My Kindergarten Teacher

My Kindergarten Teacher
Pramudya


__ADS_3

TK Bintang Kebon Jeruk Jakarta


Dewa menggendong Aizen yang masih sesenggukan bahkan air mata dan ingusnya menempel di kemeja pria itu tapi Dewa mengacuhkannya.


"Makanya kalau jalan itu lihat-lihat. Kamu tuh kalau sudah lihat Oom Dewa, macam buldozer aja semua ditabrak" omel Juliet membuat Aizen semakin menempel di ceruk leher Oomnya.


Alina tertawa geli melihat ibu dan anak itu tampak judes satu sama lain. "Ai, besok lagi hati-hati ya" senyum Alina.


"Iya Tante..." jawab Aizen sambil mengangguk.


"Lha, sama Alina manut, sama aku pasang muka judes ?" protes Juliet.


"Kamu galak sih Jules" kekeh Dewa.


"Kamu tidak tahu kalau Aizen sudah mereog !" jawab Juliet.


Suara pintu diketuk membuat mereka semua menoleh. Tampak Rina bersama Kepala Sekolah Berlian berdiri disana.


"Siapa tadi yang mewek kencang?" tanya Rina sembari melihat Aizen yang berada di gendongan Dewa. "Ai nangis?"


Aizen mengangguk. "Ai jatuh Oma..." adunya.


Rina menggelengkan kepalanya. "Dah yuk pulang, atau mau makan dulu?" Istri Hoshi Reeves itu berjalan menghampiri mereka berempat.


"Maem apa?" tanya Aizen.


"Aizen mau sup daging nggak?" tanya Dewa.


"Enak Oom?"


"Enak lah !"

__ADS_1


"Mau. Mommy, Oma, Ai mau maem sup daging..." pinta batita itu dengan wajah imut sok manja.


Juliet melengos melihat ajaran kakak nya dan duo kampret nya sedangkan Dewa dan Alina tertawa melihat gaya tengil si gembul. "Ampun deh !" keluh wanita yang lebih terlihat bule arab dibandingkan kakak nya, Valentino.


"Yuk makan sup iga yang kamu promosikan, Wa" ajak Rina sambil menowel pipi gembul Aizen gemas.


Alina pun diajak keluarga Sultan itu untuk makan siang bersama tapi Berlian sang kepala sekolah menolak untuk ikut karena masih ada pekerjaan. Rina bertanya ada berapa orang yang bekerja di TK itu yang dijawab Alina. Pemilik toko karpet keluarga Karim itu pun membelikan sup iga untuk semua orang di TK Bintang termasuk para satpam dan cleaning service.


Alina bisa melihat sisi lain keluarga Dewa yang tidak masalah membelikan makanan pada rekan kerjanya padahal belum tentu Aizen bersekolah di TK nya. Tapi itu lah keluarga Dewa yang selalu baik pada siapa saja. Alina teringat saat Dewa menitipkan motor milik Ragil dan setelahnya memberikan uang ke dua satpamnya. Dewa tampak humble sehingga para satpam pun hormat pada pria slengean itu.


Alina mengantarkan keluarga Reeves itu pulang bersama Dewa sampai mobil Lexus milik Rina itu keluar gerbang sekolah.


"Jeng Alina masih kerja ya?" tanya Dewa saat mereka tinggal berdua.


"Iya mas. Gimana?" Alina menatap Dewa lembut.


"Ya sudah, aku kembali ke kantor... Nanti pulang sama Yani, hati-hati." Dewa mengelus lengan Alina pelan. "Aku pulang dulu..."


"Mas Dewa..."


"Itu kemejanya kena noda ingusnya Aizen..." Alina berlari ke ruang guru lalu kembali dengan membawa tissue basah. "Aku bersihkan dulu" ucapnya sambil mengambil selembar tissue basah dan mengelap kemeja Dewa bagian bahu kirinya.


"Udah nggak papa. Tar aku kalau ditanya Ragil, bakalan aku bilang 'Ini ilernya Jeng Alina. Tadi tidur di bahuku...' Biar dia iri karena dia masih jomblo ... Addduuuhhh !" Dewa mendelik saat Alina mengeplak bahu nya.


"Jangan pitenah !" pendelik Alina sebal.


"Lho biar seru Jeng, aku kan suka bikin dia harus baca semua ayat - ayat cinta..." kekeh Dewa. "Memangnya dikira aku tidak tahu kalau dia hobinya doain aku? Entah baik atau kagak..."


"Mas Dewa kok sukanya usil sama pak Ragil sih?" senyum Alina.


"Habis, dia enak buat dikerjain ..."

__ADS_1


***


Bank Arta Jaya Kebon Jeruk Jakarta


Dewa keluar dari lift dan melihat wajah judes asistennya menyambut dirinya. Ragil tampak kesal karena harus menghadapi seorang wanita menyebalkan dan memaksa masuk ke dalam ruangan Dewa tapi dengan kekuatan bulan, dia berhasil menghalau nya.


"Ada apa Gil?" tanya Dewa.


"Ada nona Tamara Hamid tadi kemari."


"Ngapain?" Dewa menatap bingung ke arah Ragil. Setahu Dewa, Tamara mengejar sepupunya, Pramudya.


"Cari Pramudya tapi saya dan Bu Maya berhasil mengusir nya. Dia memaksa mau masuk ruang kerja kamu, pak." Wajah Ragil masih tampak sisa - sisa kesal nya.


Dewa menghela nafas panjang. "Dasar cewek sarap ! Sudah tahu Pramudya tidak mau sama dia kok masih maksa !"


"Memang Pramudya kemana pak?" tanya Ragil.


"Pergi ke Surabaya, gantiin bokap" jawab Dewa cuek. "Bokap lagi pengen bikin adek lagi sama nyokap jadi ambil cuti. Pram yang dikirim bokap Kesana."


Ragil mengangguk.


***


Cerita Pramudya Hadiyanto ada di novel nya sendiri di Noveltoon juga.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaaaeeessss


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2