
Acara Ijab Bayu dan Ajeng
"Kalau ditunda tahun depan, yang ada mas Bayu bisa ngamuk mas !" desis Alina gemas dengan tunangannya.
"Lha salah siapa main bersin pas ijab. Kan aib" balas Dewa cuek. "Eh tapi keluarga aku tanpa aib itu bagaikan nasi Padang tanpa karet, ambulans tanpa uwing-uwing, Spongebob tanpa Patrick... Mmmm ... Mmmm." Mulut Dewa langsung ditutup oleh Alina dengan telapak tangannya.
"Ssshhh ! Acara sudah mau dimulai !" bisik Alina.
Ucapan ijab qobul kedua akhirnya berjalan lancar tanpa ada drama bersin akibat serbuk bunga. Semua orang langsung mengucapkan Alhamdulillah karena semuanya sudah sah dan selesai yang inti dari acaranya.
***
"Bersin saat ijab..." ucap Arkananta.
"Sangat lah epic aibnya" timpal Dewa.
"Hanya keluarga O'Grady yang bisa" seringai Valentino.
"Aib yang bisa kita sampaikan pada anak cucu kita. Kalau punya alergi serbuk bunga, pakailah masker" sahut Shinichi.
Setelahnya kwartet akhlakless itu pun tertawa terbahak-bahak di depan Bayu yang sudah emosi sedangkan para pria generasi keenam tersenyum simpul mendengar tawa empat pria sebaya yang dikenal bodo amat yang penting menistakan itu wajib, bahagia menemukan aib terupdate.
"Bisa-bisa aib Oom Abi langsung bergeser tahtanya, dari cincin gelinding sama salah jari itu kalah epic dengan bersin saat ijab qobul" gelak Shinichi.
"Sudah selesai, kungkang?" tanya Bayu dingin dan tampak ingin menghajar ilmuwan fisika itu.
"Ya jelas belum lah ! Wong epic kok !" balas Shinichi tanpa ada takut-takutnya ke Bayu yang cemberut.
Sontak semua generasi keenam tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan pria imut itu.
***
"Aku baru tahu mas Bayu rupanya alergi serbuk bunga" ucap Nadya sambil menikmati makanannya.
"Aku juga baru tahu" ucap Ajeng yang sekarang duduk bersama dengan para ipar-iparnya.
__ADS_1
"Tapi kamu memang manglingi lho Jeng" puji Alina.
"Eh besok Alina nikah sama Dewa, pasti pakai kebaya kan?" celetuk Blaze.
"Maunya sih mbak tapi tergantung mas Dewa."
"Paling Dewa maunya model macam Bayu, jas dan kebaya biar nggak ribet" celetuk Nadira McCloud.
"Padahal Dewa ganteng lho kalau pakai beskap" puji Leia.
"Mbak, jangan muji mas Dewa. Nanti bang Dante bisa cumbokur. Tahu sendiri lah Mafioso satu itu bucinnya sama elu macam apa" celetuk Juliet sambil melirik ke arah kakak iparnya yang masih asyik mengobrol dengan Bayu dan sepupu prianya
"Dasar Inferno !" sungut Leia.
"Acara nanti malam resepsi disini juga kan?" tanya Raveena yang merupakan saudara kembar Radeva.
"Iyalah... Lha mau dimana?" tanya Gemini.
"Siapa tahu mau di Central Park... Biar beda gitu..." jawab Raveena asal.
Leia, Blaze dan Nadira menatap horor ke Alina. "Kayaknya kemarin Ajeng yang juga fans Radhi, sekarang Alina. Al, apa Dewa nggak cumbokur kamu bilang fans Radhi macam Bayu manyun ke Ajeng waktu diajak balapan?" Leia menatap lurus ke Alina.
"Cemburu sih tapi kapan lagi aku bisa melihat dan bertemu secara langsung dengan Radhi Blair. Benar kan? Kalau mas Dewa, hampir tiap hari ketemu, nanti kalau udah nikah kan juga barengan terus. Lha kalau pembalap favorit aku tidak mungkin ketemu kalau nggak pas begini. Kan bisa bikin perkara kalau aku minta ke markasnya Ferrari..." cengir Alina.
"Aku doain ya mbak, semoga besok kalau mbak Al hamil, ngidamnya ke Paddock Ferrari di Imola. Biar mas Dewa kelimpungan. Satu sisi mbak Al ngidam dan harus dipenuhi, sisi lain kok pengen ajak gelut..." gelak Raine yang membuat para wanita-wanita cantik itu tertawa.
"Aamiin. Semoga besok kalau aku hamil, ngidamnya itu aaaahhh..." kekeh Alina.
***
Dewa memegang tengkuknya yang tiba-tiba terasa dingin. Kok sepertinya ada yang ngerasani gue deh ! Dewa pun menoleh ke arah kelompok wanita yang sedang asyik berghibah.
Sek sek sek...aku dighibahin apaan sama Jeng Alina ? Dewa menatap wajah Alina yang tampak seru mengobrol dengan para calon iparnya.
"Lu kenapa mas?"
__ADS_1
Dewa menoleh dan melihat Radhi duduk di sebelahnya sambil menyesap fruit punch. "Kagak, gue merasa merinding aja sih Rad..."
"Siapa yang ghibahin elu?" kekeh Radhi.
"Kayaknya calon bini gue deh yang ghibahin gua. Tapi ghibah yang bakalan bikin gue manyun."
Radhi tertawa. "Mantan playboy duren tiga itu ternyata bisa keok sama guru TK..."
"Guru TK nya bukan sembarang guru TK Rad. Ini guru TK paling istimewa dan hanya milik Dewananda Hadiyanto seorang..." jawab Dewa jumawa.
"Iyain aja deh biar cepat" sahut Radhi.
"Lu sama Charles McGregor masih musuhan?"
"Masih lah ! Dia nyaris bikin gue mokat kan tahun lalu. Untung gue masih dikasih nyawa sama Allah. Kacau itu saudara jauh kita !" sungut Radhi.
"Lha Oom Al apa nggak ngamuk? Mengingat kalau ada yang lecet di keluarga elu, Oom Alaric pasti maju duluan..."
"Bokap ya ngamuk lah tapi udah dileremin hatinya sama Nyokap. Kan bokap paling nggak bisa ngamuk kalau udah di pukpuk sama Nyokap. Definisi Gedhe ambeg yang bucin sama Bu Benazir Nura Blair..." kekeh Radhi yang sampai sebal melihat bagaimana Alaric sangat memuja istrinya, Nura.
"Tapi semua bokap kita sama deh. Apalagi bokap gue. Sebisa mungkin menghindari jurus capit telinga ala Bu Safira Pratomo..." balas Dewa sambil minum sparkling water.
Radhi terbahak. "Jurus andalan para ibu kita. Yakin deh dari generasi keenam, semua pasti sudah kena jurus itu ! Eh kecuali Deya soalnya dia paling lurus dan nggak macem-macem" senyum Radhi sambil melihat Savrinadeya bersama suaminya Antonio Bianchi dan putranya Alano sedang memilih makanan.
"Deya memang anteng, tapi kalau sudah ngamuk, serem..." gumam Dewa. ( Baca Mengejar Cinta Raveena dan Savrinadeya )
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa gaaaeeessss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1