My Kindergarten Teacher

My Kindergarten Teacher
Antara Fikir dan Fikri


__ADS_3

Manhattan New York


Alina memperhatikan Dewa sibuk memilih - milih sepatu antara sepatu brand Nike, Asics, Adidas dan Reebok.


"Mas Dewa mau beli sepatu?" tanya Alina sambil membawa barang belanjaannya. Tadi dirinya membeli banyak baju dan pernak pernik lucu untuk orang-orang yang disayanginya di Jakarta.


"Excuse me Miss Alina. Biar saya bantu bawa barang belanjaannya..." ucap salah satu pengawal yang dari tadi mengikuti mereka berdua.


"Eh tapi... " Alina merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa Jeng, kamu repot bawa kantong an belanja banyak itu" ucap Dewa sambil masih memilih - milih sepatu.


Alina pun menyerahkan kantong-kantong belanja itu ke pengawal tersebut lalu menghampiri Dewa. "Mas Dewa mau beli sepatu buat mas?"


"Bukan, buat Ragil. Bagusnya yang mana ya Jeng?" Dewa menjejerkan sepuluh sepatu disana membuat pramuniaganya sebal karena dari tadi pria itu belum mengambil keputusan yang jelas.


"Ini bagus, ini bagus dan ini tidak ada di Jakarta." Alina mengambil tiga sepatu yang sebenarnya Dewa juga suka.


"Ah kita memang jodoh Jeng Alina. Soalnya tiga ini juga incaran aku dari tadi cuma aku butuh kepastian yang haqiqi dari kekasihku..." gombal Dewa membuat Alina cekikikan.


"Udah mas. Ndang diambil, kasihan mbaknya nungguin" bisik Alina ke Dewa.


"Okey. I'll take these three size 11." Dewa meminta ke pramuniaga itu tiga sepatu yang harganya cukup lumayan karena memang yang diambilnya tadi limited edition semua.


Pramuniaga itu tersenyum manis karena meskipun lama dalam memilih, Dewa mengambil tiga pasang yang harganya mahal.


"Eh tapi itu harganya berapa mas?" tanya Alina yang cemas karena takutnya kemurahan.


"Yaaaa cukup potong gajinya Orgil separo..." jawab Dewa enteng.


***


Sementara itu di apartemen Ragil


Ragil terbangun karena merasakan sesuatu yang tidak enak. Jantung nya berpacu dengan cepat dan keningnya sedikit berkeringat padahal kamarnya ber AC dingin.


"Astaghfirullah... Apa aku lupa baca ayat kursi ya jadi kayaknya tadi ada yang lewat nggak kulonuwun ( permisi )?" gumam Ragil.


Ragil pun membaca doa lagi sebelum tidur dan tidak lupa ayat kursi. Setelah tenang, pria tampan itu pun terlelap lagi.

__ADS_1


***


Manhattan New York


"Haaattssyiiinggg !" Dewa bersin usai membayar belanjaannya.


"Mas Dewa flu? Mau cari minum anget-anget?" tawar Alina.


"Nggak tahu, kok tiba-tiba hidungku gatal." Dewa mengambil ponselnya setelah mendengar adanya notifikasi khas grup pria generasi keenam.


"Ada apa mas?" tanya Alina saat melihat wajah Dewa yang tampak tersenyum membaca pesan di ponselnya.


"Jeng Alina, nanti malam kita akan ghibah di RR's Meal. Kamu ghibah sama ibu-ibu, aku mau ghibah sama bapak-bapak."


Alina menatap Dewa dengan tatapan geli. "Macam kumpul di RT ajah mas."


"Lha emang iya. Kita kumpul di RT O'Grady, RW Blair, Kecamatan Pratomo... Addduuuhhh !" Dewa mengusap lengannya yang dicubit Alina.


"Mas Dewa tuh ! Sukanya kok asal sih !" gerutu Alina.


***


Dewa dan Alina datang bersamaan dengan Radeva dan Ganiya ke restauran milik keluarga Reeves yang sekarang dipegang oleh Rajendra McCloud. Khusus untuk malam ini, restauran ditutup karena hendak dipakai ghibah para generasi keenam.


Alina melihat sudah ada beberapa pasangan disana termasuk para kaum jomblowati dan jomblowan. Bahkan ramainya mengalahkan acara nonton bareng sepak bola.


"Kamu ke ibu-ibu sana sama Aya, aku dan bocil kematian hendak menghadap para Mafioso dan seekor Yakuza ..." cengir Dewa yang mendapatkan keplak dari Radeva.


"Elu tuh sama nyamain bang Luke seekor Yakuza ..." omel Radeva.


"Lha, dia peliharaannya Piranha..." jawab Dewa asal.


"Yuk Aya, kita bisa pusing kalau sama mereka..." Alina menggandeng tangan Ganiya menuju meja khusus kaum wanita klan Pratomo.


***


Mereka semua sama hebohnya, tidak perduli pria atau wanita hingga Alina merasa perutnya sakit karena kebanyakan tertawa. Benar-benar definisi ghibah ala di pertemuan arisan PKK diterapkan di generasi keenam.


Namun yang membuat Alina salut dengan keluarga Dewa adalah, mereka semua meskipun sering kacau menistakan satu sama lain, tetap ada rasa sayang satu sama lain yang tidak bisa ditutupi.

__ADS_1


"Alina, besok kalau nikah sama Dewa, jadi pakai kebaya?" tanya Nadira McCloud.


"Insyaallah jadi mbak. Mas Dewa memang ingin lihat aku pakai kebaya kalau nikah."


"Yakin kalau Alina yang nikah pakai kebaya, pasti manglingi karena vibe nya dia kan Jawa banget" senyum Leia. "Beda sama kita-kita yang sudah campur aduk..."


"Apalagi aku sama Omar. Nggak bakalan pakai kebaya aku, repot buat malam pertamanya nanti..." celetuk Nadya sambil menatap Omar Zidane yang sedang tertawa bersama para sepupu prianya.


"Haaaahhh?"


"Lha kebayang tho, pakai kebaya, lepas sanggul sama sunduk menthulnya itu sudah perjuangan. Sekarang mana ada paes warna rambut aku dan aku nggak bakalan macam Mintang berani cat rambut aku hitam. Itu satu. Kedua, buka kebaya aja udah rempong belum jariknya, yang ada malahan bisa jadi aku selesai, Omar molor. Kan Gatot gue ! Apa kata dunia? Mending pakai baju pengantin internasional, tinggal tarik resleting, wuuussh kebuka. Tinggal pamer body buat malam pertama..." cengir Nadya membuat para wanita disana melongo mendengar ucapan pengacara slengean itu.


"Astaghfirullah ! NADYAAAA !" teriak semua wanita generasi keenam heboh.


***


Omar menoleh ke grup wanita yang tampak teriak kesal menyebutkan nama tunangannya.


"Udah, biarin aja. Macam kamu nggak hapal Nadya saja. Kalau sudah buka mulut sering unfaedah nya. Jadi jangan heran kalau bikin cewek-cewek disana emosi..." ucap Dewa sambil menyesap sparkling water nya.


"Dia memang punya pola pikir sering diluar konteks ..." senyum Omar.


"Di luar Nurul binti di luar prakiraan BMKG yang sering membuat kita menjadi berfikri..." balas Dewa.


"Pikir DEWAAAAA" koreksi Arkananta dan Valentino.


"Apaan sih? Melengse dikit ah antara pikir, fikir dan Fikri ..." jawab Dewa kalem.


Omar Zidane memegang pelipisnya. "Ya Allah... "


***


Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaa


thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2