
Astuti menatap wajah putranya yang seolah tanpa beban bercerita tentang Laura Khan. Meskipun dirinya tahu maksud Devan baik, tapi mendengar bahwa hidup gadis itu hanya tinggal setahun lagi, tentu saja membuat hatinya sedih. Astuti tidak tahu bagaimana Devan bisa menghadapinya apabila Laura benar-benar meninggal.
Apa kamu yakin? Astuti bertanya dengan bahasa isyarat.
"Yakin mom..." jawab Devan sambil memakan perkedelnya.
Astuti lalu menatap Rama. "Mas?"
"Devan sudah memutuskan dan aku melihat mereka juga kompak, jadi dinikmati saja sayang" jawab Rama. "Toh, Devan kan jones dibandingkan dengan Radeva yang sudah ada Aya. Biarkan dia pacaran, biar tahu rasanya."
Astuti kembali memandang putranya. Kamu sudah siap jika suatu hari berpisah? Ini pisahnya nggak main-main lho, Va...
"Aku tahu Mommy... Maka dari itu, aku ingin menghabiskan waktu bersama Laura, buat kenangan yang indah supaya Laura dapat remisi dari kankernya. Bukankah positive mind can make your body and soul healthy?" ujar Devan masih berusaha meyakinkan ibunya.
Astuti menghela nafas panjang. Ya sudah, tapi kamu benar ya membuat Laura bahagia. Jangan kamu ajak berantem macam kamu ke Bayu atau ke Mamoru.
"Oke mommy !"
***
Devan yang sudah lulus dari MIT itu pun menghabiskan waktunya bersama dengan Laura, memenuhi bucket list gadis itu termasuk makan siang di RR's Meal, meludah dari puncak Empire State Building ( dan Devan sempat melongo saat membaca list yang ini ), naik mini Cooper hingga ke Maine demi melihat sunset dan sunrise disana, membuat berbagai macam makanan favoritnya Laura bersama dengan Astuti yang akhirnya mengakui gadis itu sangat baik dan bersemangat.
Tak jarang Astuti pun ikut bersama Devan dan Laura untuk shopping, menemani kemoterapi atau menonton pertunjukan Broadway. Laura yang sudah tidak memiliki ibu, seperti mendapatkan kasih sayang ibu dari Astuti. Bahkan keduanya menjadi lebih akrab dan Devan sering menjadi obat nyamuk diantara mereka.
Tak terasa 100 list Laura terpenuhi hampir setahun ini dan hubungan keduanya memang tidak di go publik baik oleh mereka maupun kedua orang tua Devan. Laura tidak mau keluarga besar Devan tahu kondisinya dan merasa kasihan padanya.
"Padahal kalau tahu, kita semua bisa bantu kamu cari donor ..." ucap Devan ke Laura saat pria itu bermain ke rumahnya untuk menonton pertandingan American Football. Devan membawa pizza dan coke untuk dimakan bersama Laura dan Shamir.
__ADS_1
"No Devan, aku tidak mau membuat repot banyak orang. Cukup kamu, Daddy, Oom Rama dan Tante Astuti saja yang berada di sekeliling aku ... " senyum Laura.
"Ohya Laura, besok siang aku harus ke Jakarta karena sepupuku yang mantan playboy insyaf itu mau menikah..." ucap Devan sambil menyiapkan pizza-nya lalu berjalan ke ruang tengah dengan Laura membawa botol-botol coke di dalam ember yang berisikan es batu agar dingin.
Keduanya lalu duduk di sofa menunggu Shamir selesai bekerja di ruang kerjanya. Laura sendiri sudah mengalami kebotakan rambut akibat kemoterapi namun Devan tidak perduli. Bahkan dengan santainya, pria itu membelikan banyak wig yang dipakai untuk cosplay. Tak jarang, keduanya ber cosplay ria dan membuat foto bersama. Terakhir Devan dan Laura bercosplay menjadi Zoro dan Sanji lalu setelahnya keduanya tertawa terbahak-bahak karena Devan nekad mengecat rambutnya menjadi hijau dan akhirnya kena amuk Astuti. Laura menjadi saksi Devan terkena jepitan maut di telinganya oleh ibunya.
Bagi Laura, keributan Astuti dan Devan adalah mood booster tersendiri karena sangat khas emak-emak Asia.
"Kamu pergi saja Van. Lagian kapan lagi melihat sepupumu yang mantan playboy itu menikah? Ya kan?" senyum Laura yang malam ini memakai wig pink mirip Anya di Spy x Family.
"Kamu nggak papa aku tinggal?" Devan menatap wajah pucat itu yang semakin kurus.
"Nggak papa. Sudah pergi saja."
"Kamu nggak minta oleh-oleh?"
Laura menggelengkan kepalanya. "Kamu pulang dengan selamat saja itu yang aku doakan."
"I love you more Devan. Kamu benar-benar pacar impian aku..."
Devan mencium bibir Laura yang kering itu dengan lembut. Dia tidak mau ada memar atau luka pada bibir indah tersebut.
"Tunggu aku pulang ya?" Mata coklat abu-abu Devan menatap lembut dan penuh cinta ke Laura.
Gadis itu pun mengangguk.
"Van ! Sudah main belum?" tanya Shamir yang keluar dari ruang kerjanya.
__ADS_1
"Masih iklan Oom" jawab Devan sambil membenarkan duduknya.
"Masih lama ya. Wuuuiiiihhhh pizza half and half." Shamir pun duduk di sudut sofa membuat Laura berada di tengah-tengah kedua pria yang menyayanginya. Dan malam itu Laura memilih bersandar dengan memeluk Devan erat selama pertandingan berlangsung.
***
"Dad ..." panggil Laura sesaat setelah Devan berpamitan pulang.
"Ada apa sayang?" Shamir menoleh dan melihat darah dari hidung Laura tampak menetes deras di lantai apartemennya. "Daddy panggil 911 !"
***
Devan berusaha menelpon Laura dan Shamir tapi tidak ada jawaban dari keduanya. Hatinya merasa cemas karena tidak seperti biasanya mereka berdua tidak bisa dihubungi. Rama dan Astuti yang melihat wajah gusar di Devan, tidak bisa berbuat apa-apa karena Shamir sudah mengatakan pada mereka, kalau Laura dalam kondisi tidak baik. Sengaja Shamir mematikan ponselnya dan Laura agar Devan tetap berangkat ke Jakarta sesuai dengan permintaan putrinya.
Shamir memilih menghubungi Rama lewat telepon rumah sakit dan memohon doa dari pria yang wajahnya mirip dengan Opanya, Elang McCloud itu, agar diberikan yang terbaik untuk Laura. Hati Rama dan Astuti sudah terasa tidak enak karena bisa jadi ini tiba waktunya.
Rama dan Astuti bisa paham kenapa Laura tidak mau Devan berada disisinya saat terbaring sakit, karena dia tidak mau Devan drop dan sedih berkepanjangan. Laura sangat mencintai Devan begitu juga sebaliknya. Laura tidak mau melihat wajah sedih kekasihnya karena itu dia tidak mau Devan tahu dirinya di rumah sakit.
Devan menatap pemandangan dari jendela pesawat saat pesawat keluarganya lepas landas menuju Jakarta. Hatinya benar-benar cemas dan tidak enak karena tidak mendapatkan kabar dari Laura.
Kamu dimana dan kenapa sayang?
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️