My Kindergarten Teacher

My Kindergarten Teacher
Masih Edisi Membagongkan


__ADS_3

Rumah Sakit PRC Group Jakarta


Dewa masih menyanyikan Refrain lagu Sheila on Seven meski sudah keluar dari mobil dan menggandeng tangan kiri Alina.


"Pak Dewa..." panggil Alina.


"Ya Jeng Alina?"


"Bapak mau sampai kapan nyanyi lagu itu?"


"Sampai kamu mau jadi pacarku ..." jawab Dewa sambil senyum. Mereka berjalan masuk ke dalam rumah sakit yang ramai tapi keduanya sibuk dengan dunianya sendiri. Dewa dan Alina melangkahkan kakinya menuju lift.


Alina tersenyum manis. "Pak Dewa?"


"Ya?"


"Benar sudah taubat?"


"Aku sudah tidak berhubungan dengan cewek manapun sejak tujuh bulan lalu. Itu yang sebenarnya. Kamu boleh tanya Ragil atau mamaku. Aku benar-benar ingin berubah Jeng. Serius."


Alina menunduk.


"Jeng, tahu aku terlalu terburu-buru tapi aku serius sama kamu. Tahu kenapa?"


"Kenapa pak?"


"Karena aku sudah bilang sama Big Boss, kalau aku melihat seorang bidadari datang, maka aku akan tetap Istiqomah dan akan setia pada bidadari yang Dia kirimkan. Dan Dia mengirimkan kamu Jeng Alina. Aku tidak perlu bilang kenapa tapi aku tahu bahwa you're the only one" papar Dewa.


Alina menatap Dewa. "Pak Dewa serius ?"


"Astaghfirullah Al Adzim ... Suwer demi opletnya si Doel ! Aku tuh serius sejak melihat kamu masuk ke kantor kebon jeruk ! Itu aku habis doa ke Allah dan booom... Kamu masuk jeng Alina... Apa bukan suatu petunjuk bapak presiden of the universe?" Dewa merasa gemas karena Alina adalah tipe gadis yang harus diyakinkan berkali-kali.


Dewa tidak heran karena Alina tahu dirinya dulunya adalah playboy yang biasa hidup bebas. Bahkan saudara sepupu gue ngutuk gue jadi Squidward!


Alina cekikikan. "Sabar ya pak Dewa. Saya bukan tipe perempuan yang mudah terpesona dengan wajah dan kekayaan meskipun itu penting. Tapi yang penting, adalah calon imam saya adalah pria yang mampu menjadi kepala rumah tangg tapi juga bisa menjadi partner setara bukan tipe-tipe pria Chauvinist yang menganggap wanita lebih rendah darinya. Kami kaum wanita memiliki kelebihan mampu untuk bermulti tasking yang mana kaum pria belum tentu bisa. Hormon, otak dan struktur anatomi berbeda..."


"Kok kita dari membahas keinginan kamu mendapatkan imam yang sesuai keinginan kamu jadi ke bidang science sih?" kekeh Dewa.


"Lho iya pak. Terkait perilaku, pria dan wanita memiliki kapasitas kognitif yang berbeda. Misalnya pemroses emosi, visuospasial, dan strategi agresi lainnya. Namun, perbedaan ini tidak terkait dengan kecerdasan umum sama sekali. Tapi budaya patriarki yang diterapkan oleh nenek moyang yang merasa pria superior dan wanita tidak mampu, membuat kami kaum wanita seperti di mindset you can't do nothing without men..."


"Tapi kaum Amazon di Wonder Woman pakai budaya matriarki, lawannya patriarki..." protes Dewa.


"Soalnya pak Dewa, kalau ada pria yang menginjakkan kaki nya di Theymiscira, kekuatannya akan hilang..." jawab Alina membuat Dewa terkejut.

__ADS_1


"Kok tahu?"


"Saya penggemar DC comics tahun 80an pak Dewa. Buat saya, itu tahun yang sangat superhero ..." jawab Alina malu-malu. "Saya tidak tahu apa cewek lain ada yang seperti saya, suka komik jadul."


"Fix ! Kamu harus jadi pacar aku, Jeng. Soalnya kamu akan satu server sama sepupu aku yang cewek-cewek. Mereka sama seperti kamu, suka baca komik jadul. Katanya lebih berbobot daripada yang sekarang makin ngaco penuh pembenaran lagibeteku !"


Alina melongo. "Pak, kalau alasan pacaran nya seperti itu... Kok ya rada gimana gitu..."


"Kalau biasanya orang dari perut turun ke hati, kalau ini kita berbeda. Dari komik, kamu bakalan jatuh cinta sama aku Jeng" jawab Dewa pede.


Alina semakin pusing dengan berbagai cara Membagongkan Dewa meyakinkan dirinya bahwa pantas sebagai pasangan nya.


"Pak, kita bahas apa sih?"


"Intinya adalah, aku ingin menjadikanmu pacarku Jeng Alina meskipun bahasnya muterin bumi C-minus..."


Alina tertawa. "Ya Allah... Cara menembak yang jauh dari kata romantis..."


"Jenuh Jeng. Sekali-kali yang beda gitu lho... Eh, tapi itu turunan ding..."


"Maksudnya?"


"Kamu kan sudah tahu sepupuku kalau nembak cewek nya gadha yang beres dan itu sudah turunan. Opa dan Omaku mana ada nembak pacaran atau nikah romantis... Bisa dihitung pakai jari yang super romantis... Lainnya, Membagongkan...termasuk papa dan mamaku. Kamu tahu alasan Papa waktu mau lamar mamaku ke Opa buyut Javier Arata?"


"Tenang Opa Javier, alasan utama saya mau melamar Safira menjadi istri saya adalah, hanya saya yang mampu membuat clumsy nya berkurang..." jawab Dewa menirukan ucapan Bagas saat bertemu dengan Javier Arata berdasarkan cerita Safira.


Alina tertawa. "Ya Allah, bukan karena cinta ya ..."


"Lho itu tanda cinta papaku jeng Alina. Saking cintanya sama mamaku, bahkan papa berusaha agar mamaku nggak clumsy."


"Romantis dengan caranya sendiri..." gumam Alina.


"Tul ! Jadi... Bagaimana? Jadikanlah aku pacarmu...." dendang Dewa dengan wajah usil.


"Ya ampun pak Dewa ! Saya mabok lagu J.A. P !" protes Alina sebal.


Dewa tertawa sambil keluar dari lift.


***


Ruang Praktek Safira


"Sudah bagus semua Alina. Tapi masih jangan angkat galon atau gajah dulu" ucap Safira yang sudah memeriksa pergelangan tangan Alina.

__ADS_1


"Matur nuwun Tante Safira" senyum Alina manis.


"Wa, katanya kemarin kamu sempat ribut sama Bayu?" tanya Safira sambil cuci tangan.


"Mama tahu dari siapa ?"


"Devan cerita ke Radeva terus Radeva cerita ke semua orang dong..." cengir Safira.


"Dasar Deva mulut ember !" sungut Dewa. "Salah paham mama... Si angin kentut itu dengar aku telepon Jeng Alina ... Eh dikirain aku telepon Ajeng, sekretarisnya. Lha bentuknya Ajeng macam mana aku tidak tahu ... Udah nyolot aja itu Twister satu ! Tahu body dia segedhe Gaban tapi ngamuknya segedhe robot Goggle V !"


Alina cekikikan mendengar Omelan Dewa yang makin kesini makin Kesana.


"Oh Alina, jangan kaget ya. Keponakan Tante semua manggil Bayu seenaknya karena arti nama Bayu kan angin. Jadi mereka manggil seenaknya... " senyum Safira sambil duduk di kursinya.


"Tante, itu tanaman dari jualan eyang?" tanya Alina saat melihat dua pot Chinese Money plant.


"Iya Al, sudah gedhe jadi Tante pecah saja dan ternyata cantik ya. Oh, Wa, itu tanaman yang kamu bawa terakhir yang kamu bilang macam tumo anjing ( kutu anjing )... Mati Wa. Mama nggak tahu salahnya dimana..." ucap Safira ke Dewa.


"Nanti biar Dewa tanya ke pak Parjo. Oh jeng, mau aku antar ke rumah Eyang Daud? Sekalian aku bawakan oleh-oleh dari Belgia. Lagian kamu kan sudah hampir dua Minggu nggak Kesana." Dewa menoleh ke arah Alina.


"Boleh pak. Mampir ke toko Maliqa dulu ya..."


Dewa mengangguk.


"Tante, tanaman apa yang kata pak Dewa macam kutu anjing?" tanya Alina ke Safira.


"Macam ini Al." Safira menunjukkan foto di ponselnya.



Alina tertawa. "Tante Safira, ini namanya String of Nickels bukan tanaman kutu anjing."


"Buat aku mirip kutu anjing..." eyel Dewa.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2