
Brussels Belgia
Dewa menatap Bayu dengan tatapan bingung. "Ajeng? Siapa Ajeng? Wong aku lagi ngobrol sama Diajeng Alina... Panggilannya memang Jeng Alina... " jawab Dewa polos. "Lha Ajeng itu apamu mas?"
Bayu sedikit gelagapan. Gara-gara si Ajeng nggak balas pesan dan telepon, aku jadi sensi dengan nama Jeng. "Oh, sekretaris aku..."
Dewa mengerenyitkan dahinya. "Jeng Alina, nanti aku telepon lagi. Ono sing salah sambung Karo salah sasaran jeneng ( ada yang salah sambung sama salah sasaran nama )" ucap Dewa ke Alina.
"Baik pak Dewa. Assalamualaikum" ucap Alina.
"Wa'alaikum salam" balas Dewa yang mematikan panggilannya lalu mendekati balkon Bayu. "Sekarang mas Lisus, elu itu kenapa? Memang sekertaris kamu kemana? Jiaaannn sensi tenan ( sensi beneran )."
Bayu hanya diam.
"Jangan bilang sekretaris elu kagak bisa dihubungi? Ya elah, mas. Yang namanya asisten aka sekretaris itu, kalau gadha boss, bisa leren ( istirahat ) mas. Macam Ragil, gue yakin dirinya lagi jingkrak-jingkrak di Monas gadha gue seminggu. Bahagia dia... " cengir Dewa.
Bayu menggelengkan kepalanya. "Kamu kok jadi kacau sih ? Macam Shinchan."
"Lha biasanya juga begini..." jawab Dewa polos.
Bayu melengos dan masuk ke dalam kamar hotelnya meninggalkan Dewa yang menatapnya bingung.
"Apaan sih mas Bayu tuh... Kagak jelas macam angin saja..." gerutu Dewa yang kemudian masuk ke dalam kamarnya juga.
***
Jakarta Indonesia
Alina bingung mendengar keributan antara Dewa dan pria lain yang diduganya sebagai saudaranya. Dewa memang sudah bercerita sekilas tentang banyaknya keluarga dari pihak sang ibu.
"Pak Dewa itu apa nggak ingat di Jakarta itu masuk subuh... Mana main telepon saja. Untung hari ini Sabtu jadi sekolah libur..." senyum Alina.
Gadis itu pun melanjutkan tidurnya karena dirinya sedang halangan jadi tidak perlu ibadah wajib.
***
Brussels Belgia
Dewa mengedarkan pandangannya ke istana yang dipakai untuk acara pernikahan Gemintang yang sangat berbau India. Calon suami Gemintang memang berdarah India bernama Raj Rao dan karena mereka berdua bekerja di Brussels sebagai dokter, maka Zinnia memberikan hadiah untuk mengadakan pesta pernikahan di salah satu istana yang ada di Brussels. ( Baca Gemini and Gemintang Love Story ).
"Dewaaaaa!"
Dewa pun menoleh dan melihat Radeva datang menghampiri nya. "What's up?" sapa Dewa sambil berpelukan dengan Radeva Dewanata.
__ADS_1
"Baik. Eh gimana proses taubat elu?" tanya Radeva.
"Masih berjalan lah ... Mana aku sekarang sudah menemukan calon pendamping yang super bikin aku serius !" seringai Dewa dengan wajah bangga.
"Jangan elu ajak one night stand ! Awas, nanti Tante Safira semakin niat asah golok nanti" gelak Radeva.
"Iissshhh... Jelas tidak ! Alina itu cewek baik-baik dan gue tidak bakalan merusaknya. Kali ini gue bakalan jadi gentleman. Gue kan one night stand sama cewek kagak baik juga. Lagian ya Va, kalau kita niatnya baik, pasti dikasih baik juga..." papar Dewa membuat Radeva tersenyum.
"Good for you bro" ucap Radeva sambil menepuk punggung Dewa.
"Eh ngomong-ngomong, Ajeng tuh sekretaris nya mas Lisus yang baru?" tanya Dewa. "Jules pernah bilang cuman aku tidak terlalu perhatian..."
"Iya,. sekretaris nya mas Lisus yang ke 100. Orang Indonesia yang sudah tinggal di New York lama. Ortunya dokter tapi sudah meninggal gara-gara jadi dokter relawan waktu ada wabah di Suriname dulu itu. Memang kenapa?"
Dewa menggelengkan kepalanya. "Nggak, baru kali ini mas Windy bingung gadha sekretaris nya. Biasanya kan bodo amat, ga suka tinggal pecat !"
"Masalahnya Wa, Ajeng itu berani lho ngelawan mas Lisus. Bocahnya ndablek ( keras kepala )... Cewek Jawa tapi receh nya minta ampun... Mas Bayu macam dapat mainan baru..." kekeh Radeva. ( Baca My 100th Secretary ).
"Oooohhh pantas. Sekarang kita pikir saja, siapa sih yang berani lawan mas Lisus? Cuma Tante Gandari, Nadya, Mbak Bee, mbak Dira dan Mbak Leia doang. Lainnya kan cenderung manut sama Mas Bayu. Lha kalau sekarang ada cewek di luar circle mas Windy berani lawan dia... Arah mata angin sudah berubah..." gumam Dewa.
"Ya ngunu lah ( begitulah )."
Dua pria tampan itu pun akhirnya mengikuti acara pernikahan Gemintang dan Raj. Semua keluarganya heboh karena rambut pirang kecoklatan Gemintang dicat hitam karena biar mirip gadis India yang disesuaikan dengan outfitnya.
"Yup..." jawab dua sepupunya.
***
Jakarta Beberapa Hari Kemudian
Alina sedang duduk di ruang kerjanya karena Dewa mengirim kan pesan akan menjemput dirinya untuk kontrol terakhir dengan Safira. Tidak lama kemudian, mobil merah yang mulai dihapalnya, masuk ke dalam halaman sekolah tempat Alina bekerja.
Alina pun berpamitan dengan ibu bagian bersih-bersih lalu mengambil tasnya dan keluar dari ruang guru.
"Hai" sapa Dewa dengan wajah cerah.
"Pak Dewa kok segar amat. Cuaca Belgia bagus ya buat kulit pak Dewa..." senyum Alina.
"Iya kah? Mungkin skincare aku cocok ... " gumam Dewa yang membuat Alina terkejut.
"Skincare?" tanya Alina sambil masuk ke dalam mobil Dewa.
"Lho sebagai cowok Metropolis itu harus memperhatikan penampilan termasuk wajah. Sudah dikasih anugerah wajah ganteng begini, harus dirawat dan dipertahankan kegantengannya" jawab Dewa jumawa sambil menstater mobilnya.
__ADS_1
"Astaghfirullah... Narsisnya..." kekeh Alina.
"Kalau nggak narsis, rugi Jeng ! Wong ganteng begini kok kagak dinarsiskan. Wong Golum aja narsis lihat kolam setiap saat..."
Alina tertawa. "Ya salam kalau disamain sama Golum, Pak... My precious..."
Dewa menoleh ke arah Alina. "Exactly ! Because you're my precious, Jeng..." ucap pria itu serius.
Alina melongo. "Eh?"
Dewa kembali berkonsentrasi di jalan. "To be continued..."
Alina menatap ke Dewa. "Pak Dewa..."
"Ya?"
"Membagongkan !" celetuk Alina.
Dewa tertawa. "Memang semua keturunan Pratomo itu Membagongkan, Jeng Alina. Kapan deh kita bisa bertemu dengan sepupuku lainnya. Tapi ada syaratnya..."
"Apaan itu pak?"
"Jadikanlah aku pacarmu... 'Kan kubingkai s'lalu indahmu. Jadikanlah aku pacarmu... Iringilah kisahku... Kini... tiba waktuku... Untuk puitiskan sayang... Untuk katakan cinta... Jangan pernah lari dariku... Jangan engkau lupakan aku ... Jangan pernah lari dariku... Jangan engkau lupakan aku..." dendang Dewa mengutip lagu milik Sheila On 7.
"Pak Dewa... Nembak saya?"
"Ya iyalah... Udah aku nyanyiin lho. Anggap saja lagu kita ya Jeng Alina" kerling Dewa membuat Alina memegang pelipisnya.
"Kenapa playboy tobat lebih kacau ya kelakuannya..." gumam Alina.
Dan Dewa tetap mendendangkan lagu klasik itu.
"Jadikanlah aku pacarmu... 'Kan kubingkai s'lalu indahmu... Jadikanlah aku pacarmu...Iringilah kisahku..."
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa gaaaeeessss
thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1