My Kindergarten Teacher

My Kindergarten Teacher
Resepsi Bayu dan Ajeng


__ADS_3

Ballroom St Regis Hotel Manhattan New York


Dewa dan Alina masuk ke dalam ballroom untuk mengikuti acara resepsi Bayu dan Ajeng. Pasangan calon pengantin tahun depan karena sudah ada daftar antri mau nikah di keluarga Dewa itu tampak kompak dengan gaun warna biru navy.


Alina memegang erat lengan Dewa karena merasa pusing dengan banyaknya tamu undangan dari rekan bisnis keluarga O'Grady. Bahkan Alina bisa melihat beberapa artis dan penyanyi pun datang.


"Mas Dewa..." bisik Alina.


"Apa Jeng Alina?"


"Besok kita nikah, apa ya ngundang artis Hollywood?" tanya Alina polos.


"Nggak lah. Kita undang artis Bollywood ! Apa gunanya punya ipar orang India?" cengir Dewa membuat Alina cemberut.


"Nggak usah ! Nanti nari kuch kuch Hota hai..." ucap Alina.


"Eh seru tahu Jeng ! Jamannya Mintang nikah, kita semua pada nari India lho... "


Alina hanya memajukan bibirnya membuat Dewa gemas dan mencium bibir tunangannya sekilas.


"Mas Dewa !" protes Alina.


"Dikiiittt !" cengir Dewa.


"Wah, Dewananda sudah punya tunangan?"


Dewa dan Alina menoleh ke belakang. Tampak seorang wanita bule yang cantik bak model Victoria's secret mengenakan gaun terbuka yang memperlihatkan be*lahan asetnya, berdiri bersama dengan seorang pria bule yang lebih tua darinya.


"Karla?" Dewa terkejut melihat mantan pacarnya berada di pesta Bayu. "Bagaimana bisa..."


"Perkenalkan, ini suamiku, Chesire. Suamiku salah satu rekan bisnis PRC Group" potong Karla. "Halo, aku Karla. Ternyata Dewa kembali ke selera asal ya..." Wanita itu mengulurkan tangannya ke Alina yang disambut guru TK itu sambil tersenyum manis.


"Senang bisa bertemu dengan mantannya mas Dewa" balas Alina manis dengan bahasa Inggris.


Karla dan Chesire tertawa. "She's classy, Dewa. Terima kasih atas hubungan kita dulu sebab kalau kita tidak bertemu, aku juga tidak bertemu dengan Cheshire..." Karla mencium pipi Dewa.


Chesire pun bersalaman dengan Dewa. "Untung kamu putus dengan Karla. Akulah yang mendapatkan untung memiliki istri liar diatas ranjang... " kerling pria itu.


Dewa hanya tertawa kikuk. "Berhati-hatilah dengan pinggul anda Bro..."

__ADS_1


Cheshire tertawa keras. "Tenang, aku masih bisa mengimbanginya. Come on baby, kita harus bertemu dengan tuan rumah dulu... Permisi. Senang bertemu dengan kalian semua." Pria itu memeluk pinggang Karla lalu keduanya berjalan meninggalkan Dewa dan Alina.


Wajah Alina merah padam mendengar ucapan vulgar soal ranjang lalu menatap tajam ke arah Dewa. "Apakah dia begitu liarnya diatas ranjang?" tanya Alina galak dan membuat Dewa blingsatan.


"Well itu sudah lama sekali Jeng Alina. Jaman aku masih kuliah dan masih kacau-kacaunya...." jawab Dewa pelan.


"Lalu kalau kita menikah nanti dan aku tidak bisa bikin mas puas atau kurang b1tchy, mas kecewa nggak?" cecar Alina.


"Astaghfirullah... Jeng Alina sayang, aku kasih tahu ya. Setiap manusia pasti ada sisi liar yang ditekan. Punya fantasi macam-macam dan salah satunya soal hubungan suami istri. Apalagi jaman sekarang makin banyak kevulgaran di dunia digital. Pengen gaya macam-macam tapi nanti pasti ada gaya favorit..."


Alina menatap Dewa dengan tatapan tidak percaya. "Mas Dewa, gaya favorit mas Dewa apaan?"


"Yaaa nanti aku praktekkan kalau sudah resmi ah... Ojo mancing-mancing, aku pengen Diajeng berabe lho..." goda Dewa yang langsung terkena cubitan Alina di pinggang.


***


Acara resepsi pun berlangsung dengan meriah dan semua generasi keenam pun terbengong-bengong ketika melihat Omar Zidane berlutut dan melamar Nadya Blair... Kedua kalinya.


Alina hanya bisa tertawa melihat riuh nya Keluarga saat tahu kecolongan lamaran pertama Omar. "Astagaaaa... Sepupu kamu lebih canggih mas. Lamaran nggak ada yang tahu..."


"Aku kalah ilmu... Kukira Omar cupu, agen FBI kaku, jebule suhu..." gumam Dewa.


"Iya nih... Wis lah, gimana kalau kita nikah diam-diam Bae? Cukup keluarga inti dan penghulu?" Usul Dewa.


"Kalian mau nikah diam-diam saja? Tidak semudah itu Férguso..."


Dewa memejamkan matanya dan wajahnya tampak kesal karena tahu siapa yang berada di belakangnya.


"Aku akan mengawasi kalian ..." seringai pria imut itu.


"Shut up Shinchan !" hardik Dewa.


Shinichi merangkul bahu Dewa. "Dengar Dewa bukan dari Olympus Yunani, wong kamu aja bikin acara lamaran mau diam-diam saja gagal total ! Apalagi mau nikah, Bambaaaanngggg !"


"Kalian memang rusuh !" sungut Dewa.


"Rusuh itu wajib. Dengar, cumi, jangan sampai ada aib muncul Wa. Cukup Mas Bayu yang memegang tahta ijab dengan bersin !" ucap Shinichi sungguh-sungguh. "Ohya Alina, katanya mau ketemu Radhi. Bentar... Radhi !"


Radhi yang sedang mengobrol dengan beberapa petinggi otomotif pun menoleh. Pria itu berpamitan dan menghampiri ketiga orang disana.

__ADS_1


"Mas Shin panggil aku?" tanya Radhi.


"Yup. Nih, Alina juga fans berat kamu, sama dengan Ajeng. Dah ngobrol atau selfie berdua biar bukti di Instagram... Aku masih ada urusan sama bankir satu ini" senyum Shinichi.


Radhi memberikan lengannya dan Alina merangkul nya. Kapan lagi bisa seperti ini dengan pembalap Ferrari?


"Mas Dewa, pinjam calon binimu yaaa..." cengir Radhi sambil berjalan bersama Alina yang melambaikan tangan ke Dewa.


"Ya ampun, aku ditikung?" keluh Dewa.


"Bukan... Dipinjam sebentar !" ralat Shinichi.


"Nggak Ajeng, nggak Alina... Kok bisa sih suka sama Radhi? Padahal kan ganteng aku..." ucap Dewa.


"Bukan soal fisik tapi kan memang mereka suka aja. Buktinya mbak Ajeng juga tetap sama mas Bayu. Intinya mereka cuma fans bukan demen macam elu mas ... Radhi kan juga nggak mungkin lah main tikung... " senyum Shinichi.


"So kungkang, apa yang pengen kamu tanya sama aku?" Dewa menatap sepupunya.


"Aku ingin kasih kado Kedasih buat ulang tahun tapi belum ada ide. Bisa kasih gambaran nggak?" tanya Shinichi dengan wajah memelas.


Dewa melongo. "Lha ! Yang jadi pacarnya siapa?"


"Aku lah tapi burung kenari itu bukan tipe cewek matre jadi aku harus mencari yang membuatnya senang ..."


Dewa menepuk bahu Shinichi. "Bawa berlibur ke Sapporo, Hokkaido atau Seoul sekalian. Yakin Kedasih bakalan suka dan pakai kartumu buat menyenangkan hatinya dia. Mau makan apa, beli apa, semua kamu yang bayarin. Kedasih makin cinta sama kamu. Apalagi kan kalian terlalu sibuk dengan penelitian berdua. Jadi kenapa tidak memberikan reward ke diri kalian sendiri untuk menikmati hidup dan bersenang-senang lah..."


Shinichi tampak tercenung. "Kami memang lumayan stress... "


"Berlibur lah Shinchan. Healing karena kalian membutuhkan itu ..." senyum Dewa.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2