
Kantor Imigrasi di Daan Mogot Jakarta
"Lha kamu malah mengandalkan perusahaan bapakmu !" ucap Gatot.
"Setidaknya itu perusahaan Bapakku bukan bapak orang lain !" balas Dewa kesal. "Sudah selesai sayang?" Nada Dewa berubah lembut ke Alina.
"Sudah mas" jawab Alina yang sudah membereskan barang-barangnya. "Ohya Gatot, ini tas yang kamu bilang tasnya biasa, adalah buatan Morr. Hadiah langsung dari Sakura Park Moretti dan kamu bisa memeriksa harganya di web milik Morr."
Gadis itu lalu menggandeng tangan Dewa meninggalkan Gatot yang menatap judes ke arah pasangan itu.
***
Di Dalam Mobil Dewa
"Aku kira si Gagal total sudah tenggelam di kali Ciliwung... Ternyata masih hidup dan makin kacau !" gerutu Dewa kesal.
"Sudah mas Dewa. Jangan marah-marah. Kan baru kali ini kita ketemu setelah sekian purnama..." senyum Alina manis supaya mood Dewa kembali lagi membaik.
"Iissshhh apa perlu gue santet ke Karet Bivak?" Dewa menyeringai. "Kalau aku bilang tanteku hobinya cari korban buat jurit malam cari hantu... Si gagal total adalah kandidat sempurna... Huahahahaha..." Wajah Dewa tampak usil dan licik.
Alina hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar ucapan unfaedah tunangannya.
***
Alina dan Dewa menuju ke sebuah restauran Korea dan mereka pun makan makanan khas Korea. Lucky pun ikut serta karena Dewa tidak mau sopirnya kelaparan meskipun dia sudah menolaknya.
"Mas Dewa, memangnya Mas Bayu sudah yakin akan menikah dengan Ajeng?" tanya Alina.
"Sudah. Memang Ajeng masih harus menyelesaikan kontraknya yang sekitar Juni habis tapi Bayu sudah yakin dengan Ajeng. Setidaknya, sama denganku mendapatkan pawang yang super sabar dan super pengertian... Tidak mudah menjadi pasangan klan Pratomo karena kami sangat hobi ngereog." Dewa memberikan daging yang sudah digrill ke Alina.
"Ajeng masih memilih menyelesaikan kontraknya daripada menikah cepat?" Alina tidak habis pikir dengan pola pikir Ajeng yang menurut nya tidak masalah kontraknya selesai sebelum waktunya karena menikah dengan bossnya.
"Ajeng itu tipikal harus selesai apa yang dia janjikan dan kontrak. Tak heran jika mas Lisus bucin setengah mampus sama Ajeng karena dia tipikal orang yang tidak bisa ingkar janji."
Alina tersenyum. "Mungkin karena itu mas Bayu jadi tahu Ajeng memang pantas untuknya..."
__ADS_1
"Exactly, seperti kamu Jeng..."
"Mas Dewa ..."
"Ya ?"
"Maaf ya tadi aku agak sombong ke Gatot. Bukan apa-apa, aku sebal saja sama gayanya selangit padahal mung ngathung ( menengadahkan tangan - Jawa ) hartanya mertua..." ucap Alina pelan karena belum pernah dia melakukan hal sesombong itu.
"Memang terkadang kamu perlu begitu Jeng. Apa kamu sudah tahu harganya tas Morr kamu?" goda Dewa.
"$750 kan?" ( sekitar Rp 12juta ).
Dewa terbahak. "No sayang. Tas kamu itu harganya $2750."
Alina melongo. "Seharga 42 juta ?"
"Masih belum seberapa dibandingkan Bottega Veneta yang aku berikan buat seserahan..." jawab Dewa kalem.
Alina tampak harus mengatur nafasnya. "Astaghfirullah... "
Alina masih tidak menyangka dia membawa tas hampir seharga 50 juta rupiah.
"Jeng?" Dewa menatap Alina bingung.
"Mas Dewa... Jangan bilang itu seserahan total jenderal..." Wajah Alina tampak panik.
"Sudah kamu tenang saja. Itu buat kamu kok..."
Alina hanya bisa beristighfar dalam hati.
***
Keesokan Harinya
Alina datang mengajar seperti biasanya dan para rekannya heboh saat tahu dirinya sudah tunangan dengan Dewa.
__ADS_1
"Kok kamu tidak undang kami?" tanya Yani.
"Masalahnya, aku dan mas Dewa tadinya mau sederhana saja, hanya Keluarga inti tapi tiba-tiba keluarga mas Dewa buat acara lamaran dadakan."
"Bagaimana keluarga Sultan mengadakan acara lamaran?" tanya rekannya yang lain.
"Percaya atau tidak, mereka mengadakan pesta rakyat dengan memanggil tukang kerak telor, nasi uduk, es dawet, es degan dan banyak lagi... Plus kesenian Tanjidor..."
"Whaaaatttt??? Seru dong..."
"Rusuh yang super kocak, sebenarnya..." kekeh Alina.
"Ya ampun mereka keluarga Sultan atau apa sih?" gelak para rekan kerja Alina.
"Mbak Alina..." panggil salah satu satpam.
Alina menoleh. "Ya Pak?"
"Ada yang mencari mbak Alina."
"Siapa pak?"
"Namanya nona Margaret. Katanya mbak Alina menggoda suaminya di kantor imigrasi.
Alina dan para guru disana terkejut. "Apaaaaa?"
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1