
Rumah Kost-kostan Alina
"Pak Dewa..." bisik Alina yang bingung karena posisinya dia sedang memangku Aizen yang tertidur tapi juga ingin melabrak pria itu.
"Kamu pegang Ai dulu. Biar aku tarik kursiku dulu lalu nanti Ai kita letakkan di kursi bayinya..." ucap Dewa. Pria itu pun membuka pintu mobilnua membuat Gatot yang melihat siapa di balik mobil mewah itu, tampak terkejut.
Dewa mengacuhkan Gatot dan sekarang dirinya dibantu oleh Alina, meletakkan tubuh mungil Aizen di kursi bayi yang terletak di di kursi belakang.
"Aizen aman ya pak Dewa?" tanya Alina sambil mengusap sayang kepala batita itu.
"Aman. Asal AC terpasang dan tenang jeng, aku buka sedikit jendela pintu" jawab Dewa. "Lagipula aku nggak lama kok disini, sampai kamu masuk rumah."
Dewa dan Alina pun keluar dari mobil itu lalu menatap Gatot.
"Wah malam pak Gatot. Cari siapa?" tanya Dewa dengan muka polos.
"Cari Alina tapi kata teman kostnya pergi dan saya tidak bisa menghubungi nya..." Gatot menatap Alina yang berdiri di sebelah Dewa. "Nomor ku kamu blokir?"
"Iya. Kan kamu sudah punya pacar jadi daripada nanti pacarmu salah paham macam semalam, lebih baik kamu aku blokir" jawab Alina tenang. Entah karena ada Dewa yang ada di sebelahnya, membuat gadis itu agak tenang.
"Margaret bukan pacar aku..."
"Tapi, sikap dan gaya nya dia menunjukkan bahwa kamu adalah miliknya. Begitu juga keluarga nya yang sudah akrab sama kamu...."
"Kamu cemburu?" tanya Gatot dengan wajah senang.
Alina melongo. "Cemburu? Cemburu? Ngapain aku cemburu? Aku malah senang kalau kamu sudah punya pacar jadi aku bebas lah. Dan aku minta mulai sekarang ya Gatot, jangan menemui aku atau mengajak aku makan siang lagi. Aku tidak mau terlibat dengan kebohongan - kebohongan yang terus kamu buat" jawab Alina pelan tapi tegas.
"No, Al, kamu itu aslinya cemburu kan ?" kekeh Gatot dengan percaya dirinya.
Dewa nyaris terbahak melihat gaya sok pedenya Gatot tapi dia tidak mau intervensi karena ingin tahu sampai sejauh mana gadis incarannya bisa menjaga dirinya sendiri. Jika Alina bisa stand up, Dewa akan menjadi pria paling bahagia di dunia karena Alina bakalan cocok gabung dengan keluarga besarnya yang super bar-bar.
__ADS_1
"Sorry Gatot. Aku tidak bakalan cemburu karena aku tidak ada perasaan sama kamu !"
"Jangan bohong kamu !"
"Siapa yang bohong ? Aku tidak pernah bohong soal perasaan dan itu alasan kenapa aku tidak pernah menerima kamu ! Aku tidak pernah tertarik sama kamu karena murni aku menganggap kamu teman, tidak lebih dari itu !" balas Alina. "Justru kamu yang bohong ! Kamu sudah punya Margaret tapi masih mengejar aku ! Dan aku rasa, kamu sudah menonton film itu terlebih dahulu bersama Margaret baru mengajak aku. Makanya aku heran, bagaimana kamu bisa tahu detailnya...tapi akhirnya semuanya terjawab. Ayo katakan ! Benar kan pemikiran aku ?"
Dewa menatap salut ke Alina karena gadis ini cerdas, bisa merangkai semuanya secara gamblang dan masuk akal. Yakin, bacaannya pasti Agatha Christie dan Detektif Conan ! Kebenaran hanya ada satu !
"Dan kamu lebih memilih pergi dengan pria yang jelas-jelas sudah menikah dan punya anak?" Gatot menunjuk ke arah Dewa yang hanya menatapnya dramatis.
"Aku ?" balas Dewa dengan menunjuk dirinya sendiri.
"Iya ! Kamu ! Pria tukang selingkuh !" bentak Gatot.
"Lha kalau aku selingkuh, kamu apa? Sama saja kan?" cengir Dewa membuat Gatot tercengang.
"Al, aku tidak mencintai Margaret. Aku hanya mencintaimu... " ucap Gatot membuat Dewa mendecih melihat gaya klasik dan tipikal seorang pria yang terpojok.
"Al... Kamu lebih memilih dengan pria beristri karena dia kaya?" Ada nada mengejek dan menghina yang keluar dari ucapan Gatot.
"Itu adalah urusanku Gatot ! Kamu tidak ada hak cari tahu !"
"Tapi Al bukankah lebih baik bersama ku yang masih lajang dibandingkan yang sudah beristri ..." timpal Gatot tanpa malu membuat Dewa dan Alina melongo.
"Astaghfirullah... " gumam Dewa. "Otaknya lebih kacau dari Ragil..."
Alina nyaris tertawa mendengar Dewa menistakan asistennya.
"Gatot, lebih baik pulang saja. Pak Dewa bawa anak di dalam mobil dan aku juga mau berisitirahat. Maaf, aku sedang tidak ingin berandai-andai." Alina menatap Dewa. "Terimakasih sudah mengantarkan saya. Salam buat Aizen."
"Silakan Miss Alina. Terima kasih sudah mau menghabiskan waktu bersama Aizen" jawab Dewa fasih meskipun dalam hati ingin ketawa karena kurang dari sejam saja Alina bersama Aizen.
__ADS_1
Alina mengangguk lalu masuk ke dalam kost-kostan nya dan mengunci pagarnya. Gadis itu mengangguk lalu masuk ke dalam rumah.
Dewa pun bersiap untuk masuk ke dalam mobilnya. "Selamat malam Pak Gatot" pamit Dewa sopan.
"Urusan kita belum selesai Pak Dewa ! Saya tidak terima Alina menjadi selingkuhan anda !" desis Gatot membuat Dewa yang hendak membuka pintu mobil berhenti.
"Oh, anda lebih suka anda yang berselingkuh dengan Miss Alina? Gentleman sekali anda" sindir Dewa.
"Apa anda tidak mengaca ke diri anda sendiri?" balas Gatot.
"Lho setiap hari saya selalu mengaca dan saya bersyukur dikaruniai wajah ganteng, cerdas dan kaya. Kurang apa coba?!" sahut Dewa cuek membuat Gatot geram.
"Mas - mas, kalau mau berantem, jangan disini !! Saya panggil polisi nanti !" tegur seorang bapak - bapak yang membuka toko kelontong tepat di seberang rumah kost Alina.
"Saya sudah mau pulang kok pak. Maaf atas ketidaknyamanan nya" senyum Dewa sopan lalu masuk ke dalam mobilnya. "Mari pak" pamit Dewa sopan dari dalam mobilnya.
"Silahkan mas..." Bapak-bapak itu pun mengawasi Gatot setelah mobil mewah Dewa pergi meninggalkan jalan itu. "Mas, anda sudah ditolak neng Alina, harusnya sadar diri. Tentu saja neng Alina nggak mau sama anda, wong anda naik motor, mas nya tadi naik mobil macam di film The Fast and Furious. Kalah kelas mas."
Gatot hanya menatap judes ke bapak-bapak tersebut yang juga tetangga Alina. Pria itu memakai helmnya dan menaiki motor Vario miliknya lalu pergi meninggalkan rumah kost Alina.
Bapak-bapak itu hanya menggelengkan kepalanya karena Gatot hanya pergi begitu saja dan berbeda dengan Dewa yang masih sopan berpamitan meskipun terlihat anak orang kaya.
"Ya wajar neng Alina tidak mau sama kamu, mas. Wong attitude nya saja sudah beda kelas ..."
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️