My Kindergarten Teacher

My Kindergarten Teacher
Devan Pt 1


__ADS_3

POV Devan McCloud


Setahun lalu, Devan sedang berada di McC Custom untuk mengurus semua pembukuan selama satu bulan bersama dengan ayahnya, Rama ketika ada yang masuk ke dalam showroom mereka.


"Selamat datang di McC Custom. Can I help you?" sapa Rama seperti biasanya jika para pegawainya sedang tidak ada di tempat apalagi ini jam makan siang.


Seorang ayah dan putrinya datang ke showroom itu dan Devan melihat wajah cantik itu tampak pucat. Bungsu Rama itu langsung menemani ayahnya dan mendekati gadis tersebut.


"Are you okay?" tanya Devan.


"Sedikit lelah..." senyum gadis itu.


"Anda mencari mobil apa?" tanya Rama.


"Laura... Kamu mau duduk dulu?" tanya pria yang lebih tua.


"Iya dad. Aku sedikit lelah..."


"Ayo, aku bantu duduk. Apakah kamu sedang sakit?" Devan langsung membantu gadis bernama Laura itu duduk di sofa empuk showroom-nya.


"Kamu jadi mini Cooper nya?" tanya ayahnya.


Laura mengangguk. "Yang antik, Dad..."


"Oke. Mr McCloud, putri saya ingin mini Cooper antik. Apakah anda punya? Oh saya Shamir Khan..." Pria itu mengulurkan tangannya ke Rama yang menyambutnya.


"Rama McCloud. Anda orang India?" tanya Rama yang bingung melihat wajah mereka tidak terlihat India.


"Sudah hilang India kami... Hahahaha. Tinggal nama depan dan belakang saja karena keluarga kami secara generasi malah menikah dengan orang kulit putih atau asia Timur" jawab Shamir Khan.


"Baik Mr Khan, mari kita ke bagian mini Cooper. Devan, kamu temani..."


"Laura. Putri saya bernama Laura" jawab Shamir Khan.


"Kamu temani Laura, ya Van" pinta ayahnya.


"Baik Dad."


Rama dan Shamir pun menuju ke bagian khusus mini Cooper sedangkan Devan mengambilkan dua botol air mineral dingin yang satunya diserahkan kepada Laura.


"Halo, aku Devan McCloud. Kamu bernama Laura Khan ?" sapa Devan yang terkesima dengan wajah gadis itu. Meskipun sudah tersamar darah Indianya tapi tetap saja terlihat.


"Kamu putra pemilik showroom ini?" tanya Laura sambil membuka botol air mineral itu dan menenggaknya.


"Yup. Kebetulan aku dan Daddy sedang memeriksa pembukuan karena akuntan kami sedang cuti melahirkan."


"Lalu pegawai yang lain?"


"Makan siang. Aku dan Daddy biasa makan di showroom karena mommy selalu mengirimkan makanan buat kami. FYI, Daddy ku paling suka masakan mommy jadi kami jarang jajan ..." cengir Devan.


Laura tertawa. "Pasti ibumu sangat pintar memasak."

__ADS_1


Devan mengangguk. "So, kenapa kamu mencari mini Cooper antik?"


"Salah satu bucket list aku, Devan."


"Bucket list?"


Laura mengangguk. "Aku menderita kanker darah stadium tiga, Devan. Dokter sih sudah hands up, diperkirakan usiaku tinggal setahun, jadi aku dan Daddy memutuskan untuk menikmati hidup selama aku masih kuat. Jadi salah satu bucket list aku, ingin punya mobil mini Cooper macam milik Mr Bean."


Devan melongo saat mendengar bahwa gadis cantik di depannya menderita kanker darah atau leukemia. "Kamu ... Usia berapa?"


"22 tahun..." jawab Laura. "Devan, janganlah memasang wajah seperti itu. Ini memang jalan hidupku jadi aku menikmati saja apa yang Allah berikan padaku selama hidupku..."


Devan menatap gadis yang tampak tidak terusik dengan vonis dokter tentang kondisi Laura. Pria tampan perpaduan Rama dan Astuti itu menatap Laura lekat. "Apakah kamu tidak takut mati?"


Laura tersenyum. "Bohong kalau kamu tidak takut mati. Setiap orang pun pasti takut mati, bahkan biksu, imam mesjid, pastur dan pendeta pun takut mati. Aku pun takut mati. Bagaimana jika aku tidak masuk surga? Bagaimana jika aku masuk neraka? Namun setelah aku berbicara dengan imam mesjid, bahwa Allah memberikan penyakit ini karena Allah sayang padaku, aku meningkatkan ibadahku, tidak berbuat sesuatu yang menyakiti hati orang lain, dan serahkan semua pada-Nya, aku jauh lebih tenang. Setidaknya aku sudah mendapatkan banyak hal yang aku peroleh... Maka dari itu aku memilih membuat bucket list jadi saat aku nanti dipanggil pulang, tidak ada penyesalan..."


Devan menatap Laura dengan tatapan tidak bisa dibaca. Antara kagum, sedih, miris dan berbagai macam hal berkecamuk di dalam hatinya.


"Kamu strong, Laura. Aku sangat salut padamu..." ucap Devan.


"Tidak setiap hari aku strong, Devan. Hanya saja aku selalu mensugesti diri aku sendiri setiap bangun pagi, Alhamdulillah aku masih diberikan umur... Perbuatan baik apalagi yang harus aku lakukan hari ini .. Bucket list apa yang harus aku penuhi..."


Devan semakin respek dengan Laura. "Lalu sudah berapa Bucket list yang sudah terpenuhi?"


"Dari seratus, sudah 27... Alhamdulillah."


"Apa yang belum?" tanya Devan.


"Punya pacar, bisa masak baklava, bisa masak chicken tikka masala..." Laura membaca satu persatu bucket list nya.


Laura menggelengkan kepalanya. "Siapa juga mau punya pacar cewek penyakitan begini. Belum kalau aku drop dan mimisan."


"Memang jenis leukimia kamu apa?"


"Chronic lymphocytic leukemia (CLL)."


Devan lalu mencari apa yang dimaksud oleh Laura.


Jenis kanker darah yang diderita Laura adalah leukemia kronis. Perjalanan penyakit yang tidak cepat sehingga memiliki harapan hidup yang lebih lama, hingga lebih dari 1 tahun.


Ada dua jenis kanker leukemia kronik yang diklasifikasikan berdasarkan jenis sel, yaitu:



Chronic myelogenous leukemia (CML): umumnya menyerang pasien setengah baya. Dapat juga terjadi pada anak-anak, namun sangat sedikit.


Chronic lymphocytic leukemia (CLL): menyerang orang tua yang lebih besar pasien wanita, yang berumur lebih dari 55 tahun. Kadang-kadang juga diderita oleh dewasa muda, dan hampir tidak ada pada anak-anak.


Gambaran klinik dan ciri-ciri leukemia kronik:


__ADS_1


- Hipermetabolisme, yang ditandai berat badan turun, nafsu makan berkurang, keringat malam, kulit lembab, hangat.


- Infiltrasi organ (limfadenopati, splenomegali, hepatomegali)


- Anemia, yang ditandai pucat, sesak nafas, berdebar


- Perdarahan kulit, mimisan (Epistaksis)


Sumber mitra keluarga.com


"Jadi kamu kadang mimisan?" tanya Devan.


Laura mengangguk. "Maka dari itu, siapa yang mau dengan aku yang penyakitan begini."


"Aku mau."


Mata coklat Laura terbelalak saat mendengar pria tampan di hadapannya berbicara seperti itu.


"Devan... Jangan... Kamu pasti kasihan padaku..."


Devan tersenyum menenangkan. "Nope, aku tidak akan kasihan padamu tapi aku akan menemanimu untuk memenuhi bucket list mu...sebagai pacar."


"Devan, harapan hidup aku hanya setahun... Dan kita baru bertemu pertama kali ini..." tolak Laura halus.


"Hei, mungkin ini yang dimaksud dengan serendipity?" ucap Devan enteng.


Serendipity sendiri adalah istilah dari bahasa Inggris yang artinya 'kebetulan'. Dikatakan 'kebetulan' bukan sesuatu yang dianggap meremehkan, namun sebuah 'kebetulan' yang tampaknya sudah direncanakan dengan sangat baik oleh-NYA.


Laura tertawa kecil. "Salah satu bucket list aku. Nonton film serendipity..."


"Aku temani..."


"Kamu tidak bekerja?"


"Fleksibel" jawab Devan enteng.


Laura tertawa. "Dasar !"


***


Tanpa mereka ketahui, Shamir Khan terharu mendengar tawa Laura yang jarang ia dengar tapi hari ini dia mendengarnya kembali. Rama McCloud melihat bagaimana putranya tampak tanpa beban bersama Laura meskipun tahu kondisinya.


Ya, Rama sudah tahu kondisi Laura karena Shamir sudah menceritakan kepadanya. Rama semakin salut dengan putra bungsunya yang tanpa pamrih membantu Laura menikmati hari-harinya. Sangat mirip Rain Reeves, sang Oma yang memang baik hati.


Rama menghela nafas panjang. Semoga kamu tahu bahwa kehilangan itu akan membuat kamu sedih.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2