
Melihat wajah kikuk cucunya, Arhan hanya tersenyum kecil. Memang benar ia kecewa dengan perlakuan Rey selama ini yang memalsukan hubungan mereka. Namun melihat kedekatan Ayu dan Rey tadi tampaknya hubungan mereka lebih dari sekadar kenal.
"Bolehlah Kakek menanyakan alasan mu mengarang hubungan kalian?" tanya Arhan menatap sayu wajah cucunya itu.
Rey berusaha mencari jawaban, jika ia mengatakan karena paksaan Papa nya yang haus kekuasaan. itu malah akan membuat kondisi Sang Kakek semakin drop. Mendengar berita makam Ibunya di pindahkan saja membuat Kakeknya hampir terkena serangan jantung. Ia tak ingin keadaan Kakeknya semakin buruk.
"Aku hanya tidak terima Kalian membandingkan ku dengan Kak Faro. itu sebabnya Aku meminta tolong pada Ayu untuk bersandiwara menjadi kekasihku. Namun Aku tak menyangka Kakek malah menyukainya. Padahal dengan mantan pacarku yang dulu Kakek bahkan tidak mau tersenyum." ujar Rey berpura-pura membanggakan diri, padahal aslinya malu sekali.
"Jujur saja, Kakek tidak menyukai pacarmu yang pertama. Dia telihat tidak tulus dan penampilannya seperti wanita nakal."
"Tentu saja, dia hanya wanita asing yang ku sewa untuk bersandiwara. dan memang benar ternyata dia wanita nakal." batin Rey membenarkan praduga sang Kakek.
"Berbeda dengan Ayu, dia terlihat baik dan matanya.. ada begitu banyak cinta di matanya. Tapi Kakek tidak menyangka kalian hanya berpura-pura." lanjut Arhan menyayangkan hubungan palsu mereka.
"Dia memang mencintaiku.." gumam Rey, ia tak sadar kalau tidak sedang bicara dalam hati.
Beruntung Arhan tak dapat mendengar itu, ia menatap langit-langit kamar sembari berkhayal bisa menyaksikan cucunya itu menikah sebelum ajal menjemputnya.
"Mulai sekarang jalinlah hubungan serius. Kakek sudah semakin tua, Kakek ingin sekali melihatmu menikah." tutur nya menaruh banyak harapan pada Rey.
__ADS_1
"Kek.. menjalin hubungan itu tidak mudah. Kak Faro kan sudah menikah, Kakek bersabar saja karena sebentar lagi pasti rumah ini ramai dengan tawa anak kecil." sahut Rey mengelak, ia sungguh berharap Kakaknya segera mempunyai anak agar Kakek tak begitu kesepian di sana.
...~...
Kembali pada Bagas yang tengah mencari tau siapa Ayah kandungnya. Ia merasa kehilangan kekuatan saat mendengar pernyataan pahit dari Tari. Bahkan untuk menggerakkan jari pun Bagas tak kuasa, bagaimana tidak? Orang yang selama ini di yakini sebagai Ayahnya ternyata bukan siapa-siapa.
"Sebenarnya Ayah dan Ibu mu tidak pernah menikah.." ucap Tari pelan, ia pun turut merasakan betapa pahit kehidupan yang di jalani Bagas.
"Lalu maksud Bude Aku anak hasil hubungan gelap Ibu dan Lelaki gembong narkoba itu?" pekik Bagas tak terima, sungguh kenyataan yang memukul remuk seluruh jiwanya.
"Demian Andeswara, dia lah suami Ibumu yang sesungguhnya. Kamu anak dari pernikahan mereka, pernikahan yang sah." Tari berhenti sejenak, mengambil jeda dan mengatur nafas sebaik mungkin. Ia sudah memutuskan akan menceritakan semuanya kepada Bagas.
"Ibu mu seorang gadis yang tumbuh di sebuah panti asuhan. Bude mengenalnya sewaktu kami masih remaja, Kami satu kelas dan bisa di bilang Kami sangat dekat. Sebagai orang yang tumbuh tanpa kasih sayang orang tua, Ibumu termasuk kuat dan hebat. Saat lulus SMA kami memutuskan bekerja di sebuah salon.
Setelah 3 tahun berusaha, akhirnya kegigihan Ayahmu membuahkan hasil, ia mempersunting Ibumu tepat saat usianya 25 tahun dan usia Ayahmu 33 tahun.
Sejak menikah, Ibumu tak lagi bekerja. Bersuamikan orang kaya membuat kehidupan Ibumu berubah drastis. Tapi walaupun begitu dia tidak pernah melupakan Bude, dia selalu mendatangi Bude saat ada waktu luang.
Kebahagiaan mereka bertambah lengkap saat Tuhan menganugerahi seorang putra tampan yang mirip sekali dengan Ayahnya, yakni dirimu.
__ADS_1
Namun saat usia mu baru menginjak 10 bulan, Tuhan seolah membalikkan keadaan. Ayahmu tertangkap sebagai pemimpin sindikat terbesar di Asia. Ibumu sangat terkejut saat itu, semua harta dan properti Ayahmu di sita oleh Negara.
Ibumu sungguh tidak mengetahui kalau ternyata Ayahmu seorang mafia besar. Yang Ibumu tau Ayahmu seorang pengusaha tambang. Berita tentang tertangkapnya Ayahmu pun tersebar ke seluruh pelosok Negeri.
Rasa malu dan putus asa membuat hidupnya di rundung kegelapan yang tiada akhir. Kesedihannya kian mendalam saat melihatmu selalu menangis setiap hari, dengan ocehan mu yang masih tak terdengar jelas Kamu selalu memanggil Ayahmu. Kondisi itu pun semakin membuat Ibumu putus asa, ia tak sanggup jika harus melihatmu tumbuh tanpa sosok seorang Ayah.
Kalut dan sengsara menyerbu, Ibumu memutuskan untuk mengakhiri hidupnya waktu itu. Ia hendak menabrakkan diri di jalanan, dan di saat itulah Rudi, Ayah yang sekarang Kamu kenal datang menyelamatkan Ibumu.
Tanpa mengenal, tanpa tau dan tanpa bertanya, ia bersedia menjadi sosok Ayah untukmu. Dia mengatakan jika sudah mempunyai keluarga, maka dari itu Ibumu pun memahami jika dia hanya bisa datang satu minggu sekali. Karena itukan Kamu membenci nya? karena dia tidak pernah ada untukmu dan Ibumu.
Bertahun-tahun mereka merahasiakan itu darimu. Mereka melakukan itu agar Kamu tumbuh seperti anak-anak seusia mu. Namun ternyata dia tak bisa membagi waktu hingga membuatmu berpikir kalian tidak penting baginya.
Faktanya memang kalian bukan prioritasnya, dia punya keluarganya sendiri. Maka dari itu jangan terlalu membencinya, bagaimanapun anggapan mu tentang dia berterimakasih lah. Karena dia pernah menyelamatkannya kalian. dia tidak berharap banyak, hingga akhir hayatnya pun dia tidak meminta balasan apapun dari ibumu."
Mendengar cerita itu seluruh tubuh Bagas lemas lunglai. Ia tak menyangka Ibunya menyimpan rahasia besar selama hidupnya. Betapa kuat Ibunya menyembunyikan fakta itu demi kebahagiaannya.
"Lalu.. Apa Ayah kandungku masih hidup?" entah bagaimana perasaannya hingga dia menanyakan keberadaan Pria yang bahkan tidak ia kenal sama sekali.
"Masih... dia di hukum seumur hidup." sahut Tari, tatapannya banjir oleh kisah pilu mendiang sahabatnya.
__ADS_1
Bagas merasa hidupnya benar-benar seperti di atas panggung. Di permainkan, di tonton dan di komentari banyak orang. Sementara dia tak bisa berbuat banyak, ia hanya bisa mengikuti alur yang telah di siapkan penulis. Tugasnya hanyalah tampil menarik agar orang-orang yang melihatnya tidak kecewa.
...**************...