
TK Bintang Kebon Jeruk
"Terima kasih cikgu" seru para murid-murid Alina menirukan macam film Upin dan Ipin karena tadi mereka bermain role model.
"Terimakasih anak-anak... " Alina memberikan senyum yang manis. Para murid-muridnya pun langsung berbaris rapi dan Salim ke Alina sebelum keluar ruang kelas.
Setelahnya, Alina membereskan ruang kelasnya yang sedikit berantakan meskipun tadi para muridnya membereskan semuanya sendiri. Alina memang menerapkan pola didik ala Jepang dan Indonesia yang mengedepankan Budi pekerti, kemandirian dan bertanggungjawab. Alina ingin anak didiknya menjadi pribadi yang kuat, berkarakter dan berakhlak baik.
Tapi keluarga mas Dewa kok akhlaknya tidak ada yang beres ya? Padahal aku yakin, mereka semua mendapatkan pendidikan yang baik lho. Alina tersenyum sendiri saat mengingat kebersamaannya dengan para sepupu Dewa.
Benar-benar definisi Membagongkan itu memang wajib hukumnya.
"Alina" panggil Yani.
"Ya?" balas Alina sambil memasukkan mainan ke lemari.
"Yuk siap-siap pulang."
Alina menoleh. "Tumben. Ada apa?"
"Aku mau traktir kamu pizza sama anak-anak... Aku ulang tahun hari ini..." cengir Yani.
"Owalaahhh... Aku tidak tahu..." Alina lalu menghampiri Yani dan memeluknya. "Happy birthday..."
"Thank you. Oh, pak Dewa tidak datang jemput kamu kan?" tanya Yani yang tahu Alina memang berpacaran dengan Dewa.
"Nggak. Pak Dewa ada acara sendiri..." senyum Alina.
"Good, bisa girls' day out."
***
Di Sebuah Restauran dekat Kantor Pusat Bank Arta Jaya
Dewa menatap Bayu dengan tatapan geli bercampur sebal. Dirinya cukup terkejut ketika Bayu menghubunginya dan meminta bertemu. Dewa melihat wajah kakak sepupunya dalam kondisi bahagia apalagi tahu Ajeng memilih untuk tetap tinggal di Jakarta setelah sebelumnya sempat mau dibawa pulang ke New York oleh Radeva dan Devan. ( Baca My 100th Secretary ).
"Bahagia lu?" ucap Dewa yang agak malas melihat wajah bahagia Bayu.
"Bahagia lah !" jawab Bayu yang sengaja sholat Jumat dekat dengan kantor PRC Group dan Bank Arta Jaya.
"Ajeng dimana ?"
"Di rumah. Aku bilang mau ketemu sama kamu."
"Lha kenapa mau ketemu sama aku?" tanya Dewa bingung.
"Kan aku belum hajar kamu kirim foto makan malam bersama Ajeng ..."
Dewa melongo. "Oh Tuhanku demi semua angin di dunia termasuk angin kentut ! Dendam amat sih lu Mas Lisus ! Salah siapa kalau elu kagak bisa ikut, Bambaaaanngggg ! Seriously ! Sudah bagus Ajeng kagak nurutin dua Bocil kematian pulang ke New York ! Sudah bagus Ajeng berhasil meredam angin topan di mansion Giandra ! Dia udah cium kamu kan? Mbok ya sudah, kagak usah dipenggalih ( dipikirkan )!"
Bayu pun manyun. "Beneran deh! Elu juga kan dengan sengaja manas-manasin gue !"
"Sekaligus kasih lihat ke elu kalau Ajeng sehat, hepi dan semakin receh disini ! Jadi elu tenang saja, Cumiii !" sungut Dewa kesal dengan kakaknya yang memiliki body besar itu.
__ADS_1
"Thanks sudah membuat Ajeng senang disini..." ucap Bayu serius.
"Memang sudah seharusnya!" balas Dewa judes.
"Eh besok kita kumpul lagi yuk di RR's Meal. Ajak Alina, Wa" celetuk Bayu.
"Asal elu kagak ngereog macam kucing minta kawin, okelah!" sahut Dewa cuek membuat Bayu mendelik galak.
"Sial@n lu !"
***
Alina baru saja masuk ke kamarnya di rumah eyang Daud ketika ponselnya berbunyi. Wajah gadis ayu itu tampak sumringah saat tahu siapa yang meneleponnya.
"Assalamualaikum mas Dewa..." sapa Alina manis.
"Wa'alaikum salam bidadari ku... Bidadari... Bidadari..." dendang Dewa menyanyikan lagu Andre Hehanussa.
"Mas Dewa ih... Semua kok digatokke ( dihubungkan ) ke lagu sih..." Alina cekikikan mendengar kekasihnya masih saja menyanyi.
"Atau You're my angel... Come and Save me tonight... You're My Angel, Come and make it alright..." kali ini Dewa menyanyikan lagu Angel dari Aerosmith.
"Mas Dewaaaaa..." gelak Alina gemas dengan kelakuan Absurd kekasihnya.
"Oke kembali ke laptopnya Dewa... Jeng Alina, kamu dimana sekarang wahai kekasih pujaanku..."
Alina semakin keras tertawanya mendengar rayuan Dewa yang makin amburadul. "Aku di rumah Eyang mas. Tadi kan Yani ulang tahu terus kami ditraktir pizza dan karena lokasinya lebih dekat ke rumah eyang, jadi aku minta diantar kemari saja. Toh besok Sabtu dan aku tidak ada penjualan online jadi bisa sama eyang deh. Memang kenapa mas?"
Alina melongo. "Mas Bayu maksudnya?"
"Yoooiii. Ada story tuh. Besok aku jemput di rumah eyang Daud ya. Dandan santai aja. Jangan ayu-ayu banget... Nanti aku ... Melayang... Melayang.. Tak tahu kemana..." dendang Dewa lagi.
"Ya Allah mas... Kenapa hari ini jadi harinya Andre Hehanussa?" kekeh Alina gemas.
"Lha wong ngepas kok jeng Alina sayang..." balas Dewa.
***
Sabtu, perjalanan ke RR's Meal
Alina hanya bisa terdiam saat masuk ke dalam mobil merah Dewa langsung disambut lagu Bidadari nya Andre Hehanussa. Setelahnya dia mendengarkan lagu Melayang dari penyanyi yang sama.
Melayang, melayang, tak tahu ke mana
Terbayang segala rasa
Melayang, melayang, tak tahu ke mana
Terbayang setiap kata
"Mas Dewa kenapa sih?" tanya Alina ke kekasihnya yang meskipun slengean, suaranya bagus.
"Senang saja. Kamu tuh aku minta dandan santai kok ya dandan ayu tho..." komentar Dewa melihat dandanan Alina.
__ADS_1
"Lho, ini paling simpel mas..." jawab Alina yang memakai kemeja garis-garis dan celana jeans.
Jeng Alina Ratnadewi
"Tetap ae kethok ayu..." gumam Dewa membuat Alina terbahak.
"Lha nek aku ora ayu, terus ganteng, mas Dewa demen ... Mas Dewa belok dong..." kekeh Alina.
"Eh amit-amit ! Aku masih normal Jeng Alina sayangku ... " Dewa mengetuk setirnya tiga kali.
"Iya mas..." senyum Alina sambil mengusap pipi Dewa lembut yang kemudian mengambil tangan gadisnya lalu menciumi nya.
"Love you Jeng Alina..." ucap Dewa penuh perasaan.
"Love you too mas..."
***
RR's Meal Kuningan Jakarta
Alina menatap Bayu dengan wajah yang tidak percaya lalu menarik lengan Dewa. "Mas, benar kata Ajeng. Mas Bayu macam Superman..." bisik Alina.
"Perasaan Ajeng aja... Aku sih tetap anggapnya Suparman bin Lisus !" balas Dewa cuek membuat Alina mengeplak bahunya gemas.
"Halo... Kamu pasti Alina ya?" sapa Bayu sambil mengulurkan tangannya ke kekasih Dewa itu.
"Halo mas Bayu. Akhirnya bisa bertemu dengan Bossnya Ajeng... Eh, masih Boss kan?" goda Alina membuat Bayu tertawa.
"Technically Boss / Pacar sih... "
"Yakin Ajeng udah mau terima elu mas? Gue yakin dia mah terpaksa doang demi keamanan mansion Giandra dari amukan angin Twister F unlimited... Aduuuhhh !"
Alina terpekik saat melihat Bayu main piting Dewa dan kedua pria itu saling gelut unfaedah.
"Biarin saja, jangan dipisah. Paling bentar lagi juga selesai" ucap Arabella yang datang di belakang Alina.
"Tapi Ara... "
"Wis jar no wae ( biarkan saja )" timpal Arkananta.
Alina menggelengkan kepalanya. Ya Allah Gustiii...
***
Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1