
''Erika'', omel Niko, ''kenapa kau bisa seceroboh ini?''
''Aku benar-2 minta maaf, Fara''. Erika memandangi Fara sambil tersenyum.
Fara tdk tahu apakah Erika sengaja atau tdk menabraknya, tetapi ia sedih melihat hasil karyanya berakhir di lapangan. ''Tdk apa-2'', sahutnya kemudian.
Erika tersenyum lebar, ''Aku benar-2 tdk sengaja,'' katanya lagi, lalu tatapannya beralih pd Niko. ''Niko, sebentar lg grup marching band ku akan tampil di aula. Ayo ikut kesana.'' Erika menarik tangan Niko utk mengikutinya.
Tapi sebelum pergi, Niko berbicara pd Fara, ''Maafkan Erika, ya.''
Fara mengangguk. ''Tdk apa-2''.
Setelah memandangi punggung Niko yg menghilang di balik aula, Fara mengumpulkan kue-2 yg berserakan dilapangan dan menempatkanya kembali dipiring. Ia berjalan perlahan, kemudian membuang semua kue itu. Saat semua kuenya sudah berpindah ketempat sampah, hatinya merana sedih.
__ADS_1
Dalam perjalanan pulang hari itu, Fara termenung lama. Mungkin sebaiknya ia berhenti berteman dgn Niko. Dan keinginan ini ia utarakan pd mama.
''Apakah sebaiknya aku berhenti berteman dgn nya, ma?'' tanyanya saat mereka mencuci piring di dapur.
Mama menatap putrinya dgn lembut ''Apakah kau mau berhenti berteman dgn nya?''
Fara menggeleng.
''Fara'', ujar mama sambil menutup keran air, ''kenapa kau tdk berterus terang pd cowok ini kalau kau menyukainya?'
''Bukankah lebih baik kau mengatakan isi hatimu pd nya. Lalu setelah kau mengetahui dia tdk menyukaimu, kau bisa mulai menghentikan perasaanmu pd nya dan memulai hubungan yg baru.''
''aku tahu, tapi... rasanya sulit sekali melepaskannya. Apalagi sekarang kami sudah berteman.'' ''Kau ingin jd pacarnya?'' tanya mama lagi.
__ADS_1
Fara menatap mama dgn sedih. ''Itu harapan yg tdk mungkin, Ma. Dia menyukai pacarnya yg sekarang. Tapi, apakah perasaanku menyukainya salah,ma?''
Mama menggeleng. ''Cinta memang tdk sederhana. Kau tdk salah menyukainya. Hanya saja kau menyukai orang yg salah di waktu yg salah''.
Fara mendesah. ''Beri aku waktu sampai kelulusan SMA. Saat itu, aku akan memutuskan utk melepaskannya. Lagi pula, kami tentu akan berpisah jg. Dia pasti kuliah di tempat yg berbeda dgn ku. Aku sudah mengejarnya selama satu tahun setengah. Kelulusan sekolah tinggal 7 bulan lagi. Biarkan aku memiliki waktu ini utk menyukainya.''
Mama memeluk putrinya, ''Oke. Cuma sampai kelulusan, ya. Setelah itu kau harus melepaskannya. Percayalah pd mama, cepat atau lambat, waktu akan menyembuhkan luka di hatimu.''
''Thanks, Ma'', balas Fara sambil memeluk dan menghirup aroma wewangian tubuh mama. Fara tersenyum, pelukan mama selalu mambuatnya merasa lebih baik.
Fara berusaha menjauhi Niko semenjak hari ulang tahunnya, tetapi nasib mendekatkan mereka kembali. Pak Bambang, sang wali kelas, menujuk Fara dan Niko menjadi panitia bazar ulang tahun sekolah utk kios makanan kelas 3 IPA 1. Dalam bazar sekolah nanti masing-2 kelas akan membuka kios makanan dan berlomba menjadi yg terbaik. Pemenangnya ditentukan oleh jumlah pendapatan penjualan kios hari tersebut.
Begitu mengetahui hal tersebut, Erika jelas merasa resah, Ia tdk ingin Niko berdekatan dgn Fara. Setiap kali Niko akan mengadakan rapat dgn Fara, Erika selalu mencari alasan supaya Niko menemaninya.
__ADS_1
Tapi Fara tdk keberatan. ''Tidak apa-2, Niko'', katanya tenang, ''aku bisa mengurus kios makanan kelas kita.''
Erika menggunakan koneksi orang tua nya agar kios-2 waralaba di kantin sekolah tdk menjual makanannya pd Fara. Ia beranggapan, kalau Fara tdk punya makanan utk dijual, otomatis kiosnya akan gagal. Sehari sebelum bazar sekolah, Fara melihat klub fotografi memasang foto di aula sekolah. Tampaknya mereka akan mengadakan pameran foto saat bazar sekolah besok. Tiba-2 Fara mendapat ide. Ia mendekati ketua klub fotografi dan meminta bantuannya utk menyisakan ruang foto yg akan dipamerkan. Dengan jaminan klub fotografi mendapat makanan gratis dr kiosnya, Fara mendapatkan tempat kosong yg diinginkannya.