My Love Is Stupid

My Love Is Stupid
Chapter 19


__ADS_3

Fara berbalik lagi menatap Erika. Kali ini dgn lebih berani. ''Kita akan lulus SMA dalam beberapa bulan lagi. Kemungkinan besar aku tdk akan bertemu denganmu dan Niko lagi. Aku tdk bisa berjanji utk tdk berbicara pd Niko selama itu, tapi aku berjanji utk menjauhinya.'' setelah itu Fara melangkah keluar dr ruangan.


Erika tercengang. Ia tdk menyangka cewek seperti Fara bisa mengatakan hal yg demikian berani padanya. Padahal Fara bukanlah cewek populer yg punya banyak teman satu geng seperti dirinya. Erika terduduk lemah. Ia tahu seharusnya ia merasa lega, tapi kenapa perasaannya mengatakan ia telah kalah dari si SISWI KAMPUNG?


 


***


 


Bulan-bulan berikutnya, Fara tidak sempat memikirkan perasaannya pada Niko. Hidupnya dipenuhi sekolah, pelajaran, latihan soal, dan belajar sampai larut malam. Ia perlu membuktikan pada diri sendiri bahwa ia bisa lulus ujian.


Saat nilai ujian try-out yg dilakukan sekolah dibagikan, nilai Fara tidak ada yg dibawah 6. Pak Bambang yg membagikan nilai tersebut pd Fara menatapnya sambil tersenyum, "Kau benar benar sudah bekerja keras. Buktikan lagi hasil kerja kerasmu pada ujian nasional bulan depan."

__ADS_1


Fara mengangguk. "Terima kasih, pak. Saya akan berusaha keras supaya lulus dengan nilai memuaskan."


"Selamat ya,” kata Niko sambil tersenyum ketika Fara akan berbalik ke tempat duduknya.


Fara balas tersenyum. "Terima kasih."


Fara mengetahui bahwa nilai Niko jauh di atasnya. Kadang Fara sedikit iri pada Niko yg pintar. Sepertinya cowok itu tidak perlu belajar terlalu keras untuk mendapatkan nilai bagus. Beberapa bulan yg lalu, saat ulangan dadakan, semua siswa kelas 3 IPA 1 mendapat nilai jelek kecuali Niko.


Niko selalu bisa memberikan jawaban yg benar pd setiap pertanyaan. Sampai Fara pernah berharap mendapatkan setengah kepintaran Niko. Tapi tentu saja itu tidak mungkin. Memang ada orang seperti Niko yg terlahir dgn otak yg pintar.


Hari berganti minggu, tanpa terasa ujian nasional telah datang. Hampir semua siswa kelas tiga merasa gugup menghadapinya. Selalu ada perasaan takut yg menghinggapi benak mereka. Takut tdk bisa mengerjakan soal. Takut tidak lulus ujian. Takut mengulang kembali. Takut gagal.


"Semoga berhasil," kata Niko pada Fara ketika mereka akan menghadapi ujian.

__ADS_1


"Kau juga," balas Fara.


Hari-hari berikutnya benar-benar sangat berat bagi Fara. Ia tidak ingin mengulang ujiannya. Terkadang larut malam, Fara terbangun dan tidak bisa tidur lagi.


Mama memergokinya suatu malam, menenangkan hati putrinya. Mama menyeduh susu panas untuk Fara dan menyuruhnya tenang.


"Apapun yg terjadi," kata mama perlahan, "kau masih memiliki mama. Mama percaya kau bisa melalui ujianmu dengan baik. Mama percaya padamu."


"Thanks ma," kata Fara. Kata-kata mama menenangkan hatinya.


Ketika ujian selesai dan siswa kelas tiga berteriak kegirangan, Fara juga ikut bersorak lega. Selanjutnya tinggal masa penantian hasil ujian. Memang hasil ujian masih beberapa minggu lagi, tapi Fara merasa yakin pd dirinya sendiri dan kemampuannya.


***

__ADS_1


Fara pulang dengan perasaan lega. Ia mengerjakan tugas sehari-harinya di rumah dengan lebih tenang. Tapi, sore harinya mama tiba dengan berita yg mengejutkan. Mama akan dipindah tugaskan ke kantor pusat. Dan itu artinya mereka harus pindah rumah.


"Mereka meminta mama untuk berangkat secepatnya," jelas mama, "tapi mama meminta mereka menunggu sampai kau mendapatkan ijazah terlebih dahulu."


__ADS_2