MY GREAT PAINTER SYSTEM

MY GREAT PAINTER SYSTEM
Misi Spesial!


__ADS_3

[Misi Spesial]


[Temui Dev Morgan dan berikan proposal penawaran investasi]


"Dev Morgan?" Sean menyipitkan mata dengan terheran. Lagi-lagi nama Morgan kembali terdengar Sean.


Tidak seperti sebelumnya, kali ini Sean benar-benar teringat jelas akan nama Morgan yang juga merupakan nama belakang dari Luis. Kedua nama itu pasti memiliki hubungan. Namun, saat Sean akan menanyakannya, Luis masih terlelap di ranjang. Bahkan, tidurnya terlalu pulas untuk tidak bergerak sedikit pun. 


"Aku pikir kejadian di Canaria benar-benar membuatnya lelah," pendapat Sean sendirinya.


Setelah pertemuan dengan Mawar membuat Luis banyak diam dan termenung. Wajahnya murung dengan tatapan kosong seakan kepalanya dipenuhi dengan pemikiran yang rumit.


Sean membatalkan niatnya untuk bertanya soal Dev Morgan, dia kembali beralih pada misi yang diberikan sistem. Itu bukanlah misi harian biasa, tetapi misi spesial yang tidak pernah didapatkan Sean sebelumnya.


Nominal-nominal angka berkeliling di kepala Sean. Tebakannya atas kesuksesan misi sudah diperkirakan menyentuh nilai milliaran, tetapi Sean kembali tercengang setelah memikirkan jenis proposal yang akan diberikannya pada Dev Morgan.


"Proposal apa yang harus aku berikan?" Tatapan Sean kembali pada jendela sistem yang kembali muncul.


[Proposal sudah ada dalam program sistem]


[Salinan proposal sudah dikirimkan kilat di tempat anda]


[Segera pelajari isi dan presentasikan sesuai jadwal]


Sean dapat bernapas lega setelah tahu bahwa sistem lah yang membuat proposal itu. Meskipun begitu, ada sedikit rasa khawatir pada Sean akan ketidak pengalamannya dalam mempresentasikan proposal. 


[Batas waktu 30 hari dari misi]


[Catatan]


[Bila anda berhasil melakukan kontrak sebelum 24 jam, anda akan mendapatkan  hadiah super spesial]


[Bila anda berhasil melakukan kontrak sebelum batas waktu 30 hari, anda akan mendapatkan sebuah galeri seni]


Wajah Sean menjadi cerah setelah melihat hadiah sistem. "Waow! Galeri seni!"


Memiliki sebuah galeri seni adalah keinginan Sean. Tidak hanya mendapatkan pendapatan yang berlebih, dia juga bisa mengembangkan bakat seninya.


Memang Sean tidak memiliki pengalaman mengelola galeri, tetapi dia harus mengesampingkan itu. Tidak mungkin dia menyia-nyiakan hadiah yang tidak mungkin ditolaknya. Namun, padang bunga di ekspresi Sean harus layu setelah sistem menentukan hukuman.


[Hukuman]


[Hukuman bila gagal mendapatkan investasi: Semua uang yang sudah ditransfer oleh sistem akan dibekukan]

__ADS_1


[Hukuman bila tidak melakukan misi: Anda akan mendapatkan kesengsaraan 7 turunan]


"Sistem gila!" celutuknya.


Sean mencoba menahan emosinya pada sebuah sistem, tetapi kejengkelannya meluap tidak terkendali. Sistem pada diri Sean tidak mentoleransi ketidakikut sertaan pengguna untuk menjalankan misi.


“Benar-benar tidak masuk akal,” gerutu Sean.


Jendela sistem kembali muncul dan memberikan sebuah informasi. 


[Jadwal pertemuan sudah dikirim melalui email anda]


Bersamaan itu email datang dan Sean segera mencari ponselnya berada. Pandangan mata Sean beralih pada layar ponsel.


[Harrier Hotel Lounge]


[Pukul 07.00 pm]


Tersisa cukup banyak waktu untuk  mengerjakan misi. Sean harus segera bersiap untuk pergi mengikuti kelas, tetapi dia menunda niatannya saat melihat beberapa paket yang masih terbungkus di atas mejanya.


Zavier yang telah menyampaikan kiriman paketan Sean telah tiba sebelum peristiwa di Canaria kemarin. Hanya saja, Sean tidak punya waktu untuk menyentuhnya.


Sean sedikit terheran jrtika melihat jumlah barang yang tiba tidak sesuai dari seharusnya. Bukannya Sean hanya mendapat 2 paket dari sistem?


Terlihat pengirimnya adalah ayah Sean yang mengirim sebuah kotak berisi uang 10 juta rupiah. Sean menggosok kepalanya, dia teringat uang 10 juta dari penjualan 'Pseudo' yang sengaja Sean berikan kepada ayahnya melalui Kenzo Karrin. Sayangnya, ayah Sean tidak mau menerima uang itu, dia mengirimkan uang itu kembali tanpa menguranginya.


Sean tidak punya pilihan selain menerima dan menyimpan uang yang ada di tangannya. Tidak lama, Sean menyingkirkan barang-barang yang diterimanya dan beralih pada 1 benda yang masih terbungkus. Sean membuka bungkusan itu dan betapa terkejutnya dengan apa yang dia lihat.


Sebuah kotak kosong dan berisi secarik kertas. Saat Sean membaca tulisan di dalamnya.


[Kemampuanmu hanyalah bantuan sistem!]


Deg!


Siapa yang mengetahui bahwa Sean adalah pengguna sistem?


"Tidak mungkin!" Sean menggeleng tidak percaya. Dia kembali membolak-balikkan kertas ataupun kotak itu, berharap ada petunjuk dari si pengirim. Namun, nihil. Tidak ada satupun petunjuk.


Dengan begitu frustasi, Sean memegangi kepalanya. Pikirannya sedang mengelana mencoba menerka siapa pengirim surat itu. Tidak mungkin Frans atau Felix, kedua orang itu mengira Sean benar-benar cacat. Sebuah kecurigaan lain datang pada nama Kenzo Karrin, tetapi surat ancaman bukanlah gaya pria itu.


"Tidak mungkin Kenzo …," pikirnya kembali pada orang-orang terdekat Sean dan saat pandangan Sean beralih pada Luis yang masih terlelap, kecurigaan itu sepenuhnya beralih padanya.


Benar, Luis adalah orang yang memiliki jarak paling dekat dengan Sean sehingga kapan pun dia bisa mengawasinya tanpa kesulitan. Akan tetapi, saat kecurigaan itu benar-benar terbulatkan di pikiran Sean … terdengar seseorang mengetuk pintu.

__ADS_1


'Klak!' Pintu dibuka, Zavier ada di depannya.


“Ada kiriman kilat lagi untukmu,” ucap Zavier dengan memberikan sebuah amplop besar berwarna cokelat pada Sean.


Sean yang mengkonfirmasi paket itu mengatakan terimakasih dan dia membuka isinya setelah Zavier pergi.


“Surat proposal sudah datang,” desah Sean yang membaca satu per satu kertas yang ada di dalamnya.


Itu adalah proposal penawaran untuk berinvestasi, tepatnya pada galeri seni Pinus Art yang akan Sean kelolah kedepannya. Semua isi dari proposal itu tampak rapi dan sudah disiapkan dengan matang. Dari sinilah Sean tidak bisa meragukan kemampuan sistem.


Sean terus mempelajari isi dari proposal sebelum menghadiri kelas.


***


Tepat pukul 4 sore, Sean kembali di kamar asramanya, tetapi dia sudah tidak melihat Luis ada di tempat itu.


Kesempatan Sean untuk bertanya tentang Dev Morgan pada Luis benar-benar gagal. Sudah tidak ada waktu lagi untuk menunggunya kembali, Sean harus segera pergi ke galeri tempat Kenzo Karrin bekerja sebagai seorang kurator.


“Sean? Apa yang membawamu ke tempat ini?” tanya Kenzo Karrin setelah melihat kedatangan Sean ke dalam ruangannya.


Sean meletakkan proposal yang dia dapatkan di atas meja Kenzo Karrin. “Proposal ini … bagaimana menurutmu?”


Kenzo sedikit penasaran dengan isinya sehingga dia langsung membaca setiap tulisan yang ada. Ekspresinya begitu serius dan dengan cepat dapat melupakan kehadiran Sean yang masih berdiri di depan mejanya.


“Bagaimana menurutmu?” sela Sean penasaran.


Sontak pandangan Kenzo Karrin beralih pada Sean dan kembali lagi pada tulisan di dalam kertas proposal.


“Apakah aku melakukan kesalahan dalam proposal itu?” Sean kembali bertanya.


Kenzo Karrin menutup halaman terakhir dari kertas dan mengangkat proposal itu. “Apa kau yang membuatnya?”


“Be-benar, apa aku melakukan suatu kesalahan?” Sean tampak sedikit ragu saat Kenzo Karrin memandanginya dengan serius. 


‘Brak!’


Terlalu keras Kenzo Karrin meletakkan proposal itu di atas meja membuat Sean tersentak sesaat. Pandangan Sean beralih pada Kenzo Karrin yang tidak juga angkat bicara.


Kenzo Karrin meletakkan kedua tangannya di atas meja dengan wajah cerah. “Ini Bagus, bagaimana seorang mahasiswa tingkat dua bisa melakukannya? Bahkan aku yang sudah lama bekerja di bidang ini tidak akan pernah terpikir untuk membuat itu. Ini benar-benar sempurna, Sean!”


Tentu saja benar. Seorang mahasiswa seperti Sean mana mungkin memiliki kemampuan membuat proposal setingkat itu. Sean tidak mengerjakannya, tetapi sistem yang tertanam pada dirinya yang melakukan dengan baik. Meskipun begitu, Sean tidak bisa mengatakan apapun yang dapat membuatnya tampak menjadi gila.


“A-apa? Apa yang kau katakan itu benar?” Ucapan Kenzo Karrin sedikit membuat kepercayaan diri Sean datang. 

__ADS_1


“Pengamatanku tidak akan bisa salah. Aku memang tidak mahir melakukan proposal penawaran, tetapi aku bisa menyuruh seseorang mendampingimu saat presentasi. Keahliannya lebih baik ketimbang aku.” Tanpa persetujuan dari Sean, Kenzo Karrin membuat panggilan pada ponsrlnya yang tidak lain untuk Pak Klano. Dia meminta Pak Klano datang dan membantu Sean.


__ADS_2