My Impossible CRUSH

My Impossible CRUSH
Epusode 69 : Praduga


__ADS_3

Entah sudah berapa kali Rey memantapkan diri untuk memberikan Ayu cincin yang ia beli kemarin. Namun kesibukan dan waktu yang terkadang kurang tepat membuat Rey lagi-lagi harus bersabar.


Hari ini pun sama, menjelang malam ia bersama Dimas dan Adit tengah membahas peluncuran proyek di lokasi baru. Namun saat Adit dan Dimas sibuk dengan rancangan dan pemilihan arah, Rey malah sibuk sendiri dengan pikirannya.


Apakah sekarang waktunya? apakah Ayu tidak akan menolak? apakah ini terlalu cepat? dan pertanyaan terbesarnya adalah, apakah Keluarga Ayu akan menyetujui hubungan mereka kelak?


Semua pertanyaan berputar di kepala Rey membuat dirinya tak fokus dengan pekerjaan mereka.


Jam menunjukkan pukul 20:00, waktu yang tepat bagi anak muda untuk keluar nongkrong bersama teman-temannya. Sesuai janji, Ayu, Laura, Amanda dan Lita hendak menonton film di salah satu bioskop.


Lebih dari satu jam di habiskan Ayu untuk berdandan, dari mulai make up, catok rambut, hingga memilih baju dan sepatu semua ia lakukan dengan amat selektif.


Setelah dirasa cukup, akhirnya Ayu pun turun. Ia mengenakan rok hitam di atas lutut dengan rompi jeans berwarna biru tua beserta crop top putih yang tentu saja menampakkan sedikit kulit perutnya.


Wangi parfum semerbak menusuk hidung semua orang saat ia menuruni anak tangga.


"Oke guys.. sampai di sini dulu ya live hari ini. see you byee...." ucapnya kepada para pengikut sosmed.


"Ma.. Ayu pergi ya.." pamitnya kemudian kepada Rianti yang tengah bersantai menonton TV.


"Jangan malam-malam pulang nya nak," sahut Rianti tanpa menoleh karena acara yang ia tonton sedang seru-serunya.


Setelah melewati ruang keluarga, tentu saja Ayu melewati ruang kerja Papa nya yang. Dari celah pintu yang setengah terbuka Rey langsung membelalak melihat penampilan Ayu yang amat terbuka itu.


Rey pun langsung berdiri, ia keluar dengan alasan mengambil air minum. Padahal ia berniat menghadang Ayu, dan tepat di depan langkah Ayu Rey berhenti.


"Mau kemana kamu?" ucapnya berbasa-basi, namun tatapannya mengintimidasi.


"Keluar," sahut Ayu, riasan nya yang menor menambah kesan dewasa di mata Rey.


"Dengan riasan dan pakaian seperti ini?" tunjuk Rey memindai seluruh tubuh Ayu.


"Kenapa? pakaian ini sedang trend di kalangan anak muda. Orang tua diam aja deh..!" sungut Ayu sedikit kesal.


"Trend apa nya? Kamu mau di lirik sama laki-laki buaya lagi? jaga penampilan Kamu kalau ingin mencegah hal buruk. Lihat kaki mu itu, siapapun pasti akan berpikiran negatif melihat rok kurang bahan ini!"

__ADS_1


"Selama ini Ayu kuliah, main juga rok nya segini kali Pak, nggak usah berlebihan deh.. Kenapa juga Bapak memikirkan orang akan berpikiran negatif? atau jangan-jangan selama ini Bapak diam-diam punya pikiran negatif sama kaki Saya?" nada bicara Ayu terdengar santai, namun memancing keributan. Ia bahkan menjulurkan satu kakinya kehadapan Rey.


"wahh..! Kenapa Kamu pamerkan itu? Bangga Kamu pamer pamer kaki hah?" bentak Rey pelan, matanya sungguh berkobar melihat tingkah Ayu itu.


"Bangga lah, kaki Saya cantik, mulus nggak banyak bulunya kayak kaki Bapak!"


"Ganti..! kalau nggak Saya tahan ini kunci mobil Kamu." ia merebut kunci mobil di tangan Ayu, lalu memasukkannya ke dalam saku celana.


"Apaan sih..! Mama aja nggak ngelarang kok."


"Ma... Mama..." rengek Ayu menghentakkan kaki nya.


Rianti yang sedari tadi mendengar perdebatan mereka hanya mengangkat bahunya kemudian kembali menonton acara TV kesukaannya itu.


"Ada apa sih? kalian kalau ketemu nggak pernah akur!" rutuk Adit memeriksa percekcokan yang terjadi, ia berdiri di depan ruangan kerjanya sambil menggaruk punggung menggunakan penggaris.


"Pa.. Pak Rey resek banget loh! masa Ayu nggak boleh keluar begini. Kan udah biasa juga Ayu pakai beginian Pa. Papa aja nggak masalah ya kan? dia sibuk banget! heran deh..!" ia berpindah mengadukan sikap Rey kepada Papanya.


"ooooh...." sahut Adit, kemudian masuk kembali ke ruangannya. Ia seolah tak peduli dengan rengekan Ayu.


"Adik mu di larang keluar dengan pakaian itu." jawab Adit kembali menggaruk punggungnya.


"ohhh.. Bagus lah." Dimas juga kembali menyusun rancangan proyeknya.


Melihat Ayu mengadu kesana kesini tidak di tanggapi, Rey tertawa kecil. Siapa juga orang tua yang membiarkan anak gadisnya berpakaian seperti itu? Selama ini juga kalau orang tua nya yang melarang Ayu akan mengelak dengan berjanji akan menjaga diri.


"Tunggu apa lagi?" Rey mengarahkan pandangannya ke atas menyuruh Ayu untuk berganti pakaian.


"hiih..!!" kesal Ayu, ia menghentakkan kaki sebelum berbalik badan menuju kamarnya.


Tak berselang lama, Ayu turun kembali. Kini ia mengenakan celana panjang berbahan tissu dengan ukuran longgar. Atasan nya juga ia ganti dengan cardigan bewarna hitam polos.


Senyum Rey merekah melihat itu, kecantikan Ayu tidak akan luntur sekalipun ia mengenakan pakaian serba gelap.


"PUAS?!" Ayu berkacak pinggang dengan wajah kesal.

__ADS_1


Rey mengangkat telapak tangan Ayu kemudian menyerahkan kunci mobilnya "Cantik.." bisik nya sembari melepaskan perlahan lengan Ayu kemudian beranjak.


Ayu mematung, bulu kuduknya sontak berdiri karena ulah Rey barusan. "huuufftttt.... tenang Yu, jangan baperrr." gumamnya menyadarkan diri, kemudian ia pergi sembari memegangi dadanya.


...~...


Sampailah Ayu dan kawan-kawan di salah satu Mall. Masih ada waktu satu jam sebelum Film yang akan mereka tonton mulai. Mereka pun memutuskan berkeliling untuk berbelanja.


"Yu, Kamu tau kan uang kami semua terbatas, jangan ngeracun deh Kamu." ucap Lita di angguki oleh Amanda dan Laura.


"Kalian mau yang mana? ambil aja.. Aku yang traktir." Ayu memarkan kartu ATM nya dengan senyum lebar.


"Asik.. ini saat nya kita nggak tau diri hahahah..." ucap Laura berbinar, sudah lama mereka tidak jalan bersama seperti ini.


"Jadi kaya enak ya.." celetuk Amanda sambil memilih dompet yang ia inginkan. Kalau tidak ada Ayu, mungkin dia hanya salah satu murid yang dikucilkan di Kampus.


"Jadi temen orang kaya juga enak.. Seperti kita ini hahahaha..." sahut Lita.


"Bersyukur.. semua ada enak nya, ada enggak nya." pungkas Ayu membuat tawa teman-temannya bungkam. Ayu memang paling tidak bisa di ajak bercanda soal uang.


"BTW, sebentar lagi kita di undang makan enak nih.." goda Amanda, ia menyenggol bahu Ayu sambil menaik-turunkan alisnya.


"Aku nggak merayakan ulang tahun ku, itu sebabnya Aku mau Quality time sama kalian." bantah Ayu, ia tak tau kalau yang di maksud Amanda bukan itu.


"dih.. bukan itu! maksud Aku Lamaran Yu."


"cie...." ledek mereka pula serempak, membuat Ayu bertambah bingung.


"Nggak usah main rahasia-rahasiaan deh, kemarin Aku lihat Pak sekertaris beli cincin couple.. xixixixiixi....." Ternyata Amanda sudah lebih dulu memberitahukan hal itu kepada yang lain. Ia tak sengaja melihat Rey waktu itu, berdiri ragu-ragu di depan toko perhiasan.


"Wah.. parah sih Kamu Yu nggak cerita sama Aku." Lita menepuk lengan Ayu.


"Kami nggak ada hubungan apa-apa, Pak Rey juga punya pacar. Jadi sudah pasti mereka yang akan bertunangan. Bukan Aku dan Pak Rey, paham?" jelas Ayu meluruskan, ia tak mau teman-temannya berpikiran jauh tentang hubungan mereka.


Memang ia berusaha meluruskan kepada temannya, tapi pikirannya sendiri malah jadi kacau karena praduga yang timbul begitu saja. Lagi pula Rey pria normal sekarang, ketika ia menolak bisa saja Rey langsung berpaling kepada wanita lain. si barbie contohnya.

__ADS_1


...***************...


__ADS_2