
Temaram cahaya kamar masih lekat, padahal matahari sudah membumbung tinggi hampir menuju puncaknya. Tirai tebal yang menutupi seluruh kaca di kamar Ayu menghalau hampir 80 persen sinar matahari sehingga masih tampak pagi buta di rasa.
Hari ini Alarm tak membangunkannya sebab ia meminta izin untuk berlibur. Menenangkan diri dari semua kekacauan yang ia lewati tampaknya pilihan yang tepat agar kedamaian di batinnya tetap terjaga.
Nyenyak tidurnya tiba-tiba terganggu oleh ribuan notifikasi yang terus berbunyi. Hari ini merupakan hari spesial nya, para pengikut sosial media pun berbondong-bondong memberikan ucapan Selamat ulang tahun untuk Ayu. Ya, gadis itu kini telah memasuki usia baru yakni 19 tahun.
Sementara ia mengecek ponselnya sambil menggeliat malas, seluruh keluarganya tengah menyiapkan kejutan kecil untuknya di dekat kolam renang. Kue dua tingkat beserta karangan bunga yang di susun di atas kolam membuat siapapun yang melihatnya akan terpesona. Ayu memang kurang suka dengan hal-hal heboh, itu sebabnya keluarga nya hanya menyiapkan kejutan kecil namun tetap berkesan.
Setelah mengecek sosial media nya, Ayu turun ke dapur. Di lihatnya meja makan yang tertata rapi, tak ada makanan bahkan roti untuknya.
Kemudian sayup-sayup ia mendengar gelak tawa keponakannya yang sedang bermain di area kolam renang.
DUAARRR..!!!
Dika memecahkan balon berisi pita warna-warni dari belakang Ayu membuat tubuhnya hampir lompat karena terkejut.
"Happy birthday....!" sorak semua orang serempak.
"Ya ampun..." Ayu menutup mulutnya haru, melihat angka 19 tahun di atas kue yang di bawakan Mama nya membuat dada nya terenyuh ingin menangis.
"Happy birthday bontot Mama.." Rianti pula terharu hingga menitikkan air mata. Gadis kecil yang dulu rapuh kini telah tumbuh dewasa.
Ayu merebahkan peluknya di tubuh sang Mama, ia memeluk erat malaikat tak bersayap itu sambil menitikkan air mata bahagia.
"Mama...." lirihnya pelan. Terbayang pula olehnya wajah sang Ibu yang dulu selalu memeluknya dengan hangat persis seperti Rianti memeluknya sekarang.
"khmm.. Papa loh yang nyusun bunga-bunga itu di kolam." celetuk Adit merasa iri karena hanya Rianti yang di peluk.
__ADS_1
Kemudian Ayu tersadar dan merentangkan tangan ke arah Papanya agar mereka berpelukan bersama.
Kakak kakaknya yang lain pun menyanyikan lagu untuknya, tak ketinggalan para keponakannya yang bernyanyi sambil berjingkrak-jingkrak.
"Happy birthday to you.. happy birthday to you.. happy birthday.. happy birthday.. happy birthday Ayu.."
"Selamat ulang tahun Biyu.. traktir Ica jajan ya heheh.." ucap Ica tertawa lebar.
Kemudian Keenan juga menghampiri Ayu sambil membawa bingkisan kecil "Happy birthday biyu.. semoga cepet dapat pacar hahahah.." ia mencium pipi Ayu kemudian tertawa geli.
"Kei.. awas kamu ya, nggak Biyu traktir jajan." ancam Ayu sambil mengerucutkan bibirnya. Bisa-bisanya anak bau kencur sudah bisa meledek dirinya.
"Ini kado dari El, semoga Biyu panjang umur, sehat selalu, kuliahnya cepat lulus.."
"Nah.. ini baru keponakan Biyu paling baik hati, makasih ya doa nya ganteng.." Ayu mencium gemas puncak kepala El yang tersenyum manis.
"Cepat nikah ya Biyu.." celetuk El seketika membuat raut wajah Ayu berubah.
Sementara Vino dan Nurul hanya tertawa melihat tingkah anak mereka. Kemudian mata Ayu tertuju pada si kecil Alea yang tengah asik bermain dengan balon yang tersusun rapi di dekat kursi.
"Alea... " panggil Ayu menghampirinya. Alea hanya tersenyum, ia meremas kuat balon itu hingga membuat semua orang panik.
"aduh..aduh.. Alea jangan nak.." ujar Fani berusaha melepaskan tangan Alea dari balon itu.
Saat mereka tengah heboh karena kelakuan Alea, tiba-tiba Rey datang sambil membawa boneka teddy berwarna pink seukuran manusia dewasa.
"Apa Saya terlambat?" ia memukul boneka itu di bahunya.
__ADS_1
"wahh... itu bahkan lebih besar dari Ayu." gumam Dika tercengang.
Adit langsung memindai ekpresi Rey dan Dika, entahlah apa yang sedang ia pikirkan saat itu.
"Kemari lah.. ini waktu yang tepat." panggil Dimas bertukar aba-aba melalui mata dengan semua orang di sana. kemudian mereka serempak membawa Rey ke pinggir kolam renang untuk diceburkan.
Rey pun panik, boneka yang ia bawa di ambil paksa oleh Fani agar rencana mereka berhasil.
"Loh.. loh.. apa-apaan ini, yang ulang tahun kan dia kenapa Saya yang di seret?"
Ayu pun tak tinggal diam, entah memiliki dendam apa mereka terhadap Rey. Banyaknya tenaga yang menyerang membuat Rey kewalahan hingga akhirnya pasrah.
byurrr.....
Seketika susunan kelopak bunga di atas kolam buyar saat tubuh Rey tercebur di sana. Namun ia tak sendirian, saat heboh antara perlawanan dan serangan tadi diam-diam Rey memegang lengan Ayu. dan saat dirinya terdorong, tentu saja Ayu ikut terseret ke sana.
hahahahahahahahahha....
Tawa mereka semua menggema, mereka belum sadar kalau Ayu terseret.
"Kok Ayu ikutan sih..!" pekik Ayu muncul dari balik tubuh Rey.
"Ya ampun! kok nggak keliatan tadi pas kamu masuk?" ucap Vino berpura-pura panik padahal memang itu rencana mereka.
Rey menyeka air yang menetes dari rambutnya ke belakang, hingga tampak dahi paripurna yang memabukkan itu dengan anat jelas.
Ayu sampai mematung di tempat, ketampanan Rey seolah meningkat berkali-kali lipat saat itu. sesaat mereka saling menatap, terpana akan keindahan masing-masing seperti sama-sama sedang menyelami sesuatu.
__ADS_1
Kemudian masuklah para anak-anak yang membuat tatapan dalam mereka buyar seketika.
...**************...