
TK Bintang Kebon Jeruk Jakarta
Alina mendatangi Margaret yang berada di ruang kepala sekolah. Bu Berlian, sang kepala sekolah, tampak menahan emosi dan geli menjadi satu, karena wanita yang duduk di hadapannya mengatakan Alina menggoda suaminya.
Yang benar saja Miss Alina menggoda cewek ondel-ondel ini? Wong tunangannya saja Dewananda Hadiyanto, ngapain godain suami orang? Bu Berlian berdehem. "Suami ibu yang mana ya? Apakah wali murid TK ini juga?"
"Keponakannya dulu sekolah disini ! Tapi guru bernama Alina itu selalu menggoda suami saya !" ucap Margaret ketus.
"Siapa namanya?"
"Gatot."
Bu Berlian terkejut. Gatot?! Bukannya itu PNS yang ngejar-ngejar Miss Alina tapi gadis itu tidak menggubris.
"Maaf Bu Margaret, saya kira ibu salah paham. Miss Alina tidak mungkin menggoda suami ibu... Setahu saya pak Gatot lah yang mengejar Miss Alina dua tahun ini tapi Miss Alina tidak menerima pak Gatot. Apalagi sekarang Miss Alina sudah bertunangan dengan Pak Dewa" ucap Bu Berlian lembut.
"Tentu saja anda membela pegawai anda karena tidak tahu aslinya seperti apa !"
"Saya tahu Miss Alina seperti apa dan seharusnya anda juga harus .." suara Bu Berlian terhenti ketika mendengar suara ketukan di pintu dan tampak Alina berdiri disana.
"Maaf Bu Berlian, ada yang mencari saya?" tanya Alina dengan nada lembut seperti biasanya.
"Ah iya Miss Alina. Ini ada ibu Margaret yang katanya tidak terima kamu menggoda suaminya." Bu Berlian menatap sinis ke Margaret yang dia tahu pasti ngadi-ngadi.
"Selamat siang Bu Margaret. Bagaimana?" Alina pun masuk dan berdiri di hadapan Margaret.
"Heh ! Kamu ya ! Sudah tahu Gatot itu suami saya ! Kenapa malah kamu goda di kantor imigrasi!" bentak Margaret.
Alina hanya menatap tenang ke Margaret. "Maaf, saya menggoda suami ibu?! Saya malah tidak tahu suami ibu ada di kantor imigrasi ! Malah suami ibu yang menghampiri saya dan pamer hendak pergi honeymoon ke Maldives !"
Margaret terkejut. "Apa?"
"Bagaimana saya tahu kalau anda mau ke Maldives jika bukan dari mulut suami ibu. Saya tidak pernah tertarik dengan suami ibu. Dan asal ibu tahu, saat kita bertemu di McDonald's, saya akhirnya tahu bahwa dia sudah menduakan ibu. Satu lagi, jika ibu masih menuduh saya menggoda suami ibu, saya bisa menuntut balik karena melakukan kekerasan dan penganiayaan dengan semua bukti yang ada..." ucap Alina tenang.
"Penganiayaan? Jangan bilang saat kamu di gips tangan kamu..? Itu...." Bu Berlian teringat beberapa waktu lalu tangan Alina di gips.
"Iya Bu Berlian, itu hasil karya suami Bu Margaret dan saya masih menyimpan semua bukti dan visum dokter" jawab Alina.
"Kenapa tidak kamu laporkan, Miss Alina?" tanya Bu Berlian.
"Karena... " Alina menatap lurus ke Margaret. "Saya tidak mau keributan dan tahu bagaimana Bu Margaret mencintai suaminya. Jadi Bu, maaf, ibu salah alamat jika mengira saya menggoda suami ibu. Ngapain! Saya sudah memiliki tunangan dan kami akan menikah ..." Alina memamerkan cincin tunangannya ke Margaret yang melongo melihat berlian disana dan jauh lebih bagus dari cincin kawinnya.
__ADS_1
"Bu Margaret, saya minta ibu berbicara baik-baik dengan suami ibu. Saya yakin Miss Alina tidak menggoda suami ibu tapi dia kesal karena akan sesuatu jadi memfitnah Miss Alina" ucap Bu Berlian dengan nada lembut.
Margaret merasa iri melihat cincin yang dikenakan Alina karena dia tahu kira-kira harganya. Sial@n ! Wanita itu pun memilih pergi tanpa berpamitan apalagi dia baru mendengar Gatot membuat Alina terluka dan akan menuntut balik jika dirinya masih mengganggu guru TK itu.
Alina dan Bu Berlian saling berpandangan usai Margaret pergi. Keduanya saling tersenyum karena memaklumi sifat dan sikap Margaret yang tidak sopan.
"Memang jodoh kok itu Margaret dan Gatot. Sama-sama nggak punya sopan santun" komentar Bu Berlian. "Miss Alina, duduk dulu. Ceritakan apa yang terjadi kemarin di kantor imigrasi."
Alina pun duduk di kursi depan meja kerja Bu Berlian dan mulai bercerita kejadian kemarin serta saat tangannya terluka.
***
"Ya ampun, ternyata ... Untung calon mertua Miss Alina gercep membuat visum et repertum dan teman kost kamu juga menyimpan file CCTV nya" ucap Bu Berlian yang sampai tidak habis pikir ada pria seperti itu.
"Mas Dewa sudah ingin saya laporkan ke polisi tapi saya pikir tidak usah karena setelah itu dia tidak berani menemui saya lagi. Jadi buat saya, ya sudah jadi pelajaran saja... Eh setelah sekian purnama kok saya keseret lagi ..." kekeh Alina.
"Harusnya dilaporkan biar kapok Miss."
"Tidak usah Bu. Insyaallah habis kejadian ini, mereka tidak akan mengganggu saya lagi.."
"Aamiin."
***
"Jadi acara yang kita hadiri ini acaranya Tamara Hamid ?! Pelaku pemberi obat ke mas Pramudya?" tanya Alina.
"Ho oh. Kalau bukan karena bokap, aku malas datang !" sungut Dewa sambil menyetir Teslanya.
"Siapa lagi yang datang?" tanya Alina karena jujur dia juga malas kalau tidak ada yang dia kenal.
"Valet Parkir katanya datang sama Katya. Setidaknya kamu ada temannya Jeng."
"Alhamdulillah ada yang aku kenal..." ucap Alina yang malam ini mengenakan dress hitam panjang dengan rambut disanggul Perancis.
"Kalau nggak ada ya kan kamu sama aku Jeng. Aku temani..." senyum Dewa yang malam itu memakai suit tanpa dasi.
"Iya mas."
***
Alina langsung suka dengan dekorasi rumah kediaman keluarga Hamid dan meminta Dewa untuk mengambil foto dirinya. Dewa pun menyanggupinya karena memang malam ini bidadari nya sangat cantik di matanya.
__ADS_1
"Dih ! Malah foto-foto.. " tegur Valentino yang datang bersama istrinya, Katya D'Angelo Reeves.
"Biarin, calon bini gue juga !" balas Dewa judes. "Halo bumil. Ternyata kemarin pas acara Jeng Alina, kamu tuh udah hamidun Yaaaa." Dewa mencium pipi Katya begitu juga dengan Alina yang cipika cipiki dengan Katya.
"Halo Al, ikut kan besok ke New York?" tanya Valentino sambil mencium pipi Alina.
"Insyaallah mas Valentino" jawab Alina manis.
"Ikut saja Al... Tapi aku jamin kamu akan lebih pusing daripada yang acara lamaran kamu..." kekeh Katya yang sudah hapal kekacauan keluarga suaminya.
"Mr Reeves !" Valentino menoleh dan melihat ada salah satu rekan bisnisnya. "Yuk Kay, ada pak Lukman tuh. Kita kan ada bisnis dengan dia. Wa, Al, kami permisi dulu ya."
"Oke Val" sahut Dewa.
***
Seorang gadis cantik tinggi semampai mengenakan gaun bewarna emas dengan taburan Swarovski disnaa, tampak menyambut para tamunya dengan gayanya yang luwes tapi semua orang tahu adanya sikap arogansi disana. Sebagai putri tunggal salah satu konglomerat di Indonesia, Tamara terbiasa mendapatkan apa yang dia mau termasuk juga pria. Namun hanya Pramudya Hadiyanto yang tidak bisa dia taklukkan.
Acara pesta kali ini, Tamara sudah berencana untuk menodong Pramudya agar mau menjadi kekasihnya dan dia sudah mempersiapkan segalanya agar Pramudya tidak bisa menolak. Tamara melihat Dewa Hadiyanto beserta tunangannya Alina datang lalu menghampiri pasangan itu.
"Mas Dewa... Apa kabar ?" Sapa Tamara sambil mencium pipi Dewa tanpa mempedulikan Alina yang berada dalam pelukan Dewa.
"Baik. Oh Alina ini Tamara yang..."
"Pramudya belum datang ya?" Potong Tamara sembari tidak melirik ke arah Alina sama sekali membuat gadis itu kesal namun Dewa mengeratkan pelukannya.
"Paling juga tidak datang. Yuk Al, kita lihat-lihat tempat yang jauh lebih adem dari tuan rumah yang tidak sopan" sindir Dewa sambil meninggalkan Tamara yang acuh.
Alina menggelengkan kepalanya melihat gaya Tamara Hamid itu.
Astaghfirullah Al Adzim.
***
Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️