
Jakarta Indonesia
"Seriously kalian berdua ! Kalian kan tahu si masuk angin itu kalau sudah ngamuk macam apa ! Apalagi yang kalian bawa itu sekretaris nya !" hardik Dewa ke Radeva dan Devan yang hanya memasang wajah lempeng tanpa dosa yang membuat siapapun ingin menendang mereka berdua ke planet Uranus !
"Lha melihat angin mamiri itu ngereog adalah mood booster tersendiri, Wa. Bagi kami itu merupakan hiburan yang penuh faedah !" balas Radeva sambil memakan lalapnya.
"Mas Deva nggak takut kalau mas Bayu ngamuknya beneran ke kalian berdua?" tanya Remy yang tahu kakak sepupunya dengan badan besar itu bisa membuat penyet orang.
"Ngapain takut? Wong ada penangkal listrik nya" balas Devan cuek membuat Dewa, Radyta dan Remy saling berpandangan.
"Kita nggak ikutan lho ya kalau kalian akhir babak bunyak kena hajar si Twister" ucap Radyta akhirnya.
"Santai aja. Selama Ajeng ada di tangan kita, pasti mas angin ribut akan menjadi angin sepoi-sepoi... Yakin !" jawab Radeva penuh keyakinan.
Dewa hanya menoleh ke arah Ajeng dan Alina yang asyik mengobrol. Entah apa yang dibicarakan tapi mereka berdua tampak asyik.
***
"Jadi kamu itu guru TK?" tanya Ajeng.
"Iya. Aku mengajar di TK Bintang dekat kantor mas Dewa."
"Kalian bertemu disana?" Ajeng menatap gadis ayu itu dengan wajah penasaran.
"Secara tidak sengaja karena aku waktu itu membawa murid-murid untuk belajar soal bank. Kebetulan bank Arta Jaya cabang kebon Jeruk paling dekat dengan TK aku jadi aku bawa kesana..." jawab Alina. "Mas Dewa tapi waktu awal ketemu, njelehi !"
"Kayaknya tho Al, semua keluarga Pak Bayu itu memiliki gen yang sama..."
"Njelehiiii !" seru kedua gadis itu yang kemudian tertawa bersama membuat para pria menatap mereka dengan perasaan kepo.
"Bahaya nih kalau sudah ketemu satu server" kekeh Remy.
***
Perjalanan Pulang ke Kost-kostan Alina
"Jadi pak Bayu itu naksir Ajeng tapi nggak ngeh?" tanya Alina ke Dewa yang sedang menyetir mobil.
"Yup. Lagian ya tuh duo bocil kematian, macam mengantarkan nyawa ke mas Lisus... Sudah tahu mas ku satu itu panasan, hobinya tukang hajar duluan, baru tanya, kok ya masih nekad nantang..." kekeh Dewa.
"Kalau pak Bayu marah ke mas Radeva dan Dik Devan, bagaimana?" Jujur Alina sangat khawatir mendengar cerita Dewa kalau Bayu itu panasan.
"Paling babak bunyak... Dari kami generasi keenam itu, mas Bayu memang paling kuat kalau berkelahi. Badan dia memang paling besar dari kami semua karena hobbynya nge-gym tapi kalau kemampuan berkelahi, mas Bayu di bawah Bang Luke, kakakku yang Yakuza. Bang Luke itu bisa lho berantem pakai katana macam Kenshin Himura..." jawab Dewa.
__ADS_1
"Duh, mas... Semoga tidak terjadi kekerasan dalam keluarga ya mas."
Dewa hanya tersenyum smirk. "Aku kok ga yakin Jeng Alina. Bentukannya macam gimana juga masih di awang-awang..."
Alina tertawa.
***
Hari-hari Alina dihabiskan bersama dengan keluarga Dewa yang memang membuatnya nyaman karena kekacauan mereka tanpa memikirkan siapa mereka sebenarnya.
Alina semakin dekat dengan Ajeng, Arabella, Juliet, Katya dan Ratih, kekasih Radyta yang berprofesi sebagai seorang dokter anak dan mantan atlet taekwondo nasional.
Dan kini hari Senin, semuanya berkumpul di RR's Meal untuk menikmati makan malam bersama karena Rabu, Radeva, Devan dan Ajeng akan kembali pulang ke New York.
***
RR's Meal Kuningan Jakarta
"Serius kalian pulang besok?" tanya Arkananta ke kedua sepupunya.
"Serius lah !" jawab Radeva.
"Eh, foto dulu. Gue mau kirim ke bokap... Kan bokap lagi di New York ada pertemuan sama mas Lisus. Sudah wayahe ( waktunya ) kita membuat si Twister itu blingsatan bin ngereog melihat kita bersama sekretaris nya..." cengir Dewa.
Dewa memanggil seorang pelayan untuk mengambil foto mereka semua dengan berbagai angle dan setelahnya, Dewa mengirim kan ke Bagas Hadiyanto dan Bayu.
Dan tak lama notifikasi dari Bagas pun masuk.
📩 Bokap : Kamu tuh memang deh Wa... Ada yang pengen minggat ke Jakarta tuh.
📩 Anak Bandel : Lha demi membuat Twister lokal Pa... 😁😁😁
📩 Bokap : Kalau si Bayu ke Jakarta terus ngereog, itu urusan kalian ya ! Papa nggak ikutan !
📩 Anak Bandel : Itu urusannya Bocil kematian, Pa. Aku kan cuma kasih minyak di jelantah ..
Bagas yang sedang meeting, nyaris terbahak membaca pesan putranya membuat Bayu menatap Oomnya sebal.
***
Tak lama Bayu mengirimkan pesan.
📩 Mas Bayu Twister : Ajeng senang disana Wa?
__ADS_1
📩 Dewa Playboy : Alhamdulillah senang. Bisa kompak sama pacarku, Alina dan Ratih pacarnya Radyta.
📩 Mas Bayu Twister : Alhamdulilah... Tolong jaga Ajeng ya. Biarkan dia have fun di Jakarta.
📩 Dewa Playboy : Absolutely.
"Sudah kamu kirim Wa?" tanya Radeva.
"Sudah dong! Ke papa juga sudah. Kan papa lagi ada acara meeting dengan PRC Group" senyum Dewananda Hadiyanto.
"Terus? Apa kata Oom Bagas?" tanya Valentino.
"Well, Mas Bayu ngampet ngamuk ( menahan amarah )" gelak Dewa durjana membuat sang kekasih, Alina, sampai meliriknya judes.
"Mas Dewa, nggak boleh gitu..." tegur gadis manis itu.
"Seru aja, Jeng Alina. Kapan lagi kita bikin angin Muson jadi angin topan anak jalanan?" Dewa tersenyum ke Alina.
"Astaghfirullah... Aku tak menyangka kalau adik-adik pak Bayu Ternyata usil-usil ya" ucap Ajeng sambil menggelengkan kepalanya.
"Ini belum seberapa Jeng. Kalau kami semua kumpul, jauuuuuhhhh lebih durjana" cengir Radyta sambil merangkul bahu Ratih, kekasihnya.
"Ternyata pepatah don't judge a book from its cover itu benar adanya. Kalian semua casing, fisik, t.o.p b.g t tapi kelakuan naudzubillah jahilnya" ucap Ajeng yang merasa pusing kumpul dengan para sepupu Bayu dengan segala kerandoman nya.
Semua orang disana terbahak. "Welcome to the real of us ( selamat datang di keluarga kami sebenarnya )."
"Ta arani aku Wis somplak, jebule kalah suhu ( aku kira aku sudah kacau, rupanya kalah suhu )" gumam Ajeng.
"Jeng, aku kasih tahu ya. Pulang dari Jakarta, kamu bakalan tambah ilmu!" seringai Dewa tanpa memperdulikan pelototan Alina.
Ajeng hanya meringis. Duh aku luwih mikir nasib pak Radeva dan dik Devan di tangan pak Bayu. Babak bundas ora ya mengko ( babak belur tidak ya nanti ).
Malam itu Alina melihat bagaimana saat kumpul, semua pada kompak ngerjain Bayu O'Grady. Alina tidak bisa membayangkan jika Bayu marah ke Radeva dan Devan, akan seperti apa bentuknya mereka mengingat kata Dewa, Bayu paling kuat dari mereka semua.
Duh mas Dewa, mbok adiknya dikasih tahu, jangan suka ngerjain kakaknya...
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa gaaaeeessss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️