My Kindergarten Teacher

My Kindergarten Teacher
Sudah Ganti Tho?


__ADS_3

Mobil Expander milik Ragil pun tiba di sebuah rumah sederhana dengan halaman cukup luas yang ditumbuhi pohon mangga, rambutan dan jambu hingga tampak asri dan tidak panas. Ada dua bangunan disana, rumah induk dan paviliun yang dipakai untuk praktek dokter gigi Halim Pradono, nama yang tertera di papan nama. Chika pun turun dari mobil dan mengambil kunci dari dalam tasnya lalu membuka gembok pagar.



"Ayo pak Ragil, masuk" ajak Chika setelah pintu pagar terbuka.


"Ini mobil aku gimana?" tanya Ragil yang takut mobilnya menghalang jalan.


"Masukkan saja ke dalam rumah pak. Cukup buat dua mobil kok. Papa nggak pulang malam ini karena ada seminar di Bandung." Chika pun membuka lebar pagar rumahnya dan Ragil pun menyetir masuk mobil kesayangannya.


Chika menutup lagi pagar rumahnya dan mengajak Ragil ke rumahnya. Gadis itu membuka pintu rumah dan menyapa ibunya.


"Assalamualaikum Mamaaaa ! Anakmu sudah pulang dengan selamat ... " teriak Chika membuat Ragil mendelik.


"Wa'alaikum salam wahai pejuang jalanan..." balas seorang wanita yang baru keluar dari dapur dengan mengenakan daster model gaun rumah hingga tidak terlihat seperti baju tidur. "Lho ? Kok kamu bawa laki-laki ke rumah? Siapa Ka? Driver Ojol? Kamu lupa bawa uang?"


Ragil melongo dibilang driver Ojol. Whaaaatttt?


"Ish mama nih. Bisa kena SP Chika nanti. Ini pak Ragil, boss kedua Chika. Boss pertama pak Dewa, kalau pak Ragil ini asistennya... " jawab Chika tidak enak. Mamanya memang suka asal ngomong.


"Aduuuhhh maaf ya Pak Ragil. Saya tidak tahu kalau anda Bossnya Chika. Soalnya anak ini pernah bawa pria datang ke rumah karena dia naik ojol, lupa bawa dompet dan malas isi gopaynya. Jadi kepaksa diajak kemari buat bayar ongkos..." sapa Miranti Delisha, ibu Chika.


Ragil hanya mengangguk karena untuk pertama kalinya dia bisa melihat langsung author favoritnya di rumahnya.


"Ka, pak Ragil nggak apa-apa kan ? Kok kayak bengong gitu ?" Miranti menoleh ke putrinya yang sedang mengganti sepatunya dengan sandal jepit.


"Pak Ragil itu fans nya mama. Dah, mama temuin dulu, Chika mau mandi. Gerah !" Chika pun pergi menuju kamarnya sedangkan Ragil hanya melihat kepergian gadis itu dengan masih mode bengong.


"Duduk dulu pak Ragil..." senyum Miranti dan Ragil pun duduk di sofa empuk itu.


"Saya sangat ... Suka dengan novel-novel karya Bu Miranti yang sudah saya baca dari jaman kuliah..." ucap Ragil. "Sebenarnya sih gara-gara kakak perempuan saya yang suka cerita novel kriminal tapi lokal terus pas saya kuliah dan tinggal di kost, ada satu novel yang terbawa dari buku-buku yang saya bawa dari rumah. Eh malah suka waktu saya baca..." cerocos Ragil.


Mirantu tersenyum. "Novel yang mana pak Ragil ?"


"Misteri Mayat Berpindah Dua Kali... Sungguh, saya tidak menyangka yang membunuh itu putri korban..." jawab Ragil.

__ADS_1


"Anda pasti menebak kekasih si putri korban kan?" senyum Miranti.


"Benar Bu."


"Sengaja pembaca saya giring untuk langsung mencurigai si kekasih tapi plot twistnya pasti akan membuat anda merasa ... Arrrggghhh... Salah tebak !" kekeh Miranti.


"Itu yang saya alami..." jawab Ragil.


Tak lama keluar seorang pelayan membawa nampan berisikan teh panas dan singkong goreng keju.


"Bagaimana Chika bisa bersama pak Ragil?" tanya Miranti sambil meletakan cangkir dan piring kecil ke depan Ragil.


"Motornya Chika kena musibah ban kempes Bu. Jadi ditinggal di kantor dulu biar besok ditambal sebab ndilalahnya tukang ban dekat kantor kok ya tutup" jawab Ragil.


"Owalaahhh.. "


Tak lama Chika keluar dengan wajah sudah segar, mengenakan kaos rumah, celana panjang batik dan kacamata.



Ragil melihat wajah Chika yang menurut nya lebih cantik dengan kacamata daripada tidak. "Kamu itu matanya minus?" tanya Ragil usai Chika duduk di sofa bersama ibunya.


"Iya pak. Aku tuh aslinya minus tiga tapi karena di kantor biar praktis, aku pakai softlens. Sampai rumah ya aku lepas lah..." jawab Chika.


"Chika di kantor bagaimana pak kinerjanya?" tanya Miranti.


"Saya belum tahu Bu, sebab Chika kan baru pindahan dari Kemayoran seminggu lalu. Tapi kalau report dari kantor lama, kinerjanya baik."


"Tadi Chika bantu bapak satpam yang dapat uang kaget Ma. Alhamdulillah Chika senang karena bisa melihat bagaimana bapak itu terbantu sekali buat bayar kekurangan uang sekolah anaknya" ucap Chika.


"Iya kah? Alhamdulillah hari gini masih ada orang baik..." Miranti terdiam saat mendengar suara ponselnya. "Kalian ngobrol dulu deh, kayaknya papanya Chika telepon. Nyuwun Sewu ya pak Ragil." Miranti pun berdiri dan berjalan menuju kamarnya.


"Monggo Bu, pun disekecoaken ( santai saja - arti mudahnya )" balas Ragil.


Chika dan Ragil pun menikmati singkong goreng keju dan teh panas.

__ADS_1


"Chika ... Apa benar namamu Chika ?" tanya Ragil.


"Tadinya sih nggak pak. Kata papa itu akibat salah suster di rumah sakit waktu papa mau buat akte kelahiran."


"Lha gimana?"


"Aslinya itu mau dikasih nama Chicha macam Chicha Koeswoyo gitu tapi susternya rada Budi alias budhek dikit dan rabun senja. Sudah jelas tulisan papa itu Chicha tapi yang di masukkan ke dalam komputer jadi Chika. Padahal kan pak, huruf C Dan K itu rada melengse kan tempatnya..." ujar Chika sambil menunjuk kan keypad di ponselnya yang dia bawa sambil di charge dekat meja kecil sudut sofa. "Harusnya Chicha Delisha malah jadi Chika Felisha. Kalau ini huruf D dan F tetanggaan jadi kalau kesilap ya wajar."


"Papamu nggak protes karena salah huruf dan nama ?" tanya Ragil.


"Tadinya mau protes pak tapi akhirnya nggak jadi karena jadinya kok lucu. Chika Felisha" cengir gadis itu.


"Memang jodohmu pakai nama itu Ka" senyum Ragil.


"Tapi aku bersyukur pak namaku nggak jadi Chicha."


"Kenapa?"


"Alamat aku selama sekolah bisa dibully pak dengan lagu 'Chicha, Chicha di dinding, diam-diam merayap... Datang seekor nyamuk... Hap ! Lalu ditangkap'. Lha emangnya Chika itu Spiderman ?" jawab Chika polos membuat Ragil melongo.


"Itu cicaaakkk, Chikaaa !" hardik Ragil gemas.


"Lho ? Wis ganti tho pak ( sudah ganti )? Sejak kapan?"


"Sejak kamu belum brojol !" balas Ragil judes.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2