My Kindergarten Teacher

My Kindergarten Teacher
Gotcha !


__ADS_3

Akhirnya semua terungkap siapa pelaku tabrak lari yang mengakibatkan kematian nenek Zara dan sekarang pelaku utama kabur ke Israel karena tidak ada perjanjian ekstradisi dengan Indonesia. Dewa dan Pramudya dengan mengeluarkan uang sendiri, membawa letnan Arman untuk menangkap Tamara Hamid.


Sementara Dewa dan Pramudya sibuk ke Tel Aviv, Ragil sibuk mencari tahu siapa yang melakukan penggembesan ban motor Chika. Pria itu lalu memeriksa semua CCTV dari sebulan lalu dan akhirnya setelah nyaris seharian memelototi layar iMacnya, Ragil mendapatkan culpritnya.


Ragil memang tidak mau langsung mengkonfrontir orang itu karena dia lebih memilih Chika lah yang mengkonfrontir agar bisa menjebak si pelaku. Pria itu berjalan menuju pagar pembatas lantai dua dan melihat ke arah lantai satu tempat para pegawai Bank Arta Jaya bekerja.


Kita tunggu saja tanggal mainnya.


***


Ragil sedang membereskan semua pekerjaannya sore ini ketika Vina datang ke lantai dua. Pria berwajah dingin itu menatap kedatangan salah satu pegawai teller nya dengan wajah datar seperti biasanya.


"Selamat sore Pak Ragil."


"Sore. Ada apa Vina?" jawab Ragil tanpa ekspresi.


"Pak, saya mau lapor. Saya tahu bapak ada hubungan dengan Chika tapi apa bapak tahu kalau Chika itu bukan cewek baik-baik?" ucap Vina sedikit berbisik.


"Jika kamu bilang Chika bukan cewek baik-baik, apa menurutmu kamu adalah cewek baik-baik?" timpal Ragil dingin membuat Vina terkejut.


"Saya ngeman bapak. Dibandingkan Chika, saya jauh lebih baik, pak " jawab Vina dengan pedenya. "Chika itu tidak pantas buat bapak. Dia kemarin pergi dengan Oom-oom yang kayaknya sugar Daddy nya deh ! Mereka asyik berbelanja di Central Park."


Ragil menaikkan sebelah alisnya. "Mau dia pergi sama Sugar Daddynya, kenapa jadi kamu yang repot?"


"Pak, sayang kalau bapak sama Chika. Dia sudah tidak per@wan."


"Apa kamu masih per@wan? Aku rasa kamu juga sudah tidak, Vina. Sudah, lebih baik kamu pulang. Malas saya mendengarkan omongan kamu macam orang mabok !" Ragil menggerakkan tangannya seperti mengusir dan Vina menghentakkan kakinya tanda kesal lalu berbalik meninggalkan asisten Dewa itu.


Ragil pun tersenyum smirk.


***


"Bapak panggil saya?" tanya Chika setelah gadis itu menyelesaikan pekerjaannya dan membuat laporan ke manajernya.


"Ya. Sini kamu !" Ragil menyuruh Chika melihat layar iMac nya. Wajah gadis itu tampak kesal dan matanya berkilat marah.


"Whoooo dasar orang gatel ! Belum pernah kena tendangan maut Chika apa ya ! Jelek - jelek gini, Chika bisa bela diri !" omel gadis itu.


"Benarkah ?" tanya Ragil yang terkejut mendengar ucapan gadis mungil itu. "Belajar dimana?"


"Baca manga kungfu boy dan Kenji. Kan disana diajari jurus-jurus nya pak, jadi Chika belajar dari sana lah !" jawab Chika kalem.



Kali ini Ragil merasa gemas dengan Chika dan langsung menyelentik pelipisnya.

__ADS_1


"Aduuuhhh ! Bapak tuh !" rengek Chika sambil mengusap pelipisnya yang kena slentik.


"Aku tanya serius kenapa jawaban kamu ngaco !" omel Ragil.


"Lho saya serius paaakk... Di komik Kenji itu ada jurus - jurusanya..." Chika menatap judes ke Ragil. "Sekarang rencana kita apa pak? Bukankah bapak lagi ajaran jadi detektif? Apa perlu kita berdiskusi dengan ratu novel misteri dan detektif?"


"Ratu novel misteri sudah meninggal, Chika."


"Bapak kok tega sih bilang mama sudah almarhum !"


"Lho kamu ngomongin siapa? Agatha Christie kan?" balas Ragil polos.


"Bu Miranti Delisha, pak Ragiiiilllll... Bukan Agatha Christie !" jawab Chika gemas.


"Oh."


"Jadi? Kita harus menjebak dia kan?"


Ragil mengangguk. "Kamu ada ide?"


Chika pun nyengir.


***


Chika pun menyapa semua rekan-rekannya seperti biasanya dan langsung menuju loker untuk menyimpan tas nya. Gadis itu pun bersiap untuk mengikuti doa pagi yang dipimpin oleh Ragil sebagai kegiatan rutin kantornya.


Setelahnya mereka pun bekerja seperti biasa hingga suara notifikasi terdengar di ponsel Chika yang disimpan di laci mejanya. Gadis itu melirik lalu tersenyum smirk. Gotcha !


Gadis itu pun membawa ponselnya lalu berpamitan hendak ke kamar mandi pada manajernya dan bergegas menuju parkiran. Sesampainya di sana, Chika langsung memvideokan dua orang yang sedang membuat kempes ban motornya.


"Kena kalian berdua !" ucap Chika sambil tersenyum licik.


Kedua orang itu tampak memucat apalagi di belakangnya ada Lucky, supir Dewa yang juga melakukan rekaman video ke para pelaku itu.


***


Ruang Pertemuan Bank Arta Jaya


Ragil menutup semua kaca ruang pertemuan dan menatap tajam ke kedua orang di hadapannya itu. Pria itu dengan pihak HRD tampak terlihat dingin dengan aura yang membuat siapapun akan keder dengannya.


"Apa alasan kalian berbuat seperti itu?" ucap Ragil dalam.


"Pak .. Bapak salah lihat pak ..." ucap orang pertama dengan nada tidak yakin.


"Salah lihat? Salah lihat? Lalu ini apa ?" bentak Ragil sambil memperlihatkan video dari Lucky dan Chika ditambah dari CCTV yang dipasang Chika berbagai sudut motornya. "Jika kalian mau prank, ini sangat tidak lucu !"

__ADS_1


Kedua orang itu pun semakin pucat.


"Sementara kalian berdua di skorsing tidak dapat uang makan sampai pak Dewa pulang dan dilarang bolos. Jika kalian berdua tidak masuk, auto dipecat dengan tidak hormat tanpa pesangon !" ucap Ragil. "Catat itu bu Putri !"


"Baik pak Ragil."


Kedua orang itu pun hanya bisa menunduk.


***


Rumah Chika Seminggu Kemudian


"Jadi pak Thoriq dan Vina bekerja sama untuk membuat aku celaka di jalan?" tanya Chika dengan didampingi Miranti dan Halim, kedua orangtuanya.


"Iya Ka. Rupanya Thoriq naksir kamu, Vina naksir aku dan mereka bekerjasama buat jadi Hero ke kita. Misal kamu tetap bingung pulang gimana, kamu akan dianter sama Thoriq. Ada kans pedekate sama kamu ... " papar Ragil.


"Wah, Ka, ide lagi buat novel mama...." celetuk Miranti.


"Jangan lupa bagi royalti pada korban sekaligus survivor ini" jawab Chika ke mamanya dengan wajah serius. "Aku nyaris jadi korban, ma..."


"Terus gosip Chika sama sugar Daddy?" tanya Halim Pradono.


"Lha itu Chika sama papa lagiiiii. Ingat nggak kita berdua ke Central Park cari-cari kado buat mama terus kita keluar masuk toko perhiasan dan barang branded terus kita bawa belanjaan macam-macam. Rupanya ada yang lihat Pa ..."


"Tapi kan benar tho Papa tuh Sugar Daddynya kamu, Ka... Kan masih ngopeni kamu..." gelak Halim.


"Eh iya ya... Jadi gosip itu tidak salah tho..." kerling Chika ke Ragil.


Ragil hanya menggelengkan kepalanya.


"Terus mereka berdua gimana, Gil?" tanya Miranti.


"Dibuang ke Jayapura sama Pak Dewa ..."


"Wuuuiiiihhhh... Pake koteka dong !" celetuk Chika membuat Ragil melotot.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2