My Kindergarten Teacher

My Kindergarten Teacher
Pernyataan Dewa


__ADS_3

Rumah Daud Prayogo


"Memangnya Tante Alina wangi apa?" tanya Alina ingin tahu jawaban batita yang membuatnya gemas karena mendapatkan ajaran yang bakalan membuat dirinya mirip dengan Oom playboy nya.


"Wanginya sama wangi mommy" jawab Aizen.


"Parfummu apa Nona Alina ?" tanya Dewa.


"Kenzo Amour..." jawab Alina.


"Kamu fans Kenzo ya?" Dewa pun menelpon Juliet. "Jules, parfummu apa yang tadi kamu pakai sebelum aku pergi bawa Aizen ? ... Oooohhh okay ... Nggak, cuma nanya ..." Dewa buru-buru mematikan panggilannya sebelum Juliet mereog dan merepet melebihi kecepatan cahaya. "Pantas Aizen bilang baunya sama wong parfumnya sama" ucap Dewa membuat Alina menggelengkan kepalanya.


Kayak gitu kok ya pakai diperjelas sih! Alina menatap tajam ke arah Dewa sedangkan Aizen tampak mengagumi wajah cantik Tante barunya.


"Oom Dewa ... "


"Ya Ai?"


"Tante Al cantik."


"Memang."


"Buat Ai ya ?" batita itu menatap Dewa dengan mata coklat bulatnya yang bening.


"Eeeehhhhh ???" seru Dewa terkejut. Begitu juga Alina yang merasa dirayu bayi.


Aizen langsung menggandeng Alina. "Tante sama Ai ya?"

__ADS_1


"Iya... " senyum Alina yang tampak geli melihat gaya batita itu.


"Owalaahhh, keponakan mu memang ada bakat playboy dan perayu ulung. Keseringan kumpul sama kamu, Ngger" kekeh Daud yang senang dengan keributan di rumahnya.


"Gaswat, aku bisa dihabisi sama ibunya Aizen... Duh, Mateng aku... " keluh Dewa sambil memegang pelipisnya.


***


Setelah berpamitan, akhirnya Dewa dan Alina pun dalam perjalanan di dalam mobil mewah milik pria itu. Aizen yang tadinya minta dipangku Alina, tidak diijinkan Dewa karena harus duduk di kursi bayinya yang khusus dipasang di kursi belakang. Akibatnya Aizen pun rewel dan mulai mereog, hingga Dewa harus meminggirkan mobilnya dan membawa Aizen duduk dipangku Alina.


"Aizen kok gitu. Kan harusnya anak kecil duduk di belakang" tegur Alina dengan nada lembut ke batita imut itu.


"Ai kan maunya sama Tante Al" jawab batita itu.


Dewa melirik judes ke arah keponakannya yang dengan santainya bersandar di dada Alina. "Kayaknya Oom salah bawa kamu deh ! Jadi mbati ( cari untung ) deh kamu !"


Aizen hanya memajukan bibirnya ke Dewa membuat pria itu semakin dongkol. Yassalam aku saingan sama bayi !


"Yes Jeng?"


"Kenapa pak Dewa memanggil saya dengan panggilan Jeng? Apakah itu kebiasaannya pak Dewa memanggil semua wanita seperti itu?" tanya Alina.


"Kenapa? Kamu merasa tersinggung? Atau tersaingi?" balas Dewa.


"Bukan pak. Itu panggilan yang tidak biasa di jaman sekarang. Jarang seorang pria memanggil seorang wanita seperti itu... Seperti panggilan jadul..." ucap Alina.


"Opa buyutku memanggil istrinya Diajeng Aya-aya. Nama omaku adalah Ayame, orang Jepang. Opa buyut atau canggah nya Aizen. Dan panggilannya ke istrinya ya itu, Diajeng Aya-aya. Dan sejujurnya, aku baru memanggil seorang wanita Jeng ya hanya sama kamu."

__ADS_1


"Kenapa?" Alina melihat Aizen terlelap dalam pangkuannya.


"Karena panggilan itu khusus untuk wanita yang spesial dan kamu adalah wanita yang spesial Jeng Alina" jawab Dewa serius.


Alina menatap Dewa tidak percaya. "Pak Dewa merayu saya?"


"Nope. Itu pernyataan paling serius yang pernah aku ucapkan pada seorang wanita. Aku bukan orang suci, Jeng tapi aku selalu berdoa jika ada bidadari yang dikirimkan Allah SWT untukku, maka aku akan tetap bersih dan di jalurNya. Seperti kata papaku, perbaiki sholatmu dan hidupmu, maka kamu akan mendapatkan kebaikan disana dalam bentuk apapun... Dan aku rasa jawaban dari doa - doa aku adalah, aku dipertemukan dengan seorang bidadari dan orang itu adalah kamu, Jeng Alina" jawab Dewa panjang lebar.


"Pak Dewa... Jangan bercanda..." ucap Alina dengan nada gemetar.


"Aku tidak bercanda Jeng. Aku sangat serius akan hal ini. Aku tidak meminta kamu untuk menjawab sekarang tapi aku ingin kamu tahu bahwa aku sudah jatuh cinta sama kamu... " Dewa menatap serius ke Alina setelah mereka berhenti di depan rumah kost gadis itu.


Alina hanya bisa menatap Dewa dengan tatapan yang tidak bisa dijabarkan. Dirinya terlalu terkejut dengan pernyataan Dewa yang jauh dari kata dan tempat romantis. Namun mata Alina terkejut saat menoleh ke arah pagar rumah kost nya. Dewa pun mengikuti mata gadis itu dan tersenyum smirk saat melihat siapa disana.


"Rupanya si gagal total masih mencoba mengajuk hatimu Jeng" senyum Dewa.


***



Visual Aizen Reeves Akihiro dewasa


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaaaeeessss


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2