
St Regis Hotel Manhattan New York usai acara resepsi Bayu dan Ajeng
Dewa dan Alina sudah siap untuk pergi ke acara penggagalan unboxing seperti tradisi keluarga besar Pratomo. Bermula dari generasi ketiga ( era Duncan, Ghani, Elang, Eiji ) yang berinisiatif melakukan penggagalan unboxing, diteruskan hingga sekarang. Paling beruntung adalah kalau kamu lahir paling tua macam Leia, Blaze, Nadira dan Luke karena sudah pasti adik-adiknya masih remaja atau kecil-kecil.
"Kita kemana mas?" tanya Alina sambil terus digenggam tangannya oleh Dewa. Jujur pria itu cumbokur karena sejak tadi Alina dan Radhi asyik mengobrol. Sekarang, tidak boleh lepas lagi !
"Poughkeepsie..."
"Memang berapa lama perjalanan?"
"Satu setengah jam lah. Macam dari Jakarta ke Bandung pakai macet."
"Tapi Jakarta - Bandung kan dua jam an mas..."
"Anggap aja begitu" balas Dewa judes.
Alina cekikikan melihat wajah manyun Dewa. Seharusnya dia yang manyun karena melihat bagaimana mantan nya Dewa dengan vulgar pamer aurat kemanapun dan suaminya bicara soal kegiatan di ranjang dengan santainya. Tapi ini kenapa jadi mas Dewa yang cumbokur. Alina menatap Dewa yang masih mode cemberut. Ada yang salah ini...
"Mas Dewa..."
"Apa?"
"Mas Dewa marah sama Alina?" goda gadis yang malam ini memakai jaket, kaus leher tinggi, celana jeans dan sepatu UGG yang dibelikan Dewa saat dinas ke Australia.
"Nggak!" balas Dewa ngambang.
"Mas Dewa marah aku berduaan sama Radhi?" tebak Alina yang gemas melihat mode merajuk Dewa.
"Nggak... Siapa juga yang marah melihat kamu sama Radhi ! Biasa saja !" jawab Dewa dengan nada masih meragukan.
Alina melepaskan genggaman tangan Dewa dan membuat tunangannya berhadapan dengannya, memeluk pria itu lalu mencium pipinya. "Mas Dewa, Radhi itu adik mas. Aku cuma kagum dengan semangat dia di dunia balap dan aku tuh cuma fansnya doang. Wajar kan? Tapi tho mas, yang ada di hati aku itu pria yang selalu ada disaat aku membutuhkan bahu untuk bersandar, pria yang selalu sigap menolong aku, pria yang sering membuat aku mengelus dada karena saking ajaibnya dan pria yang bisa - bisanya Meleng nabrak trotoar gara-gara aku. Belum lagi pria yang menembak aku dengan lagu Sheila on Seven dan menyanyikan lagu Andre Hehanussa di depan orang banyak... Yang menurut aku, sangat romantis. Insyaallah pria ini yang menjadi imam aku, suami yang bisa aku andalkan tidak hanya sikap, sifat dan perilaku tapi juga isi dompetnya..."
"Heeeeiiiii..." protes Dewa membuat Alina cekikikan.
"Jadi tho mas Dewananda Hadiyanto, mbok Ojo kebangetan nek mikir. Nggak mungkin lah aku berpaling dari pria paling awesome di mataku. Sing nggenah wae luurrr..."
Dewa tertawa karena senang mendengar rayuan Alina yang baginya bukan rayuan gombal yang njelehi tapi ada doa disana dan dirinya sangat bahagia dianggap paling Ter the best Dimata Alina. "Tahu kenapa aku sangat mencintaimu, Jeng Alina."
"Kenapa mas?" balas Alina sambil menatap wajah ganteng Dewa.
__ADS_1
"Karena kamu memang diciptakan untukku .... Tunggu kenapa jadi lirik lagu yaaa..."
"Kau tercipta hanya untukku
Aku lahir hanya untukmu
Janganlah bimbang
Janganlah ragu
Hanyalah aku, hanyalah dikau..."
Dewa dan Alina menoleh melihat Shinichi dengan santainya melihat mereka berdua sambil menyanyikan reff lagu dari Betharia Sonata.
"Lha benar kan dari lirik lagu?" celetuk Shinichi. "Ayo, diteruskan uwu-uwunya. Aku jadi gemas melihat kalian berdua..."
Dewa hanya menatap sebal ke sepupunya sedangkan Alina tertawa kikuk dengan wajah memerah.
"Ini gara-gara almarhum Oom Chandra suka lagu jadul, aku jadi ingatnya lagu itu deh !" gerutu Dewa sebal. "Lu kok bisa tahu sih Shinchan ?"
"Gue ingat pas main ke Indramayu. Ada tuh bapak-bapak buruh tani kalau nyetel radio, lagunya jadul melulu. Nah kebetulan pas nemenin Arsya cari cacing, nyetel lagu jaman 80an terus lagunya si Bethi aka beda tipis ..."
"Kalian sudah tua !" seru Shinichi sambil tertawa terbahak-bahak.
"Jangan salah ! Eyang sering nyetel itu kalau di rumah. Apalagi sekarang kan ada Spotify, Wis playlist nya lagu jadul semua yang disetel di bluetooth speaker" ucap Alina.
"Mending sih daripada tukang kebun aku lagunya dangdut koplo macam Cikini ke Gondangdia atau Satru nya Denny Cak Nan..." gerutu Dewa. "Jeng Alina tahu kan rumahku macam apa. Nah kebayang nggak pagi-pagi yang disetel lagu macam itu. Jatuh harga diri rumah ku ..."
Alina dan Shinichi terbahak.
"At least, bahasa jawamu ora ilang Wa" balas Shinichi.
"Lha kenopo?"
"Tiap hari dengernya Satru ( bertengkar - Jawa )."
Dewa pun cemberut. "Kampret !"
***
__ADS_1
Markas milik Keluarga McGregor Blair di Poughkeepsie NY
Alina melongo saat melihat isi bangunan yang dari luar berupa tembok bata merah tapi di dalam sangatlah modern penuh dengan alat-alat olahraga bela diri.
"Ini apa mas?" tanya Alina.
"Tempat kita semua latihan bela diri dan menembak kalau di New York. Macam tempat latihan rahasia dan hanya Keluarga yang boleh kemari" jawab Dewa.
"Di Jakarta, kalian punya?"
"Punya. Biasanya aku sama anak-anak Jakarta kalau lagi suntuk, Kesana buat main tembak-tembakan" jawab Dewa cuek.
Alina menatap tidak percaya kalau Dewa bisa menembak dengan pistol, harafiah.
"Mau lihat koleksinya?" tawar Dewa saat melihat para sepupu perempuannya pada heboh mengambil koleksi senjata di vault yang ditutup pintu besi besar macam di bank.
"Alina, ambil saja ! Tar minta tolong Dewa ajarin kamu" ujar Nadira sambil mengambil Sig Sauer warna hitam dan dengan fasihnya membuka kunci, memasang magazine, mengkokang, memasang pengaman lagi dan membidik ke area target.
Alina terbengong-bengong melihat bagaimana calon iparnya tampak badass dengan santainya mensetting semua senjata yang mereka pilih. Gadis itu lalu melihat Ratih yang tampak menggelengkan kepalanya saat Radyta menjelaskan soal senjata.
"Memang seru ya mas?" tanya Alina.
"Mau coba? Boleh !" Dewa menggandeng tangan Alina dan memilihkan pistol kecil Walther PPK yang membuat gadis itu mendelik.
"Bukannya ini pistolnya James Bond?" seru Alina.
"Iya. Tapi kalau sekarang kamu yang bawa, bukan James Bond..." cengir Dewa.
"Apaan mas ?"
"Janetwati... Addduuuhhh !" Dewa mengusap lengannya yang dikeplak Alina.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa gaaaeeessss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️