
Sepulang sekolah, Fara berbicara pd Niko. ''Niko, aku punya ide. Kau tdk harus menyetujuinya kalau kau keberatan.''
''Ide apa?'' tanya Niko heran.
''Ehm... aku tahu kau suka mengambar. Bagaimana kalau sebagian karya terbaikmu dipampang di aula besok?'' saran Fara.
Niko terkejut mendengar usul Fara. ''Apa? Gambarku?''
Fara mengangguk. ''Iya, tadi aku sempat meminta bantuan ketua klub fotografi agar menyediakan tempat kosong di aula. Aku rasa gambar-2mu bisa berada disana.''
Niko berpikir panjang. ''Aku tdk pernah memperlihatkan gambarku pd orang lain.''
''Gambarmu indah, Niko,'' kata Fara gigih. ''Aku yakin orang lain yg melihatnya beranggapan sama.''
''Entahlah. Apa kau yakin gambarku sebagus itu?'' tanya Niko.
''Kenapa tdk kau buktikan besok dgn memamerkannya di aula? Toh kau tdk akan rugi apa pun. Kalau orang-2 suka gambarmu, itu hal yg bagus. Kalaupun tdk, tdk apa-2 bukan? Yg penting kau sudah berusaha.''
Niko memandang cewek dihadapannya dgn perspektif baru. Dia tdk menyangka Fara bisa sangat persuasif.
__ADS_1
''Aku yakin seorang ketua OSIS tdk akan mengalami krisis percaya diri. Tidak mungkin kau takut gagal, bukan?'' kata Fara meyakinkan.
Niko tersenyum. ''Aku tdk menyangka kau bisa cukup persuasif jg.''
Mendengar ucapan Niko, Fara tertegun. Ia mengingat hampir dua tahun lalu ia tdk bisa berbicara pd Niko. Kini ia sudah bisa berbicara layaknya teman lama. Sebagian karena Fara menyadari bahwa masa-2 nya bersama Niko akan berakhir. Toh ia tdk akan kehilangan Niko, karena ia memang tdk pernah memilikinya. Dan sebagi teman, ia ingin Niko menghargai hobinya.
''Jadi,'' lanjut Fara, ''kau akan melakukannya?''
''Aku akan memikirkannya dulu,'' kata Niko perlahan.
''Kau punya waktu sampai besok pagi,'' kata Fara. ''Aku tdk yakin seseorang yg pernah menulis 'JANGAN MENYERAH' padaku akan menyerah besok pagi.''
Niko tertawa. ''Kita lihat saja besok pagi. 'Thanks', Fara. Aku benar-2 menghargai bantuanmu.''
***
''Wah, baunya enak. Kau sedang masak apa?'' tanya mama sepulang kantor.
''Masakan utk bazar besok,” kata Fara sambil mengaduk potongan daging ayam di wajan.
''Kau membuat ayam rica-2?'' tanya mama penasaran sambil menengok ayam yg sedang ditumis putrinya.
__ADS_1
Fara menggeleng. ''Bukan, aku sedang mencoba resep baru. CHIKEN SPAGHETTI. Kelas lain
menyuguhkan masakan restoran ternama, tp aku ingin coba membuatnya sendiri.''
Mama mengambil sendok lalu mencicipi masakan buatan Fara. ''Hm....enak. Mama rasa kau bisa memenangkan perlombaan besok.''
''Aku harap begitu'', Fara mematikan kompor lalu mengambil spaghetti yg telah ia rebus sebelumnya dan menambahkan bumbu ayam tadi kesana. ''Menu makan malam kali ini, ''CHIKEN SPAGHETTI,'' kata Fara bangga.
***
Bazar sekolah dimulai pukul 10.00. Fara sudah sampai di sekolah pukul 06.30 utk mempersiapkan bahan-2 masakannya, kemudian memasak spagheti yg sudah ia coba masak kemarin dirumah.
Selain utk siswa sekolah, bazar kali ini jg dibuka utk umum. Sambil bernyanyi dalam hati, Fara menjerang air di panci dan mulai merebus spageti. Setelah itu ia menyiapkan wajan utk memasak bumbu ayamnya.
Sekitar pukul 09.00. Fara sudah menyelesaikan sekitar dua panci besar spagheti beserta bumbunya.
''Butuh bantuan?'' tanya Niko yg baru sampai disekolah.
''Masakannya sudah selesai,'' kata Fara lega, ''tinggal membawa panci-2 ini ke kios 3 IPA 1.''
__ADS_1
Niko menatap Fara dgn sedikit tercengang. ''Kau datang dr jam berapa?''
''Hm?'' tanya Fara yg sedang membersihkan meja. ''Sekitar jam setengah tujuh.''