
TK Bintang Kebon Jeruk Jakarta
Siang ini Alina kedatangan tamu istimewa sebab Juliet datang bersama dengan Aizen dan ibunya Rina Reeves. Mereka ingin melihat - lihat TK tempat Alina mengajar. Kepala sekolah TK Bintang pun langsung menyambut kedatangan Juliet dan Rina karena kapan lagi istri CEO PRC Group dan istri dokter Jantung datang kan?
"Selamat datang Nyonya Reeves, nyonya Akihiro... Anda mau mendaftar kan cucu dan putra anda?" tanya Kepala Sekolah itu.
"Aizen masih nanti untuk bersekolah, tapi tidak ada salahnya jika kami jauh-jauh mencari informasi sekolah buat cucu saya?" senyum Rina manis.
"Anda benar Nyonya Reeves. Mari saya ajak anda berkeliling" ucap Kepala Sekolah itu. Rina dan Juliet yang menggandeng Aizen, berkeliling ke gedung TK yang terbilang kids friendly. Ada lima ruang yang dipakai untuk beraktivitas.
Ethan yang juga pengawal Juliet dari jaman gadis, tampak mengawal nyonyanya sedangkan Rina tidak mendapatkan pengawal karena sudah ada pria jangkung yang sudah mengawal putrinya dari remaja.
"Ini dua ruang kelas TK A dan ini dua ruang kelas TK B lalu satu ruang ini untuk kegiatan motorik."
Rina dan Juliet melihat adanya ruang permainan untuk berolahraga. Berbagai macam alat kids friendly ada disana yang membuat anak-anak pasti senang melakukan aktivitas yang membuat motorik nya semakin kuat.
"Mommy..." bisik Aizen.
"Apa sayang?" tanya Juliet.
"Gendong..." pinta bocah yang mau tiga tahun itu.
"Eh? Capek ya?" senyum Juliet yang kemudian menggendong Aizen.
"Mommy, mau lihat Tante Al" pinta Aizen.
"Tapi mommy juga mau lihat - lihat calon sekolah kamu Ai..."
Aizen langsung memajukan bibirnya dan wajahnya dibuat memerah hendak menangis membuat Juliet teringat Arsyanendra. "Ya Allah, Ai. Kenapa ajaran Oom kamu ya nyasar di dikau sih? Kamu niru mas Arsya ya?" gerutu Juliet antara gemas dan kesal.
"Mau ke Tante Al ... " rengek Aizen.
"Iya deh." Juliet berpamitan pada Rina dan kepala sekolah wanita itu yang memiliki perawakan mirip cikgu besar di Upin Ipin karena Aizen rewel.
***
"Beneran deh Ai, ajaran Oom V dan Oom Arka itu jangan dipakai ! Nggak bagus !" omel Juliet yang kesal karena kakaknya termasuk anggota trio kampret dan mereka mendoktrin keponakannya macam Arsya.
Entah apa yang akan terjadi pada anaknya mas Arka kalau brojol dan jenis kelaminnya laki ?! Apa nggak semakin semena-mena kasih ajaran paling ngaco di dunia ! Mana mas Shin udah bikin Arsya tetap berprinsip mandi sehari sekali yang penting wangi ... Juliet merasa pening dengan ketiga kakaknya yang kacau ajarannya.
__ADS_1
"Kan Ai mau lihat Tante Al..." eyel batita itu tanpa mau mengalah pada ibunya.
"Benar-benar keturunan Pratomo, Reeves dan Akihiro deh kamu ! Koppig ( keras kepala - bahasa Belanda )!" omel Juliet sambil menggendong Aizen. Ethan mengikuti keduanya dari kejauhan sambil tersenyum melihat Juliet judes ke putranya yang membalas sama judesnya.
"Tunggu, mommy tidak tahu ruang kelas Tante Al..." ucap Juliet celingukan.
Tak lama suara bel tanda pulang sekolah pun berbunyi membuat Juliet dan Aizen berdiri menjauh dari pintu ruang kelas. Dan serentak pintu-pintu itu pun terbuka yang langsung riuh dengan suara anak-anak heboh hendak pulang. Juliet melihat para orang tua tampak sudah menunggu anak-anaknya di depan pintu gerbang sekolah.
"Bye Miss Alina !" pamit para anak-anak berseragam kotak-kotak merah hijau dengan kemeja putih yang beraksen sama di pinggir lengan dan kerahnya.
"Bye. Jangan lupa buat prakarya nya. Besok Miss Alina periksa .." seru Alina sambil tertawa.
"Baik cikguuuu !" teriak para murid-muridnya membuat Alina menggelengkan kepalanya geli.
"Tante Aaallll!"
Alina menoleh dan terkejut melihat Juliet bersama Aizen berdiri di belakangnya. "Oh ya ampun ! Kalian jadi datang?" senyum Alina.
"Jadi lah!" balas Juliet sambil cipika cipiki. "Nih, ada yang heboh cari Tante Al nya."
"Tante Al, gendong..." Aizen langsung mengulurkan kedua tangannya ke Alina.
"Gendoooonnnggg !" rengek Aizen mendrama.
"Yuk sini sama Tante" senyum Alina sambil menerima tubuh gembul Aizen dan menggendongnya. "Datang sama siapa, Jules?"
"Sama mommy tapi masih lihat - lihat sama kepala sekolah mu yang macam cikgu besar di Upin Ipin..." jawab Juliet.
Alina tertawa. "Namanya Miss Berlian. Dia selalu bangga dengan shape bodynya yang mirip berlian katanya..."
"Setidaknya dia pede saja sih... "
"Iya lah pede. Bukankah kita harus mensyukuri yang diberikan Allah?" senyum Alina. "Ayo, masuk lihat ruang kelas TK B."
Ketiganya pun masuk dan Juliet langsung terbayang ruang kelas macam di film The Kindergarten Cop yang dibintangi Arnold Schwarzenegger.
"Kenapa vibe nya malah kebayang Arnold Schwarzenegger teriak 'Shuuuutttt uuuuppp'!" kekeh Juliet membuat Alina tertawa.
__ADS_1
"Itu film yang membuat aku ingin jadi guru TK, Juliet. Beberapa metode yang dipakai Arnold, aku terapkan ke anak-anak. Aku tidak mau anak-anak memikirkan sin cos tangen duluan. Yang benar saja anak SD sudah diberikan trigonometri?" ucap Alina.
"Well, aku tidak bisa bilang gimana-gimana, soalnya kakak-kakak aku kebanyakan kuliah di bidang science. Mas Shin, kakakku yang di Jepang, malah ambil spesialisasi fisika. Mas Bayu yang di New York, ambil matematika dan kimia. Papaku sendiri kuliah di MIT ambil matematika jadi aku sudah terkena virus aljabar dari kecil meskipun aku kuliah tidak ambil science..." gumam Juliet.
"Tante Al, mau main..." pinta Aizen yang ingin main diatas karpet.
"Oke Ai." Alina menurunkan Aizen keatas karpet dan batita itu mulai mencari mainan yang berada di rak yang tersedia disana. Setelah mendapatkan nya, Aizen pun duduk manis sambil bermain.
Alina dan Juliet pun ikut duduk lesehan diatas karpet sambil melihat Aizen bermain.
"Kamu nggak bilang playboy insyaf aku kemari kan?" tanya Juliet.
"Lha aku baru tahu kalian datang juga ini... Kalau mengajar, aku memang membuat ponsel aku silent. Bukan apa-apa, aku tidak mau anak didik aku terpecah konsentrasi melihat ada gadget. Aku ingin anak-anak fokus dengan semua yang kita dapatkan waktu kecil. Kehidupan tanpa gadget dan hanya bermain, macam Aizen begini" senyum Alina sambil melihat batita itu mulai menyusun balok berbagai bentuk untuk jadi rumah.
"Tampaknya bakal ambil arsitek deh dia macam Mas Arka. Di rumah Ai paling suka main Lego. Biasanya aku atau otousannya yang mengajari sama puzzle. Duh, Ai sangat suka solving problem. Ini lagi marah main rubik karena nggak bisa sama warnanya..." senyum Juliet sambil menatap bangga ke putranya.
"No gadget?" tanya Alina.
"No gadget at all ! Kami bukan social media junkie dan tidak semua harus dipamerkan bukan?" senyum Juliet.
"kamu kok kemari nggak bilang-bilang !"
Sebuah suara bariton terdengar membuat dua wanita itu menoleh dan tampak Dewa berdiri disana.
"Ah aku lupa GPS aku..." Juliet menepuk jidatnya.
"Oom Dewaaaaa!" seru Aizen yang langsung berdiri tanpa mengindahkan balok yang disusunnya karena sudah ingin ke Oomnya. Akibatnya Aizen tersandung dan terjatuh. Juliet dan Alina terlambat memegang tubuh batita gembul itu.
Dan siang itu suara lengkingan tangis drama Aizen terdengar di ruang kelas Alina.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa gaaaeeessss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1