruas jalan. Sean kembali melihat keadaan sekitar dan saat dirasa aman, dia segera masuk ke dalam.


“Mengapa lama sekali, kami sudah menunggumu dari tadi!” Sean mendapatkan sambutan buruk dari seorang yang tidak mungkin adalah Kenzo Karrin .


Sumber suara berasal dari kursi belakang dan saat Sean berbalik, sudah ada Luis yang duduk dengan melipat tangan. Tampak jelas ekspresi bosan Luis yang dari tadi menunggu Sean.


“Kenapa kau ada di tempat ini?” Sean berbalik bertanya padanya.


Kenzo Karrin mengambil alih untuk berbicara. Sambil menjalankan mobilnya dia memberikan beberapa lembar katalog pada Sean.


"Luis memintaku menjual 6 lukisan darinya," ucap Kenzo Karrin.


Sean beralih pada pria di sampingnya sebelum kembali melihat kertas-kertas itu. Semua katalog berisi lukisan Luis dan Carla Edena sebagai model.


"Kau bekerja keras untuk ini," komentar Sean ditujukan langsung pada Luis. Tidak lama, pemuda itu beralih berbicara pada Kenzo Karrin. "Jadi, apa kau sudah mendapatkan calon pembelinya?"


Dengan memperhatikan kemudi, Kenzo Karrin tampak berpikir. "Secepatnya. Aku akan menawarkan pada Yohan Hillion atau kolektor-kolektor kenalanku."


Sean tengah mengingat nama Yohan Hillion si pria gila bersih pemilik Imperial Restourant. Dengan kualitas lukisan Luis, sudah pasti si pria gila bersih itu akan tertarik dan memebelinya.


Kenzo Karrin segera memgantar katalog lukisan Luis pada Yohan Hillion dan benar saja pria itu membeli hampir setengah jumlah lukisan Luis. Tentu saja Luis senang telah mengantongi 60 juta untuk 3 lukisannya.


Luis benar-benar tidak sabar untuk kembali ke asrama dan memamerkan 60 jutanya pada Zavier.

__ADS_1


__ADS_2