
Warung Makan Sop Buntut dan Iga Bakar
Dewa dan Alina pun masuk ke dalam warung yang cukup ramai karena jam makan siang tapi masih ada tempat duduk kosong. Warung itu tidak terlalu besar tapi tampak bersih membuat Dewa nyaman disana.
Dewa sendiri bukan tipe orang yang rewel harus makan di tempat yang fancy atau mewah, karena baginya tempatnya bersih dan nyaman serta makanannya enak. Malah dia sering bersama dengan sepupunya, Arka, Valentino dan Radyta, makan di warung pinggir jalan.
"Mau pesan apa Miss Alina?" tanya Dewa sambil ke depan kasir.
"Sop iga, nasi putih dan es jeruk."
"Satu sop iga, satu sop buntut, dua nasi, satu porsi iga bakar, satu es jeruk dan satu es teh manis" pesan Dewa ke pelayan sedangkan Alina sudah duduk di kursi kosong.
Dewa pun duduk berhadapan Alina yang sedang membuka plastik berisikan emping.
"Kamu pulang jam berapa?" tanya Dewa sambil mengambil emping yang sudah dibuka Alina.
"Saya pulang jam tiga sore pak."
"Langsung ke kost?"
"Iya pak. Dekat kok pak dan biasanya barengan sama Yani. Soalnya rumah orangtuanya satu arah sama kostan saya."
"Jadi pergi pulang bareng sama Miss Yani?" tanya Dewa yang membiasakan nama guru-guru TK Bintang seperti nama panggilannya.
"Iya pak. Saya nggak punya motor soalnya Eyang tidak mengijinkan saya mengendarai motor. Takut saya kenapa-kenapa dan untung nya ada ojek online dan kendaraan umum lainnya jadi mempermudah perjalanan kan?"
Dewa tersenyum. "Well, kalau kamu butuh ojek online, hubungi aku saja Miss Alina. Kan ojek ku murah meriah" cengir Dewa membuat Alina tertawa kecil.
"Ya nggak enak lah pak. Santai saja pak, saya bukan cewek yang ga bisa apa-apa..."
"Percaya...." Dewa menghentikan ucapannya saat pesanan mereka datang dan Alina terkejut saat melihat Dewa memesan iga bakar satu porsi.
"Pak, ini nggak kebanyakan?" tanya Alina.
"Nggak lah. Habis habis. Yakin ! Wong aku tuh lapar banget kok..." ucap Dewa yakin.
"Baiklah pak..." senyum Alina.
Keduanya makan dengan tenang dan benar kata Dewa, pesanan begitu banyak pun habis mereka makan.
"Pak Dewa..."
"Ya?" Dewa menatap Alina dari balik gelas es tehnya.
"Itu motor siapa?" tanya Alina.
__ADS_1
"Punyanya si Orgil ..." jawab Dewa kalem.
"Hah?!"
"Punyanya Ragil. Aku malas bawa mobil jadi aku pinjam punya Ragil lah. Memang kenapa ?"
"Oh, soalnya bapak kan bilang tidak suka moge tapi kok datang pakai moge..."
"Nggak suka bukan berarti nggak punya Miss Alina. Ada di garasi tapi malas saja pakai. Bisa dibilang definisi beli hanya karena ikut-ikutan tapi habis itu dongkrok tak guna, mau dijual aras-arasan ( ogah-ogahan ), mau pakai udah malas ikutan klub sunmori... Gimana coba?" jawab Dewa cuek membuat Alina melengos.
"Benar-benar definisi wong turah duit bingung guwake ( orang kebanyakan uang, bingung buangnya )" gerutu Alina.
"Ya ngunu lah ( begitulah )" cengir Dewa. "Sudah? Kita kembali ke TK Bintang?"
Alina mengangguk dan Dewa menuju kasir untuk membayar pesanan mereka. Alina tidak heran saat Dewa mengeluarkan dompet brand Goyard nya terdapat banyak uang disana, selain kartu kredit berbagai tipe karena dia pernah melihat saat mereka ke toko milik Rain Reeves.
"Yuk jalan" ajak Dewa sambil memasukkan dompetnya ke dalam chest bag Pradanya.
Keduanya pun berjalan menuju TK Bintang bersamaan dengan Yani dan Clara pun selesai makan siang.
"Lho pak Dewa?" sapa Yani dan Clara. "Kok kesini?"
"Iya. Aku dapat tugas dari adikku mencarikan TK buat anaknya. Jadi aku lihat-lihat lah" senyum Dewa.
"Lha yang ada tadi Miss Alina terus diajak tour, aku kelaparan, ya ajak makan siang saja sekalian. Daripada aku pingsan... Bisa berabe" jawab Dewa santai.
Alina hanya diam saja karena pasti nantinya dirinya akan mendapatkan berbagai pertanyaan dari para rekan kerjanya.
"Oooohhh..." Yani dan Clara menatap penuh arti ke Alina.
Dewa hanya memasang wajah polos. "Baiklah, terimakasih atas tour nya Miss Alina biar nanti adikku datang sendiri kemari."
"Sama-sama pak Dewa. Terimakasih atas traktiran nya" jawab Alina sopan.
Dewa pun berpamitan kepada para rekan kerja Alina sebelum menaikki motor Honda CBR milik Ragil. Pria itu pun memberikan masing-masing selembar uang bewarna biru kepada kedua satpam yang sudah menjaga motornya membuat mereka tersenyum lebar.
Alina tidak heran jika Dewa seperti itu karena dengan Parjo, dia juga telaten meskipun bersama dengan pembantu eyangnya.
"Kamu ditraktir dimana Al?" goda Yani.
"Tuh warung sop depan."
"Rejeki anak Soleh" goda Clara.
"Iya. Alhamdulillah" senyum Alina.
__ADS_1
***
Menjelang jam tiga sore, semua orang di TK itu sudah bersiap untuk pulang. Begitu juga dengan Alina dan Yani yang sudah berjalan menuju motor Vario milik Yani.
"Langsung ke kostan kamu kan Al? Nggak mampir-mampir buat belanja?" tanya Yani sambil memakai helmnya.
"Langsung kostan Yan. Kalau soal belanja, kan seberang ada toko kelontong punya pak Sabar. Jalan dikit ada mini market jadi gak usah lah. Lagian aku juga masih kenyang tadi makan banyak."
"Pak Dewa baik ya orangnya. Tuh pak Ahmad dan pak Danang dikasih duit lumayan lho..." ucap Yani yang sudah menstater motornya.
"Soalnya tadi kan motornya pak Dewa mahal. Jadi wajar lah kalau diminta tolong buat jagain..." Alina pun naik di kursi belakang motor Yani.
Kedua gadis itu tidak menyadari bahwa ada pria yang mengikuti mereka.
***
Ruang Kerja Dewa di Kantor Cabang Bank Arta Jaya Kebon Jeruk Jakarta
Dewa menatap jendela ruang kerjanya dengan perasaan gelisah. Entah kenapa kok perasaan nya tidak enak. Pria itu pun langsung menelpon papanya.
"Pa, papa nggak papa kan?" tanya Dewa saat Bagas menerima teleponnya.
"Lha memang papa kenapa? Ini papa lagi sama Oom Hoshi bahas kerjaan. Ada apa Wa?" balas Bagas bingung.
"Oh nggak papa. Assalamualaikum."
Dewa pun menelpon mamanya.
"Dewa sayang, mama lagi nyayang - nyayang tanaman yang kamu kasih ke mama. Setidaknya dia tidak merepotkan macam kamu" jawab Safira saat Dewa menanyakan keadaannya.
"Kayaknya aku salah deh tanya ! Definisi mamak lebih memilih Swamp Thing !" sungut Dewa kesal membuat Safira terbahak.
Mengingat kedua orangtuanya baik-baik saja, berarti hanya satu yang membuatnya gelisah.
Alina !
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1