My Kindergarten Teacher

My Kindergarten Teacher
After Acara Lamaran


__ADS_3

Kediaman Eyang Daud di Grogol Petamburan Jakarta


Ragil mengucapkan banyak-banyak hamdalah karena misinya untuk mengetes apakah misinya berhasil. In case akan ada kejadian seperti ini lagi, gue tahu harus kemana cari bantuan yang tepat dan sangat efektif...


Dewa langsung merangkul pinggang Alina saat para tetangga Eyang Daud datang untuk memberikan ucapan selamat kepada mereka berdua.


"Bajunya cantik ih... Pas banget di badan kamu..." puji Dewa. "Apalagi yang pakai, jauh lebih cantik..." Keduanya kini duduk berdua sambil makan ketoprak dengan minuman es degan.


Alina tampak tersipu mendengar pujian tunangannya. "Kan mas Dewa yang belikan."



"Seleraku memang bagus" senyum Dewa jumawa.


"Kalau itu nggak perlu diragukan deh" balas Alina membuat hidung mancung Dewa semakin kembang kempis.


"Rasanya gini ya... Bahagianya berlipat-lipat kalau dipuji sama calon istri yang diberikan Allah setelah taubat. Beda rasanya. Aku baru kali ini merasa begini meskipun udah khatam soal percewekan..." Dewa menatap lembut ke Alina. "Eh, kamu nggak cemburu kan Jeng?"


"Ngapain cemburu mas. Wong kalau mas Dewa berani macam-macam kan gampang, tinggal bilang sama Tante Safira, beres deh..." cengir Alina membuat Dewa manyun.


"Bahaya nih kalau mertua kompak sama menantu... Anak kandung jadi anak jadi-jadian..."


Alina terbahak mendengar gerutuan tunangannya.


***


Menjelang Asar, semua rangkaian acara pun selesai dan semua orang bersiap untuk pulang ke rumah masing-masing. Eyang Daud meskipun sedikit lelah tapi sangat senang melihat acara lamaran cucunya meriah apalagi bisa bertemu dengan sesama sesepuh seperti Bara Giandra, Levi Reeves dan Kareem Hassan.


Arkananta dan Valentino dibantu asisten masing-masing, membereskan semua para pengisi acara yang mendapatkan bayaran lebih dari harga yang disepakati sebelumnya. Merkea akhirnya bisa mengetahui bahwa keluarga Sultan itu memang bukan orang-orang pelit dan sombong. Selama ini mereka hanya mendengar rumor saja tapi hari ini tahu sendiri.


Dan kini tinggal Bagas, Safira, Dewa dan Ragil di rumah itu sedangkan semua rombongan sirkus sudah kembali ke habitatnya masing-masing.


"Eyang capek? Eyang mau istirahat?" tawar Alina.

__ADS_1


"Nggak Lina, eyang malah senang lihat keluarga Nak Dewa rusuh tapi akur" kekeh eyang Daud. "Tidak mudah lho membuat sebuah keluarga besar dengan menantunya bisa tetap akur tanpa ada rasa iri dengki... Kalau bukan karena masing-masing orang memiliki Legawa, ikhlas dan tulus, akan sulit. "


"Memang tidak mudah masuk ke keluarga klan Pratomo karena syarat utama adalah itu, jangan iri, jangan serakah dan jangan merasa paling hebat. Karena bagaimana pun kita pasti membutuhkan seseorang dan siapa yang akan menolong kalau bukan keluarga sendiri..." jawab Safira. "Meskipun saat aku ditangkap petugas bandara, minta bantuan ke mas Bagas."


"Lha kenapa nggak ke keluarga sendiri, Bu Safira?" tanya Parjo.


"Sebab, aku ketahuan bawa scapel di dalam tas dan kalau Keluargaku tahu... Bakalan gegeran meskipun akhirnya mereka tahu dan aku dimarahi habis-habisan sama mas Hoshi" gelak Safira. ( Baca Hoshi, My Tiger ).


"Tapi Fira habis itu nangis kejer kena amuk Quinn. Oh nama lengkap Quinn itu Hoshi Paramudya Quinn Reeves. Kalau di kalangan keluarga biasa dipanggil Hoshi tapi di dunia bisnis dipanggil Quinn" sambung Bagas. "Tapi malah kami jadi jodoh."


"Kacau memang nyokap tuh. Clumsy banget... " celetuk Dewa yang mendapatkan pelototan Safira.


"Pak Bagas, memang nya jika ada yang iri atau serakah, apa ada hukuman keluarga?" tanya Parjo yang baru kali ini berhubungan dengan keluarga Sultan tapi sering tidak ingat mereka siapa.


"Dikeluarkan dari keluarga, semua asetnya dibekukan... Dia cuma dapat macam hak saat lahir saja. Itu memang sudah aturan dari turun temurun... Alhamdulillah, kami semua anak turunan beserta menantu, tidak ada pikiran yang negatif... " jawab Safira.


"Negatif dari kami itu hanyalah Julid dan tukang menistakan satu sama lain" timpal Bagas.


"Kalau itu tampaknya sudah paten di gen kami, eyang" sambung Dewa.


"Kami tidak melihat kekayaan seseorang untuk masuk kedalam keluarga besar Pratomo. Kami melihat ketulusan Alina dalam membuat Dewa lebih baik dan lurus hidupnya. Apalagi Dewa juga jatuh cinta setengah hidup sama kamu" senyum Safira.


"Setengah mati, Mamaaa" protes Dewa.


"Suka-suka mama lah!" balas Safira cuek.


Alina hanya cekikikan mendengar keributan Dewa dan Safira.


***


Ragil mengantarkan Bagas dan Safira pulang, sedangkan Dewa masih memilih tinggal di rumah Alina. Usai mengantarkan Bagas, Ragil akan kembali menjemput Dewa. Sengaja Dewa tidak bersama dengan kedua orangtuanya ikut pulang karena ingin ngerjain Ragil yang pasti ngomel - ngomel menghadapi macetnya kota Jakarta di malam Minggu.


"Jeng Alina, kalau si angin kencang itu nikah, kamu ikut ya ke New York" ucap Dewa ke Alina sambil menikmati pisang goreng dari penjual gorengan dekat rumah Alina. Dewa sendiri sudah berganti pakaian dengan kaos polo dan celana jeans yang dibawanya dalam tas ransel Louis Vuitton.

__ADS_1


"Memang mas Bayu mau nikah kapan mas?" tanya Alina.


"Juni besok. Kan pas kamu libur sekolah tho?"


Alina mengangguk. "Tapi aku nggak punya pasport mas..."


"Berkas-berkas kamu dimana?"


"Disini."


"Besok Senin kamu minta ijin sehari tidak masuk biar aku jemput kamu terus kita urus pasport."


Alina menggelengkan kepalanya. "Biar aku urus sendiri mas. Kan hari Senin mas Dewa pasti sibuk jadi tidak apa-apa aku urus sendiri."


"Tapi Jeng..."


"Mas Dewa, aku terbiasa mengurus semuanya sendiri dan selama ini mas Dewa banyak memanjakan aku... Takutnya aku nanti selalu tergantung pada mas dan jadi tidak berani..."


"Lho aku suka kalau kamu tergantung sama aku... "


"Iya...tapi kan mas, biarkan aku urus sendiri. Jadi mas Dewa konsentrasi bekerja saja. Cari cuan yang banyak demi satu peti emas batangan..." senyum Alina.


"Kalau itu ada sih di bank Swiss... Punya semua anggota keluarga Pratomo..." gumam Dewa membuat Alina melongo.


Ya Allah, mereka itu kayanya seberapa sih?! Definisi tujuh turunan masih terus bisa berlangsung. Alina tidak berani membayangkan seberapa kaya Dewa.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2