
TK Bintang Kebon Jeruk Jakarta
Alina tersenyum saat melihat mobil merah yang sudah sangat dihapalnya, masuk ke dalam halaman sekolahnya. Tadi Dewa mengirimkan pesan pada Alina untuk menunggunya dan gadis itu pun tetap berada di sekolahan meskipun sudah waktunya jam pulang.
"Lama nunggu Jeng Alina?" tanya Dewa dari dalam mobil. "Mobil ojol anda sudah datang kak..."
Alina tertawa. "Mobilnya keren ya pak..."
Dewa langsung cemberut. "Masih ganteng dan muda begini kok dipanggil pak sih..."
Alina pun masuk di kursi penumpang depan dan langsung mencium pipi Dewa. "Pak Sopirnya ngambek ih..."
"Nggak jadi ngambek kalau penumpangnya cantii begini dan langsung kasih ciuman mesra... Makan dimana nih?" Dewa mengelus kepala Alina lembut.
"Yang ada tiramnya !"
"Seafood ya. Let's go !" Mobil merah Dewa keluar dari halaman sekolah dan keduanya melambaikan tangan pada satpam yang bertugas.
***
Parkiran Bank Arta Jaya Kebon Jeruk Jakarta
Chika menatap sedih ke ban motor Honda Varionya yang kempes, membuat dirinya terlambat pulang karena harus mencari tukang tambal ban.
Ragil yang hari ini membawa mobil sendiri karena Dewa tadi pagi mampir ke PRC Hospital untuk membesuk Zara, pacar sepupunya Pramudya Hadiyanto, melihat teller imut itu tampak ngomel-ngomel sendiri sambil menendang ban motornya.
"Mbak Chika, tukang tambal ban yang di pojokan tutup" lapor Pak Thoriq, satpam bank yang dimintai tolong Chika melihat tukang tambal ban pojok kantor.
"Haaahh... Kepaksa nginap deh motorku..." keluh Chika manyun. "Pak Thoriq, titip yaaa."
"Beres mbak Chika. Sudah dikunci semuanya tho?"
"Sudah pak. Pakai ojol deh !" Chika membuka ponselnya dan lagi-lagi gadis itu berteriak sebal. "Kenapa aku lupa nge-charge hapeeee !"
Thoriq cekikikan melihat gadis mungil yang baru pindah dari bank Arta Jaya cabang Kemayoran ke kebon jeruk itu.
"Aku lupa baca ayat apa sih jadinya apes melulu !" gerutunya.
"Lupa baca ayat kursi."
__ADS_1
Chika membalikkan tubuhnya dan melihat asisten Bossnya berdiri di sebelah mobilnya sambil bersedekap. "Pak... Ragil? Aduh punten, maaf, nyuwun Sewu, saya ngomel-ngomel pak. Bukan salah bunda mengandung tapi saya lagi manyun..."
Bibir Ragil tertarik ke atas. "Kamu itu mau minta maaf atau mau pantun sih ?"
"Ya gimana ya pak... Saya hobinya nonton Upin Ipin dan tokoh favorit saya Jarjit si tukang pantun.. Dua, Tiga Chika lupa doa, akibatnya Chika apes hari ini... " ucap Chika sambil menundukkan wajahnya dramatis.
"Rumah kamu dimana?" tanya Ragil.
"Nggak saya bawa pak. Kan saya bukan kura-kura ninja..." jawab Chika polos membuat Ragil melongo.
"Astaghfirullah ! Alamat rumah kamu dimana?" ralat Ragil lagi.
"Nah itu pertanyaan yang benar pak Ragil. Alamat rumah saya di dekat RS Pelni. Kenapa bapak tanya ? Mau anterin Chika pulang ? Aduh, Alhamdulillah... Matur thank you pak. Chika udah panik aja..." ucap gadis mungil itu dengan pedenya.
"Chika Felisha, kamu umur berapa sih?" tanya Ragil gemas dengan pegawainya yang aslinya di luar Nurul.
"Pak, kata ibu saya, Ndak patut nanya usia ke wanita tapi karena pak Ragil boss kedua saya, jadi saya kasih tahu deh... Saya usia 25 pak tapi karena saya mungil dan imut, orang sering mengira saya masih ABG padahal mah ABG lewat Gondangdia..." cengir Chika.
"Sudah, kamu saya antar pulang. Sudah mau Maghrib. Ndak ilok anak gadis masih di luaran." Ragil memberikan kode ke Chika untuk masuk ke dalam mobil expandernya.
"Wuuuiiiihhhh Ndak ilok... Wis suwi ora krungu istilah Ndak ilok ( sudah lama tidak mendengar istilah tidak pantas ). Pak Ragil wong jowo kan?" tanya Chika sambil tersenyum manis.
"Mana ada nama Ragil Wibisono wong Afrika ?" balas Ragil judes membuat Chika terbahak. "Ayo masuk mobil !"
"Siap mbak Chika."
***
"Kamu itu apa sereceh ini, Chika?" tanya Ragil setelah mereka di dalam mobil.
"Alhamdulillah, iya pak... " jawab Chika sambil memandang macetnya lalu lintas.
Ragil menggelengkan kepalanya. "Tapi kalau di kantor, tidak boleh lho Ka."
"Nggak lah pak. Chika kalau pas kerja sudah pasti serius apalagi di bagian teller. Salah hitung, dapat Upal ( uang palsu ), tidak teliti, pasti Chika yang kena imbasnya. Chika pernah waktu di cabang Kemayoran awal bekerja disana, harus menggantikan uang 500ribu gara-gara Chika tidak teliti ada Upal terselip di dua puluh bendel uang sepuluh juta. Baru sebulan kerja, gaji belum dapat, udah kehilangan setengah juta. Papa Chika sampai nasehati supaya lebih hati-hati dan terpaksa Chika cerita sama papa karena kehilangan uang segitu lumayan lah..."
"Papa Chika kerja dimana?"
"Di RS Pelni, dokter gigi disana dan buka praktek di rumah juga."
__ADS_1
"Tapi kenapa kamu tidak minta uang sama papa kamu?"
"Chika sudah bilang sama papa, itu bentuk tanggung jawab Chika. Yang namanya pendewasaan diri itu dimulai dari sekolah hingga dunia kerja. Chika yang salah karena tidak teliti, jadi harus Chika yang tanggung jawab, bukan papa bukan mama."
"Kalau mama kamu, kerja dimana?"
"Mama aku, ibu rumah tangga saja Pak. Kesibukannya membuat novel misteri kriminal. Maklum, mantan polisi dulu tapi pensiun dini karena sempat kena tembak saat mengejar penjahat. Papa yang tidak mau kehilangan mama. Jadi passion mama di dunia kriminal disalurkan di tulisan."
"Sudah naik cetak?"
"Alhamdulillah sudah pak Ragil. Termasuk best seller pula dan diterbitkan oleh G***edia dan cetak ulang beberapa kali."
"Siapa namanya?"
"Miranti Delisha."
Ragil terkejut. "Miranti Delisha itu mama kamu?"
"Iya pak? Kenapa pak? Apa mama saya ada tunggakan kartu kredit di bank Arta Jaya? Eh tapi BI Checking papa dan mama bagus semua ..." gumam Chika.
"Bukan, Chika. Aku itu fans berat novel mamamu !"
Chika melongo lalu tersenyum manis. "Pak Ragil mau bertemu artis ? Mamaku kan macam artis karena disukai banyak orang..."
"Boleh?"
"Lha ... Bapak kan antar Chika pulang ke rumah. Sudah pasti lah bakalan ketemu mama dong..." Chika menepuk jidatnya.
"Aku tuh suka dengan gaya penulisan mama kamu. Ada banyak hal soal forensik dan istilah kepolisian yang aku baru tahu..."
"Kata papa sih, setidaknya mama nembak orang di novel, bukan di dunia nyata jadi nggak berbahaya..." gelak Chika.
Ragil mengangguk tanda setuju.
***
Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️