
Niko memandang Fara dgn tatapan kagum. Fara berhasil membuat makanannya dalam waktu kurang dr 3 jam. Dan ia melakukannya sendirian, tanpa bantuan siapa pun.
''Bolehkah aku mencicipi masakanmu dulu?'' tanya Niko.
Fara mengangguk. ''Tentu saja,'' katanya sambil mengambil piring dan garpu, lalu menyuguhkan spageti buatannya ke tangan Niko. ''Cobalah.”
Niko mencicipi spagheti buatan Fara dgn tersenyum. Dia mengunyahnya dgn perlahan lalu menelannya. ''Spagheti buatanmu sungguh enak. Kau benar-2 pintar masak.''
Mendapat pujian dr Niko, hati Fara sangat senang. ''Terima kasih. Aku senang kau menyukainya.''
''Aku yakin orang lain jg akan menyukainya,'' kata Niko.
''Aku mau minta tolong, boleh tidak? Bisakah kau membawakan panci-2 ini sementara aku mencuci piring kotor dahulu?'' tanya Fara.
Niko mengangguk. Setelah Niko pergi meninggalkan ruangan tata boga, Fara mencuci piring sambil tersenyum lebar. Ia tahu kemarin mama sudah memuji masakannya. Tapi pujian dr Niko memberikan kesan yg lain. Untuk pertama kalinya, ada orang lain selain mama yg memujinya.
__ADS_1
Ketika bazar dibuka satu jam kemudian, kios Fara sudah siap. Ia sudah memasang harga dan membereskan piring plastik yg akan dipakainya utk berjualan. Melihat hal itu, Erika merasa kesal. Dari kejauhan ia melihat Fara dan Niko terlihat kompak mempersiapkan segala sesuatunya.
''Bagaimana mungkin dia bisa mendapatkan makanan?''geramnya.
Cepat-2 Erika melangkah mendekati kios Fara. ''Wah, kau jualan spagheti, ya?''
Fara menghentikan pembicaraannya dgn Niko utk menanggapi Erika. ''Hai Erika, selamat datang di kios 3 IPA 1. Kau mau mencoba spaghetinya?''
''Tentu,'' katanya penasaran. ''Ngomong-2, kau membeli spaghetinya di restoran mana, Fara?'' (''Karena aku sudah berusaha supaya semua pedagang di kantin tdk menerima pesanan dr mu'').
Erika terkejut mendengar jawaban Niko. (''Pantas saja''). Dgn berat hati Erika mencicipi spagheti buatan Fara. (''masakannya sangat lezat''). Erika semakin kesal.
''Berapa harganya?'' tanya Erika sambil mengeluarkan dompetnya utk membeli masakan Fara yg sudah dicicipinya.
Fara menggeleng. ''Tidak apa-2, Erika. Kau tdk perlu membayar, anggap saja sebagai hadiah karena kau pelanggan pertama yg mengujungi kios kami.”
__ADS_1
''Terima kasih,'' kata Erika tersenyum palsu. (''kau pasti berlagak di depan Niko. Ingin terlihat baik di matanya. Tapi aku tahu kau pasti sengaja merencanakan ini semua'')
Jam-2 pertama, Fara sampai kewalahan melayani konsumen yg datang membeli di kiosnya. Untung ada Niko yg membantunya melewati saat-2 sibuk tersebut.
''Kalau penjualannya seperti ini terus sampai sore, kelas kita bisa juara nih,'' kata Niko optimis di sela-2 waktu melayani konsumen.
Fara tersenyum. ''Semoga saja begitu.''
Saat jam istirahat siang, Fara & Niko bergantian menjaga kios dgn teman sekelas mereka yg lain. Kini, setelah bisa beristirahat, Fara menuju aula. Foto-2 pemandangan memenuhi dinding aula. Tapi di ujung foto-2 tersebut terdapat sepuluh gambar.
Fara mendekati gambar-2 itu. Ia mengenali gambar cincin bintang yg pernah ia berikan pd Niko dulu. Sembilan gambar lain tdk kalah menariknya. Semua berisi rancangan perhiasan, mulai dr gelang, cincin, kalung, sampai anting-2.
''Jadi, bagaimana menurutmu?'' tanya suara di belakangnya.
Fara mengenali suara Niko. ''Membuatku ingin mengenakan semua yg ada digambarmu. Kau sangat berbakat. Kau bisa menjadi perancang perhiasan yg hebat.''
__ADS_1
''Orangtuaku tdk akan menyetujuinya,'' kata Niko sedih. ''Mereka sudah mempersiapkan aku utk menjadi dokter, sama seperti mereka.''