
Ruang Meeting Kantor Walikota Jakarta Barat
Dewa menatap ke arah Gatot yang tampak salah tingkah saat tahu siapa dirinya sebenarnya. Mampus kau !! Lu minta duit sama bokap kan? Sekarang terserah bokap mau dikasih apa kagak ! Dewa tertawa dalam hati tapi wajahnya dibuat sedatar mungkin.
Setelah berbasa-basi, Bagas pun masuk ke dalam inti pertemuan tentang pengajuan proposal untuk menjadi sponsor. Bagas meminta Ragil menyiapkan slide di layar proyektor.
"Pak Walikota yang terhormat, saya tidak ada masalah untuk memberikan dana sponsor acara tujuh belasan area Jakarta Barat karena kantor pusat kami dan cabang ada disini. Bisa dibilang sumbangsih kami sebagai warga negara yang baik." Bagas menggerakkan pointer nya. "Tapi, jika di-mark up seperti ini... Seriously? Ini saya hitung ada Mark up 5-10% per item."
"Ini semua sudah kami cek dan ricek harga itemnya di semua produsen dan rata - rata, ada selisih dari 20ribu hingga 25ribu per item dan itu dikalikan... Betapa keuntungan hasil korupsinya?" sambung Fahreza yang kemudian memberikan perbandingan harga dari barang yang diajukan dengan harga di lapangan.
"Untuk itu, pak Bagas menolak memberikan sumbangan sponsor jika tidak ada revisi harga. Kami tahu panitia ingin mencari untung tapi jika seperti ini caranya, maaf maaf saja" sambung Fahreza dengan wajah galak.
Dewa nyaris tertawa terbahak-bahak melihat wajah pucat Gatot saat mendengar ucapan Fahreza Kamil. Bagas memang memilih orang-orang terbaik dan lurus untuk pekerjaan yang sangat krusial. Ajaran dari ayahnya dan Javier Arata, sangat dia terapkan apalagi Opa Safira itu adalah pengusaha yang dikenal kejam dan galak.
"Jadi pak Bagas, anda tidak mau tanda tangan?" tanya Wakil walikota Jakarta Barat itu sebab dengan adanya tambahan sponsor dari Bank Arta Jaya akan membuat semakin menarik.
"Tidak sebelum direvisi total" jawab Bagas tegas. "Saya masih tidak masalah jika per item di Mark up di bawah 5ribu tapi jika sebanyak ini... Maaf. Saya lebih suka mengatakan langsung seperti ini daripada by phone."
Pria paruh baya yang masih ganteng itu menatap ke arah Gatot yang menunduk. "Tahun lalu saya tidak masalah kan langsung tanda tangan proposal anda pak Wali, tapi untuk yang ini, maaf saya tidak sreg."
Walikota Jakarta Barat menoleh ke arah Gatot yang hanya menunduk. "Baik pak Bagas. Kami akan revisi ulang."
"Terima kasih pak Wali. Saya bukan pengusaha yang pelit tapi jika termasuk keterlaluan, saya juga harus mempertimbangkan. Business is business" senyum Bagas.
***
Bagas dan Dewa pun berpamitan ke walikota dan wakil walikota. Ragil dan Emilia masih berhubungan dengan panitia acara termasuk dengan Gatot. Dan dari situ Gatot tahu jika Dewa sekarang memegang kantor Bank Arta Jaya cabang Kebon Jeruk.
Gatot bertekad akan menemui Dewa dan membicarakan semuanya.
***
Kantor Bank Arta Jaya Kebon Jeruk Jakarta keesokan harinya
Dewa sedang memeriksa semua laporan dari Maya saat suara intercomnya berbunyi.
__ADS_1
"Ya Ragil?" tanya Dewa sambil memencet tombol intercomnya.
"Meiwakuna otoko ga koko ni kita ( orang menyebalkan datang kemari )Pak Dewa" jawab Ragil dengan bahasa Jepang.
Maya menatap Dewa bingung. Sudah bukan rahasia umum jika kamu mau bekerja di perusahaan yang berhubungan dengan keluarga Pratomo, minimal harus bisa satu bahasa asing selain Inggris. Dan Ragil serta Maya, fasih berbahasa Jepang.
"Shibarakuomachikudasai ( suruh tunggu sebentar )" ucap Dewa lalu mematikan tombolnya.
"Pak Dewa, siapakah orang menyebalkan itu?" tanya Maya.
"Orang yang tidak menghargai wanita, Bu Maya" jawab Dewa.
"Punya nyali juga menghadap pak Dewa..." gumam Maya.
"Jika tidak berani, dia berarti banci !" seringai Dewa yang membuat Maya tertawa. "Bu Maya, saya suka kinerja anda yang membuat sistem marketing anda membuat banyak nasabah baru."
"Terimakasih pak Dewa. Saya sangat menghargai pujian bapak."
"Bu Maya, saya tidak pelit pujian jika kinerja para pegawai kami bekerja dengan baik."
"Kalau begitu, saya permisi dulu Pak Dewa" pamit Maya.
"Kinerja divisi Bu Maya dipertahankan dan ditingkatkan lagi." Dewa tersenyum b
"Terimakasih pak Dewa." Maya pun keluar dari ruang kerja Dewa dan tak lama Ragil pun masuk dengan wajah manyun.
"Yang mau dilempar Converse berada di luar pak. Apakah anda akan terima?" tanya Ragil.
"Suruh dia masuk."
Ragil pun keluar dan masuklah Gatot ke dalam ruangan Dewa.
"Silahkan duduk pak Gatot. Ragil, kamu boleh keluar" pinta Dewa ke asistennya. Ragil pun mengangguk tapi menatap tajam ke arah Gatot. Gara-gara dia, dirinya dan Emilia harus berdebat dengan bagian keuangan dan panitia tujuh belasan. Pria berwajah dingin itu pun keluar dari ruang kerja Bossnya.
Gatot pun duduk di kursi yang sebelumnya dipakai Maya.
__ADS_1
"Ada perlu apa pak Gatot datang kemari? Apakah sudah menyelesaikan semua permasalahan Mark up yang anda perbuat?" sindir Dewa ke Gatot.
"Saya... Minta maaf pak Dewa. Sungguh saya tidak tahu... Jika anda adalah anggota keluarga Hadiyanto..." ucap Gatot terbata.
"Jadi, karena saya anggota keluarga Hadiyanto, anda merasa malu ? Apa jadinya jika saya bukan anggota keluarga terkenal ? Apakah anda akan bertindak semena-mena?" sindir Dewa.
Gatot menunduk.
"Saya tidak akan menuntut anda atas kekerasan yang anda lakukan pada Miss Alina asalkan anda menjauh darinya. Dan jika anda masih berani mendatangi, karier anda habis ! Bahkan calon mertua anda, bapak Sumbi." Dewa menatap tajam ke Gatot. Pria ganteng itu memajukan tubuhnya. "Kapokmu kapan Gagal Total?"
***
Kost-kostan Alina.
Alina menatap tidak percaya saat melihat Dewa berada di ruang tamu rumah kostnya.
"Pak Dewa ?" tanya Alina yang masih mengenakan perban gips di pergelangan tangannya.
"Malam nona Alina. Yuk, jalan-jalan" ajak Dewa.
"Tapi pak Dewa..." Alina melirik ke arah bajunya yang berupa kaos gambar Cinnamon Roll dan celana jeans model pipa serta sandal bulu sedangkan Dewa mengenakan kemeja kerjanya bewarna biru tua dan celana kain warna hitam meskipun lengannya sudah digulung sebatas siku.
"Ayolah, gitu saja. Santai ... Aku nyetir sendiri kok... Ragil sudah aku suruh pulang. Kita makan di daerah santai aja."
Alina menatap Dewa bingung. "Dalam rangka?"
"Menyingkirkan kecoak !"
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️