
Mobil Pak Klano berhenti di depan SH Studio, tetapi tidak ada tanda-tanda Luis menunggunya di luar. Itu membuat Sean sedikit kecewa karena Luis tidak bisa mempercayai 500 juta yang akan diberikannya.
“Aku hanya bisa mengantarmu sampai di sini. Masuklah, aku harus segera pergi untuk mengurus pameran mendatang,” pamit Pak Klano sambil menatap jarum pada arlojinya. Sean mengangguk mengerti dan mengucapkan terimakasih atas bantuannya hari ini.
Saat Sean turun dari mobil, dia dapat melihat kehadiran Luis yang sudah menunggunya di dalam studio. Reflek, Sean langsung masuk menemuinya.
“Kau datang?” tanya Sean padanya. “Aku pikir kau tidak percaya kata-kata orang miskin sepertiku.”
Luis menggeleng. “Berhentilah mengatakan hal itu. Meskipun kau adalah orang yang memiliki banyak misteri, tetapi kau tidak akan pernah mau berbicara omong kosong soal itu.”
Sean tersenyum, dia kembali beralih menatap seorang di samping Luis yang keberadaannya baru di sadari Sean.
“Ah, kau juga ada di sini," sapa Sean pada Kenzo Karrin.
Kehadiran Kenzo Karrin menjawab pertanyaan bagaimana Luis dapat masuk ke dalam studio. Rupanya Kenzo Karrin membawanya masuk dengan kunci duplikat yang pernah Sean berikan padanya.
“Bagaimana pertemuanmu hari ini?” tanyanya.
Sean tampak melihat ke arah Luis dan kembali beralih pada Kenzo Karrin. “Aku akan menceritakan detailnya nanti. Bisakah kau menungguku untuk menyelesaikan urusan dengan Luis?”
“Baiklah aku mengerti, aku akan menunggu di dalam mobil dan panggil aku bila ada yang kau butuhkan,” ucap Kenzo Karrin sebelum keluar dari studio.
Sean dapat melihat pria itu berjalan masuk di dalam sedan hitamnya dan memberikan ruang kosong pada mereka untuk berbicara. Kesempatan itu Sean gunakan dengan baik. Dia tidak mau Kenzo Karrin mengetahui pembicaraan soal 500 juta. Sudah pasti pria itu akan mengomeli Sean habis-habisan.
“Berapa nomor rekeningmu?” Sean berkata sambil mencari fitur bank di dalam ponselnya. Dengan ragu Luis memberikannya dan Sean segera mentransfer rekening Luis dengan nominal yang dijanjikan. “500 juta sudah terkirim.”
Dengan menunjukkan layar ponsel pada Luis, Sean memperlihatkan bukti transfer. Di tempat itu, Luis hanya bisa tercengang tanpa bisa berkata. Dia tidak menyangka semudah itu mendapatkan 500 juta dari orang yang tidak pernah diduganya.
“Kau … bagaimana kau memiliki uang itu?” Dengan menaruh curiga Luis bertanya.
“Apakah itu penting dilakukan saat ini? Lebih baik kau segera pergi dan mengurus Carla di Canaria. Tentunya kau tidak ingin malam ini ada pria hidung belang yang lebih dulu mendapatkannya, bukan?” sindir Sean yang sukses membuat Luis teringat akan tujuannya.
Pemuda itu segera pergi, tetapi Sean menahannya sejenak. Dia ingin menekankan lagi perkataannya pada Luis. “Sesuai yang sudah aku katakan bahwa aku suka sisimu yang pandai memegang rahasia, Luis."
Luis menatapnya dengan penuh keyakinan. “Kau tidak perlu khawatir, Sean. Aku tidak akan mengatakan apapun yang aku lihat dan apapun yang aku dapatkan darimu pada orang lain.”
Setelah mengatakan itu, Luis segera pergi. Pemuda itu menolak tumpangan mobil Kenzo Karrin dan lebih memilih pergi menggunakan taxi.
Melihat Luis sudah meninggalkan studio, Kenzo Karrin kembali datang.
__ADS_1
“Bagaimana hasil pertemuanmu dengan Dev Morgan?” tanya Kenzo Karrin yang segera mengambil tempat untuk duduk di depan Sean.
"Kau tau orang yang baru saja keluar dari studioku?" Pertanyaan Sean tertuju pada Luis dan dapat dengan mudah diketahui Kenzo Karrin sehingga pria itu hanya mengangguk dalam bereaksi. "Nah, Dev Morgan adalah ayahnya."
"Bila itu benar, kau akan mendapatkan kemudahan karena koneksi dekat dengan anaknya, benar?" Pemikiran dari Kenzo Karrin semuanya salah. Dia tidak akan tahu bahwa Dev Morgan bukanlah orang yang akan terpengaruh dengan suatu hubungan. Pria seperti itu hanya akan berbicara pada sesuatu yang menguntungkan.
“Kemudahan? Tidak, dia orang yang mengerikan! Benar-benar mengerikan! Bagaimana bisa tidak satu pun sifat baik Luis yang tercermin darinya? Beruntung aku dan Pak Klano dapat melaluinya dengan baik.” gerutu Sean tidak ada hentinya.
Sean segera menceritakan garis besarnya dari pertemuannya dengan Dev Morgan dan hal itu berhasil membuat Kenzo Karrin tersenyum puas.
“Apakah kau akan membantuku kali ini juga?” Sean bertanya pada Kenzo Karrin yang hanya dibalas dengan anggukan. “Bila galeri ini berjalan lancar, apa kau bisa menjadi kurator di galeriku?”
Meminta Kenzo Karrin melakukan itu adalah langkah yang benar. Sean tidak berpengalaman dalam mengurus galeri, sehingga lebih baik dia mempercayakan sepenuhnya pada Kenzo Karrin.
Kenzo Karrin terdiam sejenak seolah sedang mempertimbangkan keputusannya. Dengan bersedekap, Kenzo mendekatkan wajah dengan ekspresi serius tepat di hadapan Sean. “Kau menyuruh seorang mantan pelukis ternama menjadi kuratormu?”
Sean tampak ragu, seolah Kenzo Karrin ingin menunjukkan ketidak setujuannya. Namun, di tengah itu Kenzo tersenyum dan melanjutkan kata-katanya. “Harusnya aku dibayar mahal untuk itu.”
Atmosfer dalam ruangan itu seketika mencair dengan candaan Kenzo Karrin yang tidak lucu sedikit pun. Sean hampir menganggapnya serius sebelum Kenzo terkekeh.
“Jadi … apakah kau menerimanya?” ucap Sean antusias.
***
Setelah kepulangan Kenzo Karrin, Sean memutuskan untuk bermalam di studio. Di atas sofa, Sean merebahkan diri dan merenungi apa yang telah terjadi. Pandangan Sean lurus di atas langit-langit dengan tatapan lelah.
"Aku tidak pernah mendapatkan semua ini tanpa bantuan Sistem yang tertanam pada diriku," gumam Sean sendirinya.
Dalam lamunan itu, mendadak Sean terpikir untuk melihat identifikasi statusnya pada sistem.
“Identifikasi status!”
Jendela sistem muncul dengan penampilan yang berbeda dari sebelumnya. Bila sebelumnya sistem muncul dengan angka stat poin 0, setelah mengalami upgrade sistem tidak memperlihatkan lagi menunjukkan stat, tetapi level dari setiap kemampuannya.
[Nama: Sean Herdian]
[Status: Pelukis tingkat 4]
[Kemampuan: 9 kemampuan tercatat]
__ADS_1
Jendela sistem hanya menunjukkan data sederhana dari pengguna, tetapi Sean menunjuk pada kolom kemampuan dan identiifikasi kemampuan dibuka.
[Identifikasi kemampuan]
[Dragon Hand Lv 1]
[Spider Hand Lv 3]
[Broom Sweeper Lv 2]
[Brain Memoru Lv 1]
[Ekspression Ink: 10x pemakaian]
[Mikro Spaces Tipe 1: 98%]
[Mikro Spaces Tipe 2: 91%]
[Mikro Spaces Tipe 3: 100%]
[Mikro Spaces Tipe Unlimited Edition: 100%]
Di antara nama-nama kemampuan yang dimiliki Sean, Pandangannya beralih pada Ekspression Ink yang tidak pernah digunakan sebelumnya. Kemampuan itu hampir tidak pernah digunakannya.
"Apa ini? Ekspression Ink?" Sean tampak sedikit berpikir.
Jendela sistem kembali muncul dengan penjelasan.
[Ekspression Ink]
[Kemampuan memberikan Ekspresi lebih pada karya seni]
[Kemampuan hanya dipakai 10x]
"Hanya 10x digunakan?"
Sean tampak sedikit berpikir, tetapi rasa penasaran pada dirinya terlihat jelas pada ekspresi itu.
Menghemat kemampuan Ekspression Ink dan menggunakan saat benar-benar digunakan adalah langkah tepat untuk Sean. Dia enggan mencoba kemampuan itu dan memutuskan untuk segera tidur tanpa memikirkan apapun.
__ADS_1