
Masih Acara Wedding Day Dewa n Alina
"Mas Dewa ... Haloooo... Mas Dewa mau ijab kan? Ijab dulu mas ... Nanti baru puas-puasin kalau sudah halal ..." panggil pak penghulu ke Dewa.
Dewa hanya mengulurkan tangannya tanpa mengalihkan pandangannya dari Alina. "Saya terima nikahnya..."
"WAAAA !" hardik Bagas, Bima dan Hoshi bersamaan. "Belum dimulai Cumiii !"
"Eh?" Dewa gelagapan karena semua orang menatap tajam ke dirinya sedangkan Alina hanya menunduk sambil menutup mulutnya agar tidak tertawa keras melihat tingkah calon suaminya.
Jangan ditanya bagaimana keluarga Sultan yang hadir. Mereka hanya bisa terbahak melihat kelakuan Absurd mantan playboy duren tiga itu. Nathan dan Haura hanya bisa melongo melihat sikap cucunya yang benar - benar out of the box dan diluar Nurul.
"Duh, jangan-jangan si Dewa semalam didatangi eomma jadi kesambet gitu ..." gumam Nathan yang tahu ibunya, Savitri Pratomo, sama saja dengan cicitnya, di luar prakiraan BMKG.
Haura tertawa kecil. "Malah jadi aib baru, mas..."
"Heran aku, kok ya pada senang bikin aib unfaedah tho..." gerutu dokter yang sudah pensiun itu.
Haura cekikikan. "Kan keluarga mas Nathan menang hobi bikin aib lucu-lucu..."
Nathan menggelengkan kepalanya.
"Ayo Wa, serius !" pendelik Bagas yang rasanya ingin menggetok kepala putranya pakai sepatu.
"Ehem... Maafkan saya pak penghulu, pak wali kota eh... Pak wali hakim. Sungguh saya terpesona dengan calon istri saya ... Angger aku nyawang sliramu, rasane kabeh macem roso bungah ning alam dunyo mandeg ono ing ngarep netraku ( Ketika aku melihatmu, aku melihat semuanya ujung kebahagiaan dunia ini telah berhenti sekejap di mataku )..." ucap Dewa.
"Wuuuiiiihhhh jeruuuu ( dalam )" celetuk Arkananta dan Remy Giandra berbarengan.
"Lho temenan Kuwi ( beneran itu )" jawab Dewa.
"Iyain aja biar cepat..." balas Valentino.
"Mari kita mulai ya mas Dewa. Bismillahirrahmanirrahim... " Pak wali hakim mengulurkan tangannya yang disambut Dewa. "Saudara Dewananda Kim Pratomo Hadiyanto bin Bagas Hadiyanto, Saya nikahkan dan saya kawinkan Anda dengan Alina Ratnadewi binti almarhum Ramli yang walinya telah mewakilkan kepada saya untuk menikahkannya dengan Anda dengan mas kawin uang seperangkat alat sholat, perhiasan, voucher... Belanja senilai $250,000 dan sebuah rumah dibayar tunai.”
"Saya terima nikah dan kawinnya ... Alina Ratnadewi binti almarhum Ramli dengan mas kawin tersebut dibayar tunai" jawab Dewa dengan sekali tarikan nafas.
"Bagaimana para saksi?" tanya pak penghulu.
"SAH !"
"Alhamdulillah... " Dewa dan Alina bersama dengan para tamu undangan berdoa bersama mengucapkan syukur Alhamdulillah karena ijab qobul berjalan lancar meski sempat nyeleneh sedikit.
"Nyaris tadi aku bilang Jeng Alina Ratnadewi... Iso Kon dibaleni bolak balik ( bisa disuruh ngulang terus )" bisik Dewa ke Alina. "Ya Allah Jeng, Kowe ayu tenan ... Ora sabar belah duren..."
Alina menatap Dewa dengan tatapan tidak enak. "Maaf mas Dewa, acara belah duren nya ditunda dulu ya. Aku baru dapat kemarin..." bisik Alina dengan wajah melas.
Dewa melongo. "LHOOO! KOK GITUUUU !" Tanpa sadar Dewa berteriak heboh membuat semua orang bingung ke arah pengantin yang baru saja resmi lima menit yang lalu.
"Wis, alamat rumah tangganya Dewa isine kacau balau saking Absurdnya..." ucap Bayu yang mendapatkan pendelik dari Ajeng sang istri.
__ADS_1
"Lha kita apa kabar mas Lisus?" balas Ajeng.
"Kita? Rumah tangga kita itu sangat bahagia, Jeng." Bayu mencium kening Ajeng lembut. .
***
Dewa dan Alina akhirnya melakukan acara tradisi Jawa yang sangat kental termasuk sungkeman usai tadi melakukan tukar cincin dan Alina melongo karena cincin nikah mereka sangatlah sederhana tapi tahu itu mahal.
Setelahnya mereka pun menemui para tamu undangan yang memang hanya kalangan keluarga dan sahabat dekat saja karena Dewa dan Alina ingin private bersama orang-orang yang mereka sayangi.
"Berapa lama Jeng?" tanya Dewa sambil memeluk pinggang Alina.
"Apanya?" balas Alina bingung.
"Dapatnya ?"
"Seminggu."
"Ya Wis .. Sing sabar Wa ..." gumam Dewa seolah menyemangati dirinya sendiri membuat Alina cekikikan lalu mencium pipi suaminya.
"Lha aku nggak kemana-mana mas, seumur hidup sama mas."
Dewa lalu menghadap Alina dan menatap wajah cantik istrinya. "Tenan, bojoku ayu tenan... Manglingi. Gusti Allah itu baik banget sama Dewa ... Disaat Dewa niat untuk taubat nasuha, banyak rejeki dan Barokah diberikan. Alhamdulillah bisnis lancar, Alhamdulillah papa mama sehat walafiat meskipun tetap julid sama anaknya..."
Alina cekikikan sambil mencubit pipi Dewa gemas.
"Wa !" panggil Arkananta di panggung musik.
"Woooiii !" balas Dewa dengan teriak membuat keluarganya mendelik. Apa mereka lupa ini acara kawinan? Bukan acara 17 belasan !
"Lu nyanyi dong buat bini lu !" kompor Arkananta.
Dewa pun tersenyum lebar. "Dengar ya Jeng, aku bakalan nyanyi lagu sing paling yahud ! Sek, aku tinggal nyawer dulu..." Pria itu mencium pipi Alina lalu menuju panggung musik.
Alina menatap penasaran Dewa bakalan nyanyi lagu apa karena kemarin Pramudya sudah menyanyikan beautiful in White.
Dewa berbicara pada para anggota band yang langsung senyam senyum mendengar permintaan COO Bank Arta Jaya itu.
"Oke. Assalamualaikum... Yang terhormat bapak Bagas Hadiyanto, yang terhormat bapak Nathan Kim Pratomo, yang terhormat... Eh ini acara nikahan gue ya ... " cengir Dewa di depan mic membuat semua keluarganya menatap sebal.
"Woooiii ! Elu kira ini acara upacara kantor !" teriak Pramudya gemas dengan sepupunya itu.
"Hehehehe. Sorry. Ehem. Jeng Alina, bojoku... Cieee bojo man !" gelak Dewa. "Aku Saiki Wis ISO pamer bojo ( aku sekarang sudah bisa pamer bojo ). Jeng Alina Ratnadewi... Aku arep merayu Kowe Yo cah ayu... In Javanese language. For my in laws yang kagak paham bahasa Jawa, you can Google it or takon ( tanya ) pada pasangannya masing-masing."
Sontak acara di ballroom itu jadi ajang tertawa terbahak-bahak melihat Dewa macam stand up comedy.
"Jeng Alina... Aku tanpamu bagaikan sego kucing ilang karete. Ambyar ( Aku tanpamu bagai nasi kucing hilang karetnya, hancur )" Gombal Dewa sambil menatap mesra ke Alina yang sudah merah padam wajahnya antara malu dan geli melihat kelakuan suaminya.
"Bukannya nasi Padang biasanya yang pakai karet?" celetuk Arkananta.
__ADS_1
"Aku wong jowo, jadi Sego kucing lah!" jawab Dewa kalem.
"Anjiiiirrrr !" seru para generasi keenam sambil terbahak.
"Jeng Alina... Cintaku nang awakmu iku koyok kamera, fokus nang awakmu tok liyane ngeblur ( Cintaku padamu seperti kamera, fokus di kamu saja, yang lain blur )" ucap Dewa serius.
"Bokeh dong !" gelak para sepupunya.
"Nah tuh tahu !" balas Dewa cuek.
Jangan ditanya bagaimana Rusuhnya suasana di acara pernikahan yang super nyeleneh ala Dewa.
"Jeng Alina, lagu ini untuk dirimu..."
Cah ayu tak anti-anti
Ja pijer semaya wae
Aku tresna karo kuwe
Tegane atimu saya gawe lara
Iku ra prayoga
Aku ora bakal mundur
Aku ora bakal mlayu
Yen durung nyandhing sliramu
Ukurane tresna dudu bandha
Nanging lungiting asmara...
"Lagunya Didi Kempot ?" seru semua orang di sana.
Alina menatap Dewa dengan mata berkaca-kaca antara terharu, geli dan gemas menjadi satu.
Ya Allah, suami Alina kok ajaib begini yaaaa...
***
Yuuhuuuu Up Pagi Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1