My Kindergarten Teacher

My Kindergarten Teacher
KKEB


__ADS_3

RR's Meal Kuningan Jakarta


Dewa memegang tangannya yang terasa sakit akibat kena pitingan Bayu. Brengsek Lisus satu itu ! - umpat Dewa. Alina menatap kekasihnya dengan perasaan khawatir.


"Mas Dewa nggak papa?" tanya Alina sambil mengusap - usap lengan Dewa.


"Dasar Suparman! Kagak ingat apa kalau lengan aku itu sangat-sangat delicate !" sungut Dewa kesal sedangkan Bayu hanya nyengir sambil merangkul pinggang Ajeng.


"Sabar mas... Kan ga sering-sering kena juga tho?" senyum Alina.


Dewa terpesona melihat senyuman gadisnya dan mencium pelipisnya. "Sakitku langsung hilang begitu melihat senyuman dari bidadari yang ku sayang..."


"Gombalin aja terus!" ejek Remy Giandra. "Mbak Alina, Ojo gelem digombali Karo playboy duren tiga ( jangan mau digombali sama playboy duren tiga )."


"Lha piye ( gimana ) dik Remy. Wis kadung demen digombali ( sudah terlanjur suka digombali )" balas Alina membuat ruang VIP itu langsung ramai heboh dengan gombalan Alina yang membuat Dewa melongo.


"Sejak kapan kamu bisa gombal mukiyo ngunu Jeng Alina?" tanya Dewa dengan wajah tidak percaya.


"Lha aku Ono gurune ... Ya dipelajari lah..." jawab Alina kalem membuat semua saudara Dewa semakin durjana hebohnya.


"Gaeeesss, Iki definisi aku enthuk ( dapat ) pasangan yang macam panci ketemu tutup ! Aku ora ( tidak ) salah berdoa !" cengir Dewa membuat Arkananta dan Valentino melemparkan serbet ke wajah Dewa.


"Dasar Dewa !" kekeh Radyta.


***


Semua menikmati acara makan malam dan Dewa tahu jika malam Minggu pasti ada acara live music. Dewa pun memanggil manajer RR's Meal untuk manggung guna memberikan surprise ke Alina.


"Kamu mau ngapain?" tanya Valentino yang punya perasaan tidak enak.


"Ngawih ( nyanyi - Sunda --semoga nggak salah-- )" balas Dewa cuek.


"Haaaaahhh?" seru Valentino.


Dan benar, Dewa meminta para keluarganya untuk keluar dari ruang VIP buat melihat dia berjalan ke arah panggung biasa para band top 40 bernyanyi live disana.


Dewa berbicara dengan salah satu gitaris dan meminjam gitar akustiknya lalu mulai menyetel gitar, mic dan kursinya. Setelah dirasa siap, Dewa pun menyapa semua tamu yang datang.


"Selamat malam, perkenalkan saya Dewananda Hadiyanto... " sapa Dewa yang membuat para pengunjung terkejut bahwa salah satu pewaris Bank Arta Jaya yang duduk di atas panggung.


"Malam ini saya ingin menghibur anda semua... Nggak usah nyawer saya, yang penting anda jangan lupa bayar saja makanan anda..." cengir Dewa membuat para pengunjung tertawa.


"Kali ini saya ingin menyanyikan lagu untuk wanita yang saya sayangi, kasihi dan cintai, calon istri saya, calon ibunya anak-anak meski masih lama jadi sekarang belajar dulu sama keponakan - keponakan saya yang hobinya ngereog..." ucap Dewa serius dan menatap lembut ke Alina membuat gadis itu merah padam wajahnya karena malu dan tersanjung.


"Lagu ini lagu lawas tapi bagi saya yang selalu menggunakan aliran cucoklogi, cucok cucok saja lah... Alina Ratnadewi, lagu ini untukmu..." Dewa pun memetik gitarnya.


Kuyakin dalam hatiku


Kau satu yang kuperlu


Kurasa hanya dirimu


Yang membuatku rindu


Bila saat nanti kau milikku


Kuyakin cintamu

__ADS_1


Tak kan terbagi


Tak kan berpaling


Karena ku tahu engkau begitu


Karena ku tahu engkau begitu


Hingga kupasti menunggu


Selama apapun itu


Demi cinta yang kurasakan


Yang hanyalah kepadamu


Percayalah ku sungguh-sungguh


Mengatakan semua


Yakinkan hatimu kau milikku


Karena ku tahu engkau begitu


Karena ku tahu engkau begitu


Suara merdu Dewa membuat semua orang di restauran itu terhanyut akan lagu yang dibawakan Dewa dan tanpa sadar ikut bernyanyi. Usai menyanyikan lagu dari Andre Hehanussa yang berjudul KKEB, Dewa pun turun dari panggung dan menghampiri Alina.


"Gimana?" goda Dewa. "Terharu dan termehek-mehek nggak?"


Alina tertawa sedangkan saudara - saudara nya Dewa hanya melengos.


"Lha kok jadi kalian yang sok syahdu?" Dewa menatap polos. "Gimana Jeng Alina?"


"I'm so flattered ( tersanjung )" senyum Alina yang langsung mendapatkan ciuman di punggung tangannya dari Dewa. "Nggak nyangka mas Dewa romantis banget ..."


"Eh masih ada lagi... " Dewa menoleh ke arah panggung yang sedang bersiap.


"Mas Dewa, sudah siap" ucap pemain keyboard di panggung.


"Nah ini gong nya." Dewa pun kembali ke panggung.


"Si playboy mau ngapain lagi ?" tanya Bayu ke Alina.


"Nggak tahu mas" jawab Alina yang juga bingung dengan sikap Dewa.


Pria yang menjadi suhu gombal Alina itu pun berdiri di depan para pengunjung aka penonton yang terkesima dengan gaya santai nya salah satu anggota keluarga Sultan dari keluarga Pratomo itu.


"Hari ini Andre Hehanussa's song ya. Dan ini serius buat kekasih hatiku yang menjadi bidadari di hati saya... Sorry ya mbak, neng, Cici, non, saya sudah sold out, sudah ada pawangnya yang kayaknya lembut tapi jangan salah. Dia kalau marah bawa rotan macam cikgu besar nya Tadika Mesra..." cengir Dewa membuat Alina melongo.


"Apa?! Bawa rotan? Astaghfirullah.. Pitenah !" gelak Alina membuat keluarga Dewa juga ikut tertawa melihat gaya slengean COO Bank Arta Jaya itu.


"Alina my angel... This song is for you .. Special pakai telor omega dan sosis premium..." ucap Dewa membuat para pengunjung tertawa.


Kuingin ada di hatimu


Menggapai mahligai nan biru

__ADS_1


Sebiru cintaku


Usah kau ragu, genggam tanganku,


Kita menyatu di belaian


Asmara asmara yang indah


Dalam pesona ketulusanmu


Bidadari bidadari


Kau putih seputih hatimu


Bidadari bidadari


Bidadariku oh bidadariku


Alina dan semua generasi keenam bertepuk tangan usai Dewa menyanyikan lagu berjudul Bidadari.


"Untung lagunya bener" gumam Alina.


"Lho memang pernah Dewa nggak benar?" tanya Ajeng.


"Percaya atau nggak, mas Dewa nembak aku nyanyi lagunya Sheila on 7 yang judulnya J.A.P..." senyum Alina.


"Whaaaatttt?"


***


Dewa menghampiri semua keluarganya yang membuat para pengunjung melihat bagaimana keluarga Sultan itu berada di belakang sambil menonton saudaranya bernyanyi.


"Lu itu paling jago kalau bikin cewek termehek-mehek" celetuk Arkananta.


"Lha pas kok momennya..." balas Dewa sambil menggandeng tangan Alina dan mereka semua kembali masuk ke ruang VIP.


"Makasih mas Dewa..." ucap Alina.


"Buat?" tanya Dewa bingung.


"Membuat aku semakin sayang sama mas Dewa. Menurut aku itu sangat romantis dan aku tidak tahu mas Dewa bisa bermain gitar... Apa mas Dewa juga gini ke para mantan?" Alina menatap curiga.


"Nggak" jawab Dewa tegas. "Aku bisa bermain gitar, bisa bermain piano tapi tidak aku perlihatkan karena aku akan menunjukkan kemampuan aku kalau bersama dengan orang yang pas. Dan kamu jeng Alina sayang, adalah orang yang pas melihat aku merayu dengan cara romantis..."


Alina tersenyum. "Serius?"


"Sejuta rius malahan ..."


Alina memeluk pinggang Dewa. "Terima kasih sudah mau jujur."


Dewa pun mencium bibir Alina lembut.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2