My Kindergarten Teacher

My Kindergarten Teacher
Telepon Ajeng?


__ADS_3

Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta


Pagi ini keluarga Hadiyanto, keluarga Giandra, keluarga Lexington dan keluarga Reeves berangkat menuju Brussels Belgia untuk menghadiri pernikahan Gemintang Lexington dan Raj Rao. Ini kali pertama usai kasus Hongkong, semua anggota keluarga Pratomo berkumpul.


Mereka semua menggunakan pesawat milik keluarga Giandra yang mampu menampung 100 orang penumpang dan awak. Meskipun ini acara keluarga, tapi ada tiga orang anggota kepolisian Republik Indonesia yang ikut di rombongan itu untuk mengawasi mereka.


Hoshi, Bima dan Haris langsung menatap judes ke David Hakim Satrio karena tidak bisa melobi ke Kapolri namun suami Anandhita Ramadhan itu mengatakan bahwa itu permintaan Interpol jadi mereka tidak bisa berbuat apa-apa.


"Dasar kurang kerjaan !" omel Hoshi sambil menatap judes ke ketiga polisi itu.


"Muka cewek, mereka itu hanya menjalankan tugas jadi jangan marah-marah" sahut Bima.


"Dengar Werkudara, apa mereka nggak tahu apa... Selesai ya sudah ! Dasar !" sungut Hoshi sambil berjalan ke arah ketiga polisi itu. Pesawat mereka sudah tinggal landas meninggalkan bandara.


"Siapa nama kalian?" tanya Hoshi dengan wajah judesnya. Bima dan David hanya bisa memegang pelipisnya karena tahu kalau Hoshi sudah jengkel, dia tidak akan basa basi. Dasar bon cabe !



Siapa kangen Bon Cabe?


"Nama saya Letnan Jaka, ini letnan Kamaludin dan ini letnan Darius, pak Quinn" jawab pria yang wajahnya lebih kalem dari dua rekannya.


"Dengar trio Letnan, kami semua ini akan datang ke acara pernikahan keponakan kami di Brussels, dimana ratu Belgia adalah keponakan saya dan generasi kelima disini. Dari sisi mana kalian semua mengawasi kami karena takut kami gegeran macam Hongkong ? Seriously ! Memangnya kami idiiot apa mau buat perkara di acara pernikahan!" omel Hoshi pedas.


"Kami hanya melaksanakan tugas Pak Quinn."


"Jika kalian macam-macam, pulang sendiri!" ucap Hoshi galak. "Pakai perahu karet !"


Bima dan David langsung tepuk jidat mendengar ucapan Hoshi.


"Gak heran kalau Aizen sama kacaunya sama Opanya... Wong ada bibitnya..." gumam Bagas yang melihat kejadian itu.


Ketiga polisi itu hanya bisa mengangguk. Mereka sebenarnya tahu kalau Keluarga Sultan itu bukan orang aneh-aneh tapi siapapun tahu ketidaknyamanan jika diawasi padahal untuk acara pernikahan. Kalau boleh memilih, mending tetap tinggal di Jakarta deh daripada ketemu dengan Quinn Reeves yang dikenal judes dan galak.


***


Dewa menggelengkan kepalanya mendengar Oomnya ribut dengan kepolisian Republik Indonesia karena dia juga tahu semua anggota keluarganya tidak nyaman dengan pengawasan seperti ini. Macam kita penjahat perang saja ...


Dewa mengirimkan pesan ke Alina karena hampir seminggu dirinya harus meninggalkan Jakarta dan Ragil pun pasti bisa bernafas dengan lega sebab Bossnya kondangan slash liburan.


📩 Pak Dewa Hadiyanto : Jeng Alina mau minta oleh-oleh apa? Jangan minta roketnya Tintin... Atau berlian dari Antwerp... Kecuali mau jadi istriku, sudah pasti aku bakalan kasih sekantong kecil berlian. Kalau karung beras... Aku yang bangkrut jeng... 😭😭😭

__ADS_1


Dewa menunggu balasan Alina tapi gadis itu tidak membalas dan baru pria ganteng tersebut sadar kalau Alina masih mengajar.


"Blo'on lu Wa ! Kan Diajeng Alina masih ngajar Bambaaaanngggg..." Dewa menepuk jidatnya.


"Mas Dewa kenapa tepuk jidat?"


Dewa menoleh dan tampak sepupunya Remy Giandra, putra Anarghya Giandra dan Amaranggana Ruiz sudah duduk di sebelah kursinya.


"Kagak apa-apa Rem blong. Kamu bolos sekolah dong?" ucap Dewa karena Remy masih SMA.


"Sekali-kali lah... Bosan jadi anak baik..." gumam Remy.


"Rem, lu tuh jangan tiru gue, jangan tiru Arka atau Shinchan atau bang Lukie yang sering dipanggil kepala sekolah gara-gara bikin perkara. Shinchan malah sampai kuliah bikin perkara... Ledakin lift pula ! Rekor !" nasehat Dewa. ( Baca The Story of the Three Brothers )


"Jangan playboy macam elu dan jangan molor kuliah macam elu ya mas" cengir Remy yang membuat Dewa mendelik.


"Iyeee itu masa lalu gue yang paling parah di jaman kegelapan macam trio Batman Superman dan Wonder Woman mati. Siapa yang akan menjadi penjaga Gotham dan Metropolis juga Amazon..."


Remy menatap Dewa sebal. "Perasaan elu bilang bakalan taubat nasuha, kok makin kacau sih otak lu mas."


"Mungkin karena gue kelamaan kagak ngasah gue punya adik, jadinya otak gue korslet? Kan biasanya ada pelampiasan? Dengar Rem, pria itu kalau sudah sering keluar, kalau lama nggak dipakai itu macam sakau ..." ucap Dewa serius membuat Remy menutup telinganya.


"Besok kalau elu nikah dan butuh tutorial, bilang sama gue ! Bakalan gue kasih tahu gaya apa yang bikin cewek klepek-klepek sampai nggak mau berhenti..." seringai Dewa usil.


"Meshum !" bentak Remy sebal.


***


Brussels International Airport


Dewa manyun karena Alina belum juga membalas pesannya dan lebih manyun lagi dirinya harus berada di kamar hotel yang bersebelahan dengan Bayu O'Grady. Dewa dan Bayu sedang ada perang dingin gara-gara Dewa menggoda sekretaris nya, DeeDee saat perjalanan bisnis ke New York bersama Bagas beberapa waktu lalu.


Habis, sekretaris nya mas Windy gemesin. Dewa tersenyum mengingat bagaimana DeeDee hanya memasang wajah datar saat digoda olehnya.


"Dewa..." panggil Bayu saat Dewa sedang memasang card key nya di pintu.


"Ya mas Windy?" senyum Dewa. "No heart feeling soal DeeDee yaaa. Aku sudah punya cewek yang bakalan bikin lurus jalannya."


"Yakin lu?" tanya Bayu.


"Yaelah mas Twister, aku tuh sudah niat bahwa aku bakalan hidup lurus, bertaubat dan aku sangat serius yang ini" jawab Dewa.

__ADS_1


"Are you sure?" Bayu memicingkan mata birunya ke Dewa.


"Positif ! Dah mas, aku masuk dulu. Gerah, mau mandi." Dewa pun masuk ke dalam kamarnya dan segera menutup pintu nya.


Pria itu tersenyum saat melihat pesan di layar ponselnya.


📩 Bidadari Milik Dewa : Maaf pak Dewa. Tadi aku lupa nge-charge hp jadi tidak bisa membalas pesan bapak. Ini baru selesai aku charge. Gimana pak? Bapak menawarkan saya berlian? Terlepas women love diamond, tapi bukan saya pak. Saya lebih suka emas batangan 🤭🤭🤭... Gampang dijual.


Dewa tertawa terbahak-bahak membaca pesan gadisnya lalu dirinya membuka pintu balkon lalu menelpon Alina.


"Assalamualaikum Jeng Alina sayang, jadi kamu tidak mau berlian?" goda Dewa sambil bersandar pagar balkon.


Dewa bisa mendengar Alina cekikikan. "Wa'alaikum salam pak Dewa. Saya bukan pecinta berlian pak soalnya tidak tahu harga... Lagipula, lebih gampang emas kuning kan buat tahu nilainya?"


"Ah kamu itu memang berbeda deh Jeng..." kekeh Dewa yang tidak menyadari bahwa Bayu sudah membuka pintu balkonnya.


Pria bertubuh besar itu sayup-sayup mendengar Dewa memanggil seseorang dengan panggilan 'Jeng'. Tunggu, apa Dewa kenal Ajeng? Bayu pun keluar dan mendengarkan percakapan Dewa.


"Jadi Jeng, mau aku bawakan apa? Coklat atau cookies khas Belgia?" tanya Dewa dengan nada menggoda.


Bayu mendengar Dewa tertawa.


"Ya Ampun Jeng, kamu kok gemesin sih?" gelak Dewa dan Bayu sudah tidak tahan lalu membentak adiknya dari balkon sebelah.


"Ngapain kamu telepon Ajeng !" bentak Bayu membuat Dewa melongo.


"Telepon Ajeng?" tanya Dewa bingung. "Siapa Ajeng?"



Ada yang cumbokur


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2