
Kamar Kost Alina
"Mas Dewa... Serius mas Dewa lupa beli cincinnya?" tanya Alina memastikan lagi ucapan kekasihnya itu.
"Tenin ( beneran ), aku malah lali cincinnya. Besok habis kamu ngajar, aku jemput ya. Buat beli cincin tunangan... Seleramu lah pokoke. Aku tinggal bayarin..." jawab Dewa dengan nada bersalah. "Eh tapi ada hikmahnya, Jeng. Aku kan ga tahu ukuran jari kamu tapi kalau ukuran dad@ kamu ... Tahu lah..."
"Mas Dewa !" hardik Alina dengan wajah memerah.
"Hehehehe... Besok sore aku jemput ya Jeng Alina. Kita cari cincin bareng-bareng."
"Iya mas" jawab Alina lembut.
***
Keesokan Harinya
Dewa dan Alina sudah berada di sebuah toko perhiasan yang ada di sebuah mall Jakarta Pusat. Tadi sebelumnya Dewa menghubungi Arkananta yang sebagai salah satu pemilik toko perhiasan keluarga Baskara. Kata Arka dan Bima, toko mereka yang di mall inilah yang paling lengkap dan modelnya berbagai macam, dari yang klasik hingga terbaru.
"Sore pak Dewa. Pak Arka dan Pak Bima sudah pesan pada saya kalau bapak dan Bu Alina akan datang kemari. Jadi mau cari cincin tunangan sekalian cincin kawin?" tanya manager toko emas itu.
"Tunangan dulu saja Frank. Kamu tahu sendiri kan yang antri nikah di keluarga aku banyak" senyum Dewa.
Frank tertawa. "Iya pak. Saya dengar sebentar lagi pak Bayu ya..."
"Ngunu lah ( gitu lah ). So, ini koleksi nya?" tanya Dewa ke Frank yang sudah mempersiapkan beberapa kotak berisikan macam model cincin tunangan baik dengan berlian, blue saphirre, emerald, maupun Ruby.
Ketiganya berada di ruang VIP yang memang khusus untuk klien high class yang tidak mau ketahuan beli perhiasan seperti apa dan terutama, mereka ingin privasi dalam memilih perhiasan tanpa mengganggu pelanggan lainnya.
"Mas Dewa, ini cincinnya cantik-cantik... Jadi bingung mau milih yang mana..." gumam Alina sambil melihat berderet cincin tunangan disana.
"Ya udah di borong semua... Addduuuhhh!" Dewa mengusap lengannya yang di keplak Alina.
"Nggak gitu ! Aku gak butuh banyak cincin... Memangnya aku Tessy ?" sungut Alina membuat Frank tertawa kecil..
"Jeng Alina sayang, Tessy itu pakai akik segedhe Gaban bisa bikin orang rompal giginya kalau kena tonjok ! Apa gini beli 30 cincin terus tiap hari ganti?" balas Dewa.
__ADS_1
"Ya Allah Mas Dewa ! Ini itu mau cari cincin tunangan bukan mau lebay sok sugih ( kaya )."
"Lha kamunya macam orang bingung."
"Ya jelas bingung tho mas ! Wong modelnya ayu ayu begini ! Kan aku jadi bingung binti galau..." Alina melihat - lihat cincin yang sudah diklasifikasikan sesuai dengan batu permata masing-masing.
"Biasanya Nona Alina, untuk tunangan itu memakai berlian. Nah ini sudah ada harganya, berlian dari berbagai negara di dunia."
"Apa ada berlian dari Weston?" tanya Dewa, mengingat sepupunya, Jayde Neville berpacaran dengan Inggrid Pascale, pewaris perusahaan berlian Weston Diamond Ltd di Inggris.
"Yang ini Pak Dewa. Kata pak Bima, berlian Weston memang cantik." Frank menunjukkan sebuah cincin berlian yang cantik.
Dewa dan Alina langsung suka dengan cincin bertatah berlian itu. "Coba dipakai Jeng Alina. Pas nggak..." Dewa mengambil cincin itu dan memasangnya di jari manis Alina. "Jeng Alina, will you marry me?"
"I will... Eh...Mas Dewa ! Nggak gitu ih !" jawab Alina sambil memerah wajahnya.
Dewa tertawa melihat wajah Alina yang salah tingkah. "Aku ajaran dulu lah sebelum besok Sabtu... Eh pas ya?" gumam Dewa melihat cincin itu. "Berapa ini Frank?"
Alina melongo. "Seperempat milyar? Mas Dewa, cincin tunangannya saja sudah segini... Lha Cincin nikahnya?"
"Mikir keri ( pikir belakangan ). Aku ambil Frank. Nggak usah diutak-atik wong sudah pas semuanya." Dewa mengambil cincin itu dari jari manis Alina dan menyerahkan ke Frank.
"Mas Dewa, apa itu nggak kemahalan?" bisik Alina.
"Lha ... Kamu tahu cincin yang dipakai Bu Safira harganya berapa?" Dewa menoleh ke arah Alina yang teringat cincin kawin berlian yang super cantik di jari manis Safira.
"Iya. Kan waktu Tante Safira awal memeriksa aku pakai cincin itu ..." gumam Alina.
"Harganya 2,5M soalnya pas dengan 25th anniversary jadi bokap kasih kado cincin akik berkamuflase jadi berlian itu..." jawab Dewa membuat Frank tertawa.
"Pak Dewa, kalau pak Bagas dengar, bisa ngamuk lho. Itu pesannya super nritik ( teliti ) sampai saya menghubungi Mr Stephan Weston untuk mendapatkan berlian yang diminta. Baru kita membuatnya disini dengan pengawasan langsung pak Bima" senyum Frank. "Malah dibilang batu akik."
"Lho Frank, batu akik itu termasuk batu mulia sama dengan berlian hanya saja kalah awu sama berlian. Kasarannya begini ada kastanya ... Kalau berlian itu sultan, akik rakyat kebanyakan..."
__ADS_1
"Intinya sama-sama batu tapi bagaimana kita menghargai, itu yang membedakan..." senyum Frank.
"Touché."
Batu akik sebagian besar terbentuk dari mineral silika yang dikenal sebagai chalcedony. Proses terbentuknya batu akik biasanya melibatkan perendaman mineral dalam larutan dan pengerasannya seiring waktu. Sementara batu permata bisa berasal dari berbagai jenis mineral, seperti berlian dari karbon atau zamrud dari beryl.
"Wis cincin aman, seserahan aman .. Sekarang kita tinggal bilang ke Eyang Daud acara besok. Sabtu" gumam Dewa sambil mengeluarkan black card nya untuk membayar cincin yang dipilih Frank tapi dia dan Alina sama-sama jatuh cinta dengan cincin itu.
"Pak Dewa acara lamaran Sabtu kah?" tanya Frank sambil menggesekkan kartu hitam milik Dewa di mesin EDC.
"Insyaallah. Tapi jangan bilang ke Arka atau Oom Bima ya. Aku hanya ingin acara lamaran yang private bukan bawa pasukan sirkus ... Kamu tahu sendiri kan bagaimana keluarga kami" jawab Dewa membuat Frank tertawa.
"Paham pak Dewa. Saya kan sudah bekerja dengan Pak Bima hampir 15 tahun jadi sudah tahu keluarga kalian bagaimana. Pak Bima dan Pak Arka pun sama saja rusuhnya apalagi semenjak pak Rudi meninggal, semakin kacau deh kalau ribut tidak jelas karena tidak ada yang misahkan."
"Pastikan unfaedah..." kekeh Dewa.
"Benar Pak. " Frank mengembalikan black card milik Dewa yang menyimpan nya di dompet khusus kartu nya. "Nona Alina, terimakasih sudah berbelanja di toko kami."
"Mas Dewa yang belanja kok" senyum Alina lembut.
"Semoga besok Sabtu acara pak Dewa dan Nona Alina berjalan lancar" doa Frank.
"Aamiin. Insyaallah lancar semuanya" jawab Dewa dan Alina bersamaan.
"Kapan pernikahan nya?" tanya Frank.
"Nunggu antrian."
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️