
Kediaman Keluarga Hadiyanto
Dewa masuk ke dalam rumah sambil bersiul-siul asal yang menunjukkan bahwa dirinya sedang bahagia. Bagas dan Safira yang sedang menyaksikan film klasik Psycho karya Alfred Hitchcock, tampak bingung melihat putranya tampak bahagia.
"Sudah official kamu pacaran sama Alina ?" selidik Safira.
"Sudah dong Ma..." jawab Dewa sambil mencium pipi Safira.
"Wis Wa, cukup bandelmu ! Allah nggak akan kasih kamu kesempatan dua kali. Alina anak baik dan keluarga baik-baik meskipun sudah tidak ada semua. Daud Prayogo juga orang baik. Papa sudah memeriksa dari Oom David" tegur Bagas.
"Wuuuiiiihhhh.. Ya jelas tidak lah Papaku sayang... Jeng Alina itu macam anugerah indah yang kumiliki sekarang ini ..."
Bagas tampak mengrenyitkan dahinya. "Macam judul lagu Sheila on Seven..."
"Kalau itu kan judulnya Anugerah Yang Pernah Kumiliki sedangkan jeng Alina itu anugerah yang kumiliki... Beda Pa. Sono pakai pernah, Dewa tidak..." ucap Dewa membuat Safira tertawa.
"Wis kacau-kacau..." kekeh Safira. "Dah kamu mandi, sholat isya, makan."
"Sudah makan Ma. Tadi makan malam di rumah Alina, aku pesankan masakan wong Solo dekat kantor Kebon Jeruk."
"Yang ada ayam kremes itu ? Kan enak itu Wa" ucap Bagas.
"Iya tadi aku pesan disana."
"Oleh-oleh Alina sudah kamu kasih?" tanya Safira.
"Sampun dong Mamaku sayang..."
***
Kamar Alina di Grogol Petamburan
Alina melongo melihat banyaknya oleh-oleh yang diberikan padanya. Dewa tadi memberikan empat paper bag, satu untuk eyangnya, satu untuk Parjo dan dua untuknya. Satu tas isinya berbagai macam coklat dan makanan kecil lainnya dari Belgia tapi yang satu, membuat Alina tepok jidat.
Dewa memberikan baju dan gaun rancangan dari tantenya, Marina Hadiyanto yang bekerja dengan Carolina Herrera.
"Ini kenapa bisa ada gaun dan baju sih?" gumam Alina sambil melihat ada memo disana.
Jeng Alina sayang,
Aku Nemu gaun dan baju yang cocok di butik Carolina Herrera. Don't worry, aku ambil sambil nggak bayar ... Eh bayar. Bisa dihajar Oom Ayrton dan Mbak Zee kalau nggak bayar. Semoga suka. Mbok menowo kapan-kapan kepakai pas ada acara...
D.H.
__ADS_1
"Astaghfirullah... Dasar Mas Dewa..." kekeh Alina sambil melihat baju satu stel bewarna pink dan gaun pesta bewarna hijau lumut.
"Darimana mas Dewa tahu ukuran badan a ... " Alina menepuk jidatnya. "Dia kan mantan player pasti hapal lah bentuk tubuh cewek ... Tunggu ...Apa mas Dewa juga tahu ukuran dadaku?" Wajah Alina semakin merah padam. "Ya Allah... Pacaran sama mantan player itu kok ya lebih horor daripada acara jurit malam sih ..."
Alina berjalan mondar mandir sambil memegang pipinya. "Wis Al, ambil hikmahnya. Setidaknya bisa minta tolong dibelikan Daleman ... Wis gitu aja." Alina mencoba berkompromi dengan kelebihan Dewa soal ukuran badan wanita.
***
Sabtu pagi, Dewa memutuskan untuk tidak kemana-mana karena dirinya masih terasa jetlag padahal sudah dua hari di Jakarta. Pria itu membaca cerita di grup chat generasi keenam dan Nelson bilang kalau Nadya teman tapi mesra dengan Omar Zidane.
Dewa ikut senang mendengarnya karena tahu bagaimana bucinnya Nadya dengan pria berdarah Mesir itu yang juga seorang agen FBI. Semua orang suka dengan pria jangkung itu karena memang pembawaannya yang tenang serta bisa membuat Nadya kalem... Kadang-kadang.
Sebuah notifikasi masuk ke ponselnya.
📩 Arkananta Baskara : Wa, mau ikutan nggak? Ara ngidam makan pizza dan sudah pasti dia kalau pesan kagak mikir. Butuh bantuan nih.
📩 Dewananda Hadiyanto : Makan dimana? Siapa saja yang datang?
📩 Arkananta Baskara : Domino Pizza yang dekat kantor PRC Kuningan. Kan sederet tuh sama Cha Time. Ara minta Milo Dinosaurus. Duh ampun deh ! Anak - anak Jakarta udah gue ajak. Lu bawa tuh Alina. Kata Vale, dia pacar kamu.
📩 Dewananda Hadiyanto : Okelah chuy. Gue jemput Alina dulu baru kesana ye.
📩 Arkananta Baskara : Ditunggu bro.
Dewa pun langsung mandi dan bersiap menjemput Alina saat Bagas dan Safira masuk ke dalam rumah setelah berbelanja di pasar modern. Kalau weekend, pasangan itu memang hobi ke pasar modern untuk belanja macam - macam termasuk jajanan pasar.
"Ara ngidam makan pizza sama pengen kumpul. Jadi aku mau bawa Alina ikut Mama."
"Makan pizza dimana?" tanya Bagas sambil mengeringkan tangan usai dicuci dan mengambil sepotong lemper dari dalam kantong plastik.
"Domino dekat PRC."
"Oh situ. Sederet situ kan makanan semua ..."
"Makanya milih sana soalnya ada Cha time juga. Ara ngidam Milo Dino..."
Safira tertawa. "Owalaahhh ya ampun Ara. Ngidamnya kok ya sing biasa dia suka sih..."
"Malahane gampang kan Ma. Wis ah, Dewa pergi dulu." Dewa mencium pipi Safira dan mencium punggung tangan Bagas.
"Kamu naik apa Wa?" tanya Safira.
"Skyline lah. Aizen kan pasti ikut. Bisa ngereog kalau lihat aku nggak bawa mobil kesayangannya."
__ADS_1
***
Kediaman Daud Prayogo di Grogol Petamburan
Alina sudah siap dengan kaos bergaris hitam dan putih dipadukan dengan celana jeans serta sandal cantik berwarna hitam. Tak lupa tas cangklong yang sama chicnya dengan outfitnya. Rambut hitam tebal miliknya dibiarkan tergerai, membuat Dewa melongo melihat betapa segarnya Alina pagi ini.
"Ya Allah, bidadari nya Dewa... Benar-benar ayu tenan..." gumam Dewa membuat Pak Parjo yang mendengar, tertawa geli.
"Mas Dewa, ampun bengong ngaten tho ( jangan bengong begitu dong )" kekeh Parjo yang geli melihat bocah sugih ini tampak begitu kagum dengan kekasihnya.
"Lha tenanan ayu ( beneran ayu ) pak."
"Mas Dewa ih..." ucap Alina malu-malu.
"Pamitan dulu sama Eyang." Dewa dan Alina pun berpamitan ke Daud dan Parjo lalu masuk ke dalam mobil biru Skyline itu.
***
"Ih beneran deh, Jeng Alina tuh cantik banget hari ini ... Pasti saudara - saudara aku heboh !" kekeh Dewa.
"Mas, siapa saja saudaranya yang datang biar aku tahu duluan..." tanya Alina.
"Kamu sudah bertemu Valet parkir dan Kay. Nanti ketemu dengan Romeo dan Juliet, ortunya Aizen. Ada Arkananta dan Arabella, istrinya yang lagi ngidam terus ada Radyta Yung anak Turki campuran Chinese, mungkin ada Remy Giandra juga..."
Alina memegang pelipisnya. "Banyak banget."
"Belum seberapa itu. Kemarin kamu bakalan lebih pusing pas di Brussels... hampir semua datang."
Alina hanya tersenyum. "Memang definisi keluarga besar yang sesungguhnya..."
"Keluarga mas Dewa yang bobrok dan Membagongkan... Macam mas Dewa?" kerling Alina.
"Macam saya !" jawab Dewa bangga membuat Alina tertawa.
Yang bikin Dewa melongo pagi-pagi
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️