My Kindergarten Teacher

My Kindergarten Teacher
Di New York


__ADS_3

Dalam Pesawat Menuju New York


Alina tampak asyik mengobrol dengan para sepupu perempuan Dewa termasuk Ratih, kekasih Radyta yang juga diajak. Mengingat Ratih seorang dokter anak, tentu saja topik pembicaraan para wanita itu tidak jauh-jauh dari soal kehamilan dan anak.


Dewa sendiri membiarkan gadisnya berkumpul dengan para sepupunya sedangkan dirinya juga bersama dengan para sepupu prianya bermain monopoli gara-gara Remy ingin semua main board game yang sering membuat emosi.


"Kira-kira acaranya bakalan ada aib nggak ya? Mengingat keluarga Blair itu paling kacau soal acara pernikahan..." gumam Valentino sambil melemparkan dadunya.


"No aib, diragukan jadi keturunan Blair dan Giandra..." balas Arkananta.


"Heeeeiiiii, aku keturunan Giandra tapi Alhamdulillah gadha aib... " protes Remy. "Mas V, masuk penjara !"


Valentino melongo saat mendapatkan kartu yang menunjukkan dirinya masuk penjara. "Kampreettt !" sungutnya sambil menaruh pionnya ke penjara.


"Yang jelas kan mas Lisus nggak pakai beskap tho?" tanya Radyta sambil melempar dadu dan menjalankan pionnya. "Aaahhhh sapi ! Kenapa ke hotelnya Dewa !"


"Ayo bayar ! Hanya terima kontan bukan cicilan apalagi pakai pay later" kekeh Dewa saat melihat pion Radyta menyasar di tanah miliknya yang sudah dibangun hotel.


"Wedhus ! Bangkrut gue !" sungut putra Aji Yung dan Felisha Hassan itu sambil menghitung uangnya. "Dasar anak bank ! Tukang palak !" Radyta memberikan sejumlah uang ke Dewa.


"Senang sudah mampir ke Hotel Dewananda Hadiyanto" cengir Dewa sambil menghitung uang dari Radyta.


Arkananta yang mendapatkan giliran pun melemparkan dadunya lalu berteriak kencang. "Brengseeekkk ! Ke hotelnya Dewa lagi ! Bangkruuuutttt !"


Dewa tertawa bahagia. "Show me the money !"


***


JFK Airport New York


Pesawat keluarga Giandra mendarat dengan mulus di runway dan segera menuju hanggar khusus pesawat pribadi para Sultan seluruh dunia.


Alina yang baru pertama kali ke New York, tampak kagum melihat bagaimana sibuknya bandara JFK melebihi Soekarno Hatta Jakarta.


"Kamu mau ke patung Liberty? Central Park ? Broadway?" tawar Dewa sambil menggandeng tangan Alina menuju pintu keluar ruang VIP bandara ke mobil-mobil yang sudah disediakan.


"Yang penting acara kondangannya dulu, mas. Soal jalan-jalan itu bisa nanti" senyum Alina yang suka dengan suasana musim panas di New York.


"Ah kamu kok selalu benar sih sayangku..." ucap Dewa sambil mencium jari manis tangan Alina yang melingkar cincin tunangan dan cincin milik Savitri Pratomo.


Semua rombongan Jakarta pun masuk ke dalam mobil masing-masing yang sudah diarahkan Hunter dan Doogie. Sekali lagi Alina terbengong-bengong melihat bagaimana pengawal keluarga pun good looking !


"Mas Dewa, pak Ragil nggak ikut ya?" tanya Alina yang sudah masuk mobil bersama Dewa, Bagas dan Safira.

__ADS_1


"Kalau si Orgil ikut, yang jaga lilin siapa? Secara gue lagi ngepet disini..." jawab Dewa asal membuat Bagas dan Safira menoleh ke kursi belakang mobil tempat Dewa dan Alina duduk.


"Astaghfirullah... DEWAAAAA !" pekik Safira gemas.


"Efek jetlag, mama. Efek jetlag ... Jadi otakku kacau..." elak Dewa sambil meletakkan kepalanya di bahu Alina yang sudah cekikikan mendengar jawaban asal ala tunangannya.


***


St Regis Hotel Manhattan New York


Setelah menata baju bersama dengan Ratih yang menjadi teman sekamarnya, Alina dan kekasih Radyta Yung itu pun keluar kamar menuju presidential suite tempat Ajeng berada. Seorang pengawal wanita mengantarkan dua wanita cantik berdarah Jawa itu ke lantai tempat Ajeng.


Alina dan Ratih melongo saat masuk ke dalam ruangan itu karena sangat-sangat rusuh ! Berbagai macam bahasa ada disana membuat kepala Alina dan Ratih sedikit pusing.


"Yasalam kalau aku hanya bisa bahasa Inggris dan Jawa" kekeh Alina yang mendapatkan tawa Ratih.


"Podho ( sama ), Al. Aku bisa bahasa Perancis tapi Wis lali ( sudah lupa )..."


"Haaaaiiii ! Ayo masuk !" ajak seorang wanita cantik blasteran dengan pipi chubby dan bermata abu-abu kehijauan dengan bahasa Indonesia. "Halo, aku Sakura Park... "


"Oh ya Allah, yang kasih tas ke aku?" Alina langsung memeluk Sakura. "Matur nuwun, Sakura."


"Aaahhh bagaimana tas nya? Suka?" tanya Sakura sambil membalas pelukan Alina.


"Halo mbak Ratih... Welcome ke kerusuhan yang tiada Tara tidak kalah dengan pasukan pria" sapa Sakura sambil memeluk gadis berhijab itu.


"Aku pusing..." cengir dokter anak itu. "Benar kata mas Radyta, aku harus tabah luar dalam kalau sama keluarganya..."


"Semua orang yang baru pertama kali kumpul bocah, pasti akan pusing" gelak Sakura. "Ayo, aku perkenalkan dengan yang lain."


Alina dan Ratih terbengong-bengong saat bertemu dengan Zinnia yang notabene ratu Belgia tapi kali ini hilang semua aura aristokrat nya karena ikut heboh dengan para sepupunya. Mereka bertemu dengan putri Emir, keluarga Tokyo lainnya dan keluarga Eropa.


Alina hanya bisa bersyukur karena semua keluarga Dewa menerima dirinya dengan tangan terbuka bahkan semua pada sayang karena Alina mau sama Dewa.


"Kamu itu pasti dipelet mas Dewa deh !" celetuk Raine Blair.


"Kayaknya, soalnya kata Mas Dewa, pak Ragil lagi jaga lilin di Jakarta sedangkan mas Dewa disini..." jawab Alina dengan wajah jenaka membuat semua wanita cantik itu tertawa terbahak-bahak.


"Poor Ragil. Heran aku bisa tabah ya dia sama Dewa ..." kekeh Nadira McCloud Pascal.


"Kok bisa sih Dewa begitu taubat nasuha, makin Membagongkan?" gumam Leia Bianchi.


"Bagus kan mbak, daripada ribut terus sama mas Arka dan mas V. Malah mau dikutuk ala Malin Kundang..." kekeh Juliet Reeves Akihiro.

__ADS_1


"So, Ratih dokter anak, Alina guru TK, Elane punya toko pastry... Duh lengkap deh semua ipar aku !" seru Arabella Satrio Baskara.


"Kamu biang rusuh ke Arka" ejek Blaze Bianchi.


"Mbak Beeee..." rengek Arabella manyun.


"Apa ada penggagalan unboxing mbak?" tanya Apsarini.


"Ada. Ke Poughkeepsie" sahut Raveena.


"Tembak-tembakan? Ikuuuutttt !" rengek Sakura.


Alina dan Ratih saling berpandangan. Tembak-tembakan? Apa maksudnya.


"Bilang sana sama Radeva dan Devan. Mereka panitianya." Raveena menatap adik Shinichi Park itu dengan tatapan geli.


"Aku telepon mas Deva." Sakura pun langsung menelpon Radeva. "Mas ! Ikut ke Poughkeepsie !"


Entah apa yang diucapkan oleh Radeva tapi membuat istri Alessandro Moretti itu meradang. "Nggak ada tapi-tapian !! Cewek sama cowok sama saja ! Kalau perlu, adu antara aku sama kamu !" bentak Sakura membuat semua para wanita generasi keenam menoleh ke istri Mafioso Milano itu.


"Dasar Sakura. Sudah suaminya Mafioso, dia juga panasan. Wis sama lah sama mbak Leia" komentar Raveena.


"Hello... Kamu apa kabar? Suamimu juga kan Veena?" balas Leia.


"Alexis nggak panasan macam Bang Dante, mbak..." balas Raveena.


"Wis moga-moga besok si angin topan bukan anak jalanan itu nggak bikin aib ! Gimana Sakura? Besok kita ke Poughkeepsie?" tanya Leia.


"Jadilah ! Ga jadi, semua yang sudah nikah, jangan kasih jatah !" kekeh Sakura.


"Yakin kamu gak bisa kasih jatah ke Alessandro?" kerling Zinnia.


Sakura hanya mengedikkan bahunya.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2