My Kindergarten Teacher

My Kindergarten Teacher
Alina Ngidam


__ADS_3

Kabar kehamilan Alina langsung menjadi trending topik di kalangan para generasi keenam terutama grup chat pria. Rata-rata mereka berdoa agar anak Dewa laki-laki dan tidak mengikuti jejak Opa dan Bokapnya.


"Semoga kagak nurun elu bakat playboy cap cicak bin kadalnya" ucap Shinichi saat mereka semua melakukan panggilan video.


"Semoga ngidamnya bikin pusing elu !" timpal Arkananta.


"Semoga ngidamnya minta pergi ke Tibet dan bikin elu botak jadi biksu ..." lanjut Valentino yang membuat semua generasi keenam menatapnya judes. "What?"


"Anyway, selamat buat Dewa yang akhirnya kecebongnya berada di tempat yang seharusnya dan halal serta sah ! " pendelik Luke. "Bukan macam dulu sebelum elu taubat nasuha ! Buang sembarangan !"


"Cela aja terus, nistain aja terus, puas-puasin dah !" ucap Dewa malas menanggapi penistaan para sepupunya.


"Karena elu memang patut !" balas Bayu yang juga sedang menanti buah hati bersama Ajeng.


"Heh, sesama punya bini lagi Hamidun bin Hamidin itu janganlah saling mendoakan jelek, Pak Lisus ... Tak patut, tak patut ..." balas Dewa judes ke Bayu.


"Benar-benar unfaedah kalian ! Udah deh, aku mau kelonan sama Leia ... Bye !" pamit Dante yang langsung mematikan panggilannya.


"Dasar ! So, Oma Gendhis senang dong akhirnya dapat pasien lagi..." kekeh Radeva.


"Sudah semestinya..." jawab Dewa. "Van, kamu gimana? Sudah move on?"


Devan hanya menatap sendu ke para sepupunya. "Masih berusaha..."


"Kamu cari model apa? Model Chika nya Orgil ...eh Ragil? Aku jamin, makin pusing macam Ragil. Dia itu harus beristighfar setiap hari soalnya sudah menghadapi aku yang ganteng dan baik hati ini, ketambahan Chika. Bukankah itu suatu hal yang menambah pahala?" cengir Dewa membuat sepupunya melengos sebal.


Devan hanya tersenyum sumbang. "Nggak mas. Aku masih mau sendiri ..."


"Jangan lama-lama sedihnya Van... Laura juga pasti mau kamu move on..." ucap Sean yang ikut nimbrung karena dirinya merasa stress dengan berbagai kegiatan kerajaan. Biasanya jika dia sudah kumpul bocah macam ini, menaikkan moodnya karena keluarga Zinnia sering unfaedah kalau berkumpul.


"Iya bang..." jawab Devan.


"So, habis ini siapa yang bakalan nikah?" tanya Pedro Pascal.


***


Pagi ini Dewa harus mengeluarkan semua stok kesabarannya dari bank sabar di hatinya. Semenjak hamil, Alina tidak diijinkan Dewa bekerja dan akibatnya bumil itu pun gabut. Dewa lah yang menjadi sasaran tembak Alina yang berubah dari Nami yang imut kalau lihat uang menjadi Nami yang ngamuk ke Luffy, Sanji dan Ussop.


Bagaimana tidak, Alina minta dibelikan bubur ayam dengan toping ayam suwir dan cakwe saja tanpa kacang tapi Dewa lupa. Ada kacang disana. Walhasil Alina ngamuk karena Dewa salah beli.

__ADS_1


"Astaghfirullah Jeng... Kan kacang nya bisa disingkirkan... Sini, aku singkirin..." ucap Dewa sambil ikutan Ragil berdoa macam-macam dalam hati.


"Pakai sumpit !" ucap Alina.


"Hah?" Dewa menatap istri cantiknya. "Apanya pakai sumpit? Makan buburnya? Kagak bisa neng !"


"Bukaaaannn... Ambil kacangnya pakai sumpit ! Macam di film karate kid ..."


Dewa menghitung sampai seratus dan sudah pasti berangkat ke kantor bakalan telat. Calon ayah itu pun menelpon asistennya yang sudah berangkat duluan ke kantor Kebon Jeruk. "Gil, aku agak telat. Biasa, Big Momma nya One Piece lagi merajuk ..."


"Siap pak..." jawab Ragil sambil menahan tawa karena Bossnya dikerjain oleh istrinya. "Pak Dewa, apakah bapak percaya karma itu nyata?"


Dewa melongo. "Kampret lu Gil !"


Ragil tertawa terbahak-bahak membuat Dewa mematikan ponselnya.


"Asisten Lucknut !" Dewa memanggil pelayan rumahnya. "Yu Tur ! Tolong ambilkan sumpit !"


Pelayan rumah tangga Dewa itu pun datang dengan membawakan sumpit lalu pria itu mengambil kacang dengan alat makan dari Asia Timur itu.


"Kok aku lihatnya macam mas Dewa mau nangkap lalat yaaa" gumam Alina sambil menopang dagunya dengan kedua tangannya diatas meja makan.


Dewa hanya menyipitkan matanya. Owalah naaakkk... kenapa kamu baru bentuk kerang aja udah mulai julid sama bokap luuuu !


***


Dewa hanya bisa membiarkan suka - suka Alina selama itu membuatnya anteng dan tidak ngereog. Sekarang semua anggota keluarga Hadiyanto berada di mansion Giandra untuk mengetahui jenis kelamin bayi Dewa dan Alina.


"Udah kelihatan belum Oma?" tanya Dewa penasaran saat Arum mengarahkan transducer nya diatas perut Alina.


"Sabar kenapa ... Anakmu kan sama julidnya sama kamu..." ucap Arum judes.


"Astaghfirullah... Pitenah ... Pitenah.. " ucap Dewa tidak terima.


"Diam Wa !" hardik Safira. "Alina sehat kan Tante ?"


"Alhamdulillah sehat kok... Perkembangan janinnya bagus... Naaahhh kelihatan ! It's a boy !" seru Arum heboh.


"Duh !" ucap Dewa tampak tidak antusias.

__ADS_1


"Kenapa, mas?" tanya Alina bingung suaminya seperti kecewa. Hatinya agak sedih melihat Dewa manyun.


"Bisa dikompeni kamu sama anakku ... Biasanya anak cowok lebih suka kompeni emaknya, macam aku ke nyokap terus bikin bokap darting... Siklus terulang... Aduuuhhh !" Dewa mendapatkan keplakan dari Safira.


"Bapak egois !" omel Safira.


Alina hanya menggelengkan kepalanya. Ya memang sih... Mas Dewa itu bapak egois.


***


Bara, Iwan dan Anarghya mengucapkan selamat pada Bagas yang akan mendapatkan cucu laki-laki sehingga ada penerus nama Hadiyanto dan Pratomo.


"Doaku cuma satu, nggak nurun kelakuan aku dan Dewa..." ucap Bagas sungguh - sungguh.


"Aamiin" doa para penghuni mansion Giandra yang berada di ruang tengah sambil menyaksikan perlombaan formula satu di Bahrain. Tampak Radhi memimpin jalannya perlombaan jauh dari saingannya Charles McGregor.


Alina bersama Dewa ikut menimbrung usai makan siang di ruang makan dan semua orang bersorak saat Radhi memenangkan perlombaan dengan waktu tercepat hingga berhak naik podium juara satu.


Bumil itu melihat iparnya yang tampak bahagia lalu menatap Dewa dengan raut serius.


"Mas, ketemu Radhi yuk."


Dewa terkejut. "Ketemu Radhi? Ngapain ? Radhi di Bahrain."


"Pengen perutku dielus Radhi..." ucap Alina dengan wajah memelas.


"APAAAA?!" seru semua orang di ruang tengah.


"Yang benar saja kamu ! Masa ngidam nya itu?" Dewa menatap Alina tidak percaya.


Wajah Alina mulai memerah dan tiba-tiba menangis. "Minta ketemu Radhiiii ... " rengeknya membuat Dewa tepok jidat.


"Astaghfirullah ! Demi semua penghuni Thousand Sunny !!!"


***


Yuuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2