My Kindergarten Teacher

My Kindergarten Teacher
Bersama Keluarga Jakarta


__ADS_3

Domino Pizza dekat PRC Group Building Jakarta


Dewa memarkirkan mobilnya di sebelah mobil Mercedez convertible merah milik Valentino Reeves yang sudah terparkir cantik di pelataran parkir pusat jajanan. Pria itu menggandeng tangan Alina yang tampak mengagumi mobil antik di sebelahnya.


"Mas Dewa, ini mobil siapa?" tanya Alina.


"Mobilnya Valet parkir. Dari opa buyut nya sekarang ke dia. Benar-benar dirawat tuh Merc nya dan selalu dipakai kalau acara weekend" jawab Dewa.


"Pantas masih mulus." Alina menatap mobil itu dengan tatapan kagum.


"Oom Dewaaaa!" terdengar suara batita imut di telinga Dewa dan Alina yang melihat Aizen sudah heboh di mobil disaat Romeo sedang memarkirkan mobilnya.


"Sabar Mbul, otousan mu biar parkir dulu" kekeh Dewa yang gemas dengan keponakannya. Setelah Romeo memarkirkan mobilnya, Juliet keluar sambil menggendong Aizen yang tidak sabar ingin bersama Oomnya.


"Nih Mas, gendong si Ai. Ngereog kalau liat Oomnya" ucap Juliet sambil menyerahkan Aizen ke gendongan Dewa. "Halo, kamu pasti Alina ya? Aku Juliet, emaknya si mbul reog tingkat kecamatan" ucap Juliet sambil mengulurkan tangannya ke Alina.


"Alina Ratnadewi. Duh senang akhirnya bertemu dengan mamanya Aizen" balas Alina.


"Kalau ini suamiku, Romeo Akihiro..." Juliet memperkenalkan suaminya yang berdarah Jepang.


"Halo, akhirnya bertemu juga dengan bidadarinya Dewa" senyum Romeo sambil bersalaman dengan Alina.


"Yuk masuk. Kayaknya dah pada di dalam ..." ajak Dewa sambil menggendong Aizen.


Dan benar, di dalam sudah ada Arkananta bersama Arabella, Valentino dan Katya, Radyta Yung dan Remy Giandra. Mereka semua langsung menyapa Alina dengan hangat.


"Wah pantas Dewa bilang pacarnya macam bidadari, jebule ayu tenan..." kekeh Arkananta. "Akhirnya kembali ke selera asal ya Wa? Suka yang sebangsa dan setanah air. Al, jangan kaget, mantannya Dewa dulu bule semua. Jadi kami suprise Dewa sama cewek Jawa." Mereka semua sudah duduk dan menikmati pizza yang dipesan oleh Arabella.


"Iya, mas Dewa juga sudah cerita... " jawab Alina membuat semua orang heboh.


"Elu cerita cumi? Cerita bagaimana dosa-dosa elu? Gile Ndro !" seru Arkananta heboh.


"Lho aku itu sudah niat insum, kalau dikasih bidadari dari Allah, aku bakalan cerita semuanya. Bukankah lebih baik tahu dari aku sendiri daripada orang lain termasuk kalian ... Bakalan julid lu pada !" balas Dewa kalem membuat Alina cekikikan.


"Lha kita Julid karena memang pantas elu kita perjulidkan" jawab Radyta.


"See, Jeng Alina... Ini baru sebagian kecil kalau kumpul begini, nggak ada bagus-bagusnya. Casing aja yang bagus, aslinya bobrok!" ucap Dewa ke Alina.

__ADS_1


"Jeng?" seru Arkananta, Radyta dan Remy heboh.


"Lha kenapa?" Dewa menatap ke sepupunya polos. "Alina tuh wong Jowo jadi sudah sepatutnya kan aku panggil Jeng Alina..."


"Ya Allah Wa, pantas Radeva cerita soal elu dan mas Bayu, kita kagak ngeh. Rupanya ini yang bikin mas Bayu salah sangka ... " kekeh Radyta.


"Oh ngomong - ngomong, Alina kerja dimana?" tanya Arabella.


"Guru TK di TK Bintang" jawab Alina.


"Dimana itu?" tanya Juliet.


"Di Kebon Jeruk, dekat kantornya mas Dewa."


"Oooohhh.... " seringai semua sepupunya Dewa.


"Kagak sengaja ketemuan di kantor gue, Bambaaaanngggg..." jawab Dewa manyun.


"TK Bintang itu bagus nggak Al?" tanya Juliet. "Kalau memang lokasinya disitu kan tidak terlalu jauh dari rumah kita Rom..."


"Kamu mau masukin Aizen ke sana kalau sudah cukup umur?" tanya Dewa. "Kamu lihat dulu deh lokasinya, cocok atau nggak. Lagian Aizen mau tiga tahun, mau kamu masukin TK usia berapa?"


"Kapan Kamu mau datang ke TK aku, kabari saja Juliet" ucap Alina.


"Nanti aku temani juga" timpal Dewa.


"Ngapain kamu ikut temani mas?" Juliet menatap bingung ke Dewa.


"Sekalian mau kasih tahu, dekat TK Alina ada sop buntut dan iga bakar enak..." seringai Dewa. "Sambil ngajak kalian makan lah..."


Alina dan Juliet hanya menggelengkan kepalanya.


"Jangan mau dimodusin sama mas Dewa, mbak" kekeh Remy.


"Mas Dewa jarang modus kok..." bela Alina membuat Dewa semakin mendongakkan wajahnya. "Tapi njelehi..."


Sontak semua orang terbahak sedangkan Dewa menoleh sebal ke arah Alina. "Jeng Alina... Janganlah menjatuhkan harga diri calon imammu..." Alina hanya tertawa sambil memegang wajah Dewa.

__ADS_1


"Al, kamu tinggal sama siapa?" tanya Juliet.


"Aku kost Juliet, dekat dengan tempat kerja soalnya rumah eyang aku di Grogol. Kan macet daerah sana jadi aku cari praktisnya apalagi rekan kerjaku, Yani, rumah nya dekat kost aku jadi kami berangkat bareng" jawab Alina. "Biasanya Sabtu atau Minggu aku pulang ke rumah eyang."


"Jeng Alina ini pelanggan nya toko rotinya Oma Rain" celetuk Dewa. "Nih Juliet yang pegang sekarang."


"Iya kah? Paling suka roti apa?" tanya Juliet antusias.


"Eyang aku paling suka coconut cake nya jadi dua kali sebulan pasti pesan itu."


"Coconut cake memang favorit jadi sering cepat habisnya" senyum Juliet. "Itu resep dari Oma Rain yang selalu kami buat otentik."


"Tapi memang enak kok Juliet. Kelapanya segar dan tidak terlalu manis jadi eyang bisa makan. Eyangku tidak terlalu suka cake yang manis banget" puji Alina.


"Jadi elu udah anteng Wa? Udah jinak?" goda Arkananta.


"Alhamdulillah sudah anteng apalagi ada bidadari secantik ini. Blo'on kalau elu kembali ke jalan neraka. Namanya tidak bersyukur ... " jawab Dewa.


"Touché. Semoga taubat lu jadi berkah di kehidupan ke depannya. Gue yakin Wa, Allah pasti lebih suka umatnya yang serius terus Istiqomah daripada tomat ... Tobat kumat... "celetuk Radyta Yung.


"Yoi. Gue udah meninggalkan semua hal-hal yang bermaksud maksiat... Bukan apa-apa. Satu, gue dikasih Allah calon makmum yang baik. Kedua, gue kagak mau emak gue ngasah golok tiap malam. Horor tahu nggak ! Macam Suzanna datang ke tukang sate... " ucap Dewa dengan wajah horor.


Semua orang terbahak karena tahu Safira memang selalu berkoar hendak menyunat Dewa dengan tangannya sendiri kalau tidak mau taubat.


"Al, kalau kamu memang jodoh Dewa, jangan kaget ya kalau begini hebohnya" ucap Katya. "Kan aku sudah bilang."


"Iya" senyum Alina. Dan acara makan pizza demi memenuhi keinginan bumil yang pengen bersama dengan para saudara - saudaranya pun terpenuhi bahkan Arkananta membelikan Milo Dino sesuai dengan permintaan Arabella.


Alina merasa bersyukur karena bisa diterima di keluarga Dewa apalagi mereka semua yang dia tahu, adalah pengusaha dan dokter jantung, tidak ada yang merendahkan posisinya hanya seorang guru TK.


Benar kata Dewa, keluarga nya kalau kumpul, tidak ada yang beres. Bahkan saling mengejek dan menistakan satu sama lain namun Alina bisa merasakan bahwa mereka semua sebenarnya sayang satu sama lain. Hanya saja caranya yang anti mainstream...


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaaaeeessss


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2